industri-pupuk-pupuk kaltim

Mengenal Soda Ash yang Diramal Bakal Menaikkan Daya Saing Produk Kaca Lembaran

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Soda ash merupakan komoditi yang jumlah permintaannya mencapai 1 juta ton per tahun dan saat ini sepenuhnya masih diimpor. Apa sebenarnya soda ash?

Soda Ash adalah bahan yang digunakan untuk membersihkan dan merawat kolam renang. Bahan ini berupa bubuk putih tipis. Nama kimia soda ash adalah Na2CO3. Bahan ini terbuat dari asam karbonat dan garam natrium.

Secara teoritis, zat ini adalah jenis garam natrium yang persis terdiri dari asam karbonat. Meskipun zat ini dibuat atau dibuat dari asam, ternyata soda ash memiliki sifat basa. Selain itu, soda ash dapat membentuk larutan basa. Tentu saja larutan alkali yang terbentuk sangat kuat.

Soda ash pada dasarnya sama dengan bahan lain yang juga dapat berfungsi sebagai penjernih air. Atau kombinasikan obat pembersih seperti PAC dan tawas. Yang membedakan adalah cara kerjanya. Banyak yang menggunakan soda ash untuk merawat kolam renang, baik pribadi maupun umum.

Selain berguna untuk perawatan kolam, soda ash sebenarnya memiliki banyak kegunaan. Ya, soda ash juga bisa digunakan untuk membuat kaca yang kuat dan tidak mudah pecah. Beberapa orang bahkan menggunakan bahan ini sebagai pembuat roti atau kue.

Efek Penggunaan Soda Ash

Meski banyak sekali manfaat, soda ash untuk air kolam terbukti juga memiliki efek samping. Beberapa efek samping dari soda ash diantaranya adalah:

  1. Soda ash biasanya menyebabkan sensasi panas dan perih jika kena mata dan mata akan merah. Hal ini sering terjadi jika Anda menggunakan banyak soda ash di kolam renang. Untuk menangkal efek tersebut, Anda bisa membersihkan mata dengan cairan pembersih mata khusus atau mungkin dengan air mineral.
  2. Soda ash juga dapat menyebabkan gatal, panas, dan kekasaran jika terkena kulit. Kasus seperti ini biasanya terjadi jika pengguna langsung menggunakan kolam setelah pemberian proses soda ash di kolam.

Untuk mencegah hal itu terjadi, Anda setidaknya harus menggunakan kolam setelah memberikan soda ash Anda selama beberapa jam

PKT Akan Bangun Pabrik Soda Ash di Kalimantan

Investor pembangunan pabrik soda ash atau sodium carbonate di Bontang resmi berganti. PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengakuisisi rencana pembangunan proyek ini. 

Sebelumnya, rencana pendirian pabrik soda ash pertama di Indonesia ini akan digarap oleh PT Kaltim Parna Industri. Namun, belakangan produsen amonia cair itu menarik diri. 

Rencananya, pabrik akan didirikan di kawasan industri milik PT Kaltim Industrial Estate (KIE). Pabrik tersebut akan bersebelahan dengan PT Kaltim Amonia Nitrat (KAN).

Vice President Komunikasi Korporat, Pupuk Kaltim Tommy Johan Agusta mengatakan industri petrokimia terbesar se-Asia Tenggara ini, sangat siap menjajal industri soda ash. Apalagi, bahan baku abu soda ini diperoleh dari emisi pabrik dan amonia hasil produksi Pupuk Kaltim. 

“PKT memiliki kapasitas untuk mengoptimalkan seluruh potensi bahan baku yang dimiliki untuk dimanfaatkan dan ditingkatkan nilainya,” ujarnya. 

Kehadiran proyek ini juga menjadi alternatif bagi perusahaan untuk menciptakan industri hijau. Lantaran Pupuk Kaltim mengelola emisi dari pabrik dan menjadikannya sebagai bahan baku dari produk lain yang dihasilkan perusahaan, diantaranya adalah soda ash. 

“Dengan begitu, PKT dapat menurunkan emisi yang ada sehingga tercipta bisnis yang lebih hijau. Di sisi lain, tercipta pula praktik ekonomi sirkular yang menjanjikan,” tandasnya.

Akuisisi rencana pembangunan pabrik soda ash oleh Pupuk Kaltim disambut baik Pemerintah Kota Bontang. Walikota Bontang Basri Rase berharap pembangunan soda ash atau sodium carbonate yang digawangi PKT bisa segera berjalan sehingga investasi ini bisa menyerap banyak pekerja asal Bontang.

“Saya kurang tahu berapa nilai investasinya. Karena, kita punya tim percepatan yang selalu berkoordinasi soal progres pembangunan pabrik tersebut,” kata Basri, Senin (17/1/2022). 

Peran Soda Ash Terhadap Perekonomian Indonesia

Produk abu soda atau soda ash dalam negeri dinilai bakal menaikkan daya saing produk kaca lembaran. Soda ash merupakan garam natrium dari asam karbonat yang mudah larut dalam air dan banyak digunakan untuk beberapa sektor industri, seperti deterjen, kaca lembaran, dan aki.

Yustinus Gunawan, Ketua Asosiasi Kaca Lembaran Pengaman (AKLP), mengatakan produksi soda ash dalam negeri bakal menaikkan daya saing produk kaca lembaran sebagai salah satu industri yang menggunakannya.

“Asalkan mutu serta kestabilan pasokan soda ash terjaga sesuai permintaan, dan harga juga kompetitif, sudah pasti dapat menurunkan biaya sehingga daya saing meningkat,” ujarnya belum lama ini.

Selama ini, produsen kaca mengimpor 100% abu soda karena belum ada produsen di dalam negeri. Oleh karena itu, pabrikan kaca diharuskan mengekspor produknya untuk mendapatkan valas yang digunakan untuk membeli soda ash. 

Kaca lembaran yang diekspor saat ini sebanyak 30%–40% dari total kapasitas terpasang yang sebesar 1,225 juta ton. Selain itu, kaca lembaran harus diekspor supaya mencapai tingkat utilisasi semaksimal mungkin dan tungku tetap beroperasi penuh. 

“Suhu tungku harus tetap dalam panas tinggi sekitar 1.650 derajat Celcius, non stop selama belasan tahun umur produksinya. Kalau panas turun maka struktur tungku yg terdiri dari batu tahan api akan runtuh,” jelasnya.

Penulis: Tyo