Mengenal Tanaman Hortikultura dan Cara Tepat Merawatnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Nama tanaman hortikultura mungkin terasa asing bagi sebagian orang. Bahkan banyak juga yang tidak tahu apa sebenarnya tanaman ini.

Hortikultura merupakan bahasa latin yang terdiri dari kata “hortus” dan “culture”. “Hortus” mengandung makna kebun, sementara “culture” berarti bercocok tanam.

Dilansir dari beberapa sumber, makna hortikultura adalah cara atau teknik bercocok tanam yang menggunakan media kebun atau pekarangan rumah sebagai lahan.

Biasanya hasil yang diperoleh dari budidaya secara hortikultura akan lebih tinggi dibandingkan tanaman yang dibudidaya dengan cara lain. Hal tersebut karena hortikultura menggunakan lahan atau area yang lebih luas untuk bercocok tanam. Namun tanaman hortikultura tetap bisa dibudidayakan pada area kecil, seperti kebun atau pekarangan rumah. 

Tanaman hortikultura sendiri terbagi menjadi empat kelompok berbeda seperti di bawah ini.

  1. Sayuran

Ada beberapa sayuran yang termasuk dalam tanaman hortikultura. Di antaranya kubis, wortel, bayam, kangkung, bawang putih, bawang merah, daun bawang, selada, mentimun, paprika, kol, dan lain sebagainya.

  1. Buah-buahan

Tanaman hortikultura juga bisa berupa buah-buahan. Untuk kategori ini, tanaman hortikultura bisa menghasilkan buah yang dapat dikonsumsi dan memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Buah-buahan tersebut antara lain apel, pisang, nanas, jambu semangka, stroberi, jeruk, rambutan, melon, tomat, dan anggur.

  1. Tanaman hias

Tanaman hias pada hortikultura merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai hiasan. Biasanya tanaman ini memiliki keindahan dari segi bunga, daun, batang, hingga akarnya. Contoh tanaman hias dari tanaman hortikultura adalah anggrek, mawar, melati, aglaonema, tulip, pakis, dan aneka tanaman hias lain yang bisa mempercantik rumah Anda.

  1. Obat-obatan

Tanaman obat pada hortikultura merupakan tanaman yang bermanfaat untuk mencegah atau mengobati penyakit. Tanaman tersebut terbagi menjadi dua jenis, yaitu tanaman biofarmaka rimpang dan biofarmaka nonrimpang. 

Biofarmaka rimpang merupakan tanaman yang bermanfaat untuk obat, kosmetik, dan Kesehatan lainnya. Bagian yang digunakan adalah umbinya. Sementara itu, biofarmaka nonrimpang adalah tanaman yang juga bermanfaat untuk obat, kosmetik, dan Kesehatan lainnya, tetapi bagian yang digunakan adalah bunga, daun, batang, dan akarnya.

Contoh obat-obatan yang termasuk dalam tanaman hortikultura adalah jahe, kunyit, lengkuas, kapulaga, kumis kucing, dan beberapa tanaman lainnya.

Tanaman hortikultura memiliki ciri khusus. Berikut ini kami tampilkan ciri khusus tanaman hortikultura.

  1. Membutuhkan ruangan yang besar

Biasanya tanaman hortikultura dipanen musiman. Pada saat panen, umumnya stok membludak dan hal itu membutuhkan tempat yang luas untuk menampungnya.

  1. Cepat busuk atau tidak tahan lama

Tanaman hortikultura umumnya cepat busuk atau rusak. Padahal masyarakat menginginkannya dalam keadaan segar sehingga hal ini bisa merepotkan petani.

  1. Panen musiman

Sebagian tanaman hortikultura dari kelompok buah-buahan tidak tersedia sepanjang tahun. Sebagai contoh rambutan, durian, dan manggis.

  1. Wilayah tanam yang spesifik

Tanaman hortikultura biasanya tumbuh secara maksimal di lokasi tertentu. Karena itulah biasanya ada kota-kota khas yang terkenal menghasilkan buah tertentu seperti durian Medan, mangga Indramayu, maupun duku Palembang.

  1. Fluktuasi harga tidak stabil

Panen musiman pada tanaman hortikultura bisa menyebabkan harga menjadi sangat mahal saat tanaman tersebut sedang tidak panen. Kondisi ini membuat seringkali terjadi fluktuasi harga yang tidak stabil.

Setelah mengetahui ciri khas tanaman hortikultura, alangkah baiknya jika kita juga tahu manfaat dari tanaman ini. Menanam tanaman hortikultura ternyata memberikan sejumlah manfaat. Manfaat itu bisa untuk petani maupun bagi komunitas atau masyarakat.

  1. Manfaat bagi petani

Tanaman hortikultura mempunyai nilai jual yang bagus. Hal ini sama dengan yang dilakukan sebagai peningkatan suatu produk pertanian dan sebagai peningkatan devis Indonesia. Pasalnya setiap negara mempunyai persaingan untuk mencapai produk yang unggul pada bidang pertanian.

  1. Manfaat bagi komunitas atau masyarakat

Tanaman hortikultura memberikan manfaat bagi masyarakat dalam menyediakan makanan yang sehat untuk menghilangkan kepenatan dan stress saat berada di wilayah perkotaan. Dengan kehadiran tanaman ini, orang bisa melihat sesuatu yang menyenangkan dan alami.

Jenis Pupuk yang Tepat untuk Merawat Tanaman Hortikultura

Pemupukan pada tanaman hortikultura perlu dikelola dengan sangat hati-hati. Jadi pemupukan tidak cukup dengan mengandalkan resep yang menyatakan berapa gram pupuk yang perlu diberikan untuk setiap pohon per tahun. 

Resep pemupukan kelihatannya akan mempermudah pengelolaan pemupukan, tetapi tanpa analisis hara tanah atau analisis hara daun, pemupukan bisa menyebabkan terjadinya kelebihan atau kekurangan unsur hara. Ada beberapa masalah yang akan timbul karena hal tersebut, diantaranya produktivitas tanaman rendah karena hara yang tidak seimbang, pertumbuhan vegetatif yang terlalu kuat pada saat yang tidak tepat akan mengurangi kualitas buah, kualitas buah rendah karena hara yang tidak seimbang, kontaminasi air tanah karena pupuk berlebih yang tercuci dari zona perakaran. 

Karena itu, pemupukan harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman dan untuk menjaga kesuburan tanah. Pemupukan perlu direncanakan dan dilakukan dengan benar berdasarkan hasil analisis tanah dan daun dan dilakukan pada waktu aplikasi yang tepat. Untuk tanaman hortikultura tahunan sebaiknya dilakukan tiga kali dalam setahun, yakni segera sesudah panen dan pemangkasan, dengan komposisi nitrogen tinggi, menjelang tanaman berbunga, dengan komposisi fosfor tinggi, dan sesudah buah terbentuk, pada masa pembesaran cepat dari buah dengan komposisi kalium tinggi.

Salah satu pupuk yang tepat untuk tanaman hortikultura adalah NPK Pelangi 16-16-16 produksi Pupuk Kaltim. Pupuk ini sudah banyak dipakai petani hortikultura di Kalimantan Timur. Contohnya para petani di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara yang merasakan sendiri keberhasilan usaha taninya dengan menggunakan pupuk NPK Pelangi 16-16-16.

Petani-petani di Muara Badak menggunakan pupuk NPK Pelangi untuk jenis tanaman tomat, semangka, melon, terong, cabai dan lain sebagainya. Bahkan adanya perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur membuat pertanian hortikultura diperkirakan akan semakin meningkat dan otomati kebutuhan pupuk juga meningkat.

Saat ini Pupuk Kaltim masih fokus pada pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri yang cukup tinggi permintaannya, khususnya di segmen pertanian konvensional. Para petani melakukan penanaman pada luasan lahan yang besar seperti tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan rakyat. (*)