rekomendasi pupuk

Mengulas Keunggulan Pupuk Urea Sebagai Faktor Meningkatnya Hasil Panen

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pupuk merupakan bahan yang dibutuhkan untuk memperbaiki kesuburan tanah dan mengganti unsur-unsur hara yang hilang dari dalam tanah. Setiap jenis pupuk memiliki kandungan unsur hara, kelarutan, dan kecepatan kerja yang berbeda. 

Dengan demikian, dosis dan jenis pupuk yang diberikan berbeda untuk tiap jenis tanaman dan jenis tanah yang digunakan. Dari berbagai macam jenis pupuk, salah satu yang kerap digunakan adalah pupuk urea.

Pupuk urea adalah pupuk yang mengandung nitrogen (N) berkadar tinggi sebesar 45%-56%. Unsur nitrogen ini sangat dibutuhkan tanaman. Di dalam pupuk urea, unsur nitrogen sangat bermanfaat bagi tanaman untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, pupuk urea juga bermanfaat untuk membuat daun lebih hijau, rimbun, dan segar.

Pupuk urea memiliki sifat mudah larut sehingga sehingga mudah terserap tanaman. Untuk itu, efisiensi penggunaan pupuk perlu dilakukan. Salah satu strategi yang bisa Anda terapkan adalah dengan mengatur waktu pemberian pupuk urea. Sebaiknya, pupuk diberikan dua hingga tiga kali hingga tanaman tersebut siap dipanen.

Nah, buat Anda yang belum paham cara membedakan pupuk urea dengan pupuk lain, berikut ini adalah ciri-ciri pupuk urea:

  • Mengandung nitrogen (N) berkadar tinggi
  • Berbentuk butir-butir kristal berwarna putih
  • Memiliki rumus kimia NH2 CONH2
  • Mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah menghisap air (higroskopis)
  • Mengandung unsur hara N sebesar 46%
  • Standar SNI 2801:20210

Pupuk urea dibuat dari gas amoniak dan gas asam arang. Persenyawaan kedua zat itulah yang melahirkan pupuk urea dengan kandungan nitrogen (N) sebanyak 46%. Urea termasuk pupuk yang higroskopis atau mudah menarik uap air. Pada kelembaban 73%, pupuk ini sudah mampu menarik uap air dari udara. Karena itulah, pupuk urea mudah larut dalam air dan  mudah diserap oleh tanaman.

Lalu apa manfaat pupuk urea bagi tanaman? Kami merangkumnya di bawah ini:

  • Membuat daun tampak lebih segar, hijau, dan rimbun
  • Mempercepat tunas dan tinggi tanaman
  • Mempercepat pertumbuhan fotosintesis
  • Mempercepat pertumbuhan akar
  • Meningkatkan jumlah anak tanaman
  • Meningkatkan jumlah panen

Tanaman yang diberi pupuk urea, tentu akan berbeda dengan tanaman yang kekurangan unsur nitrogen. Pertumbuhan tanaman ini tidak bisa berjalan normal dan cenderung memiliki tanda-tanda seperti ini:

  1. Seluruh tanaman berwarna pucat kekuningan
  2. Pertumbuhan tanaman lambat dan kerdil
  3. Daun tua berwarna kekuningan. Pada tanaman padi dimulai dari ujung daun menjalar ke tulang daun
  4. Pengaruh kekurangan unsur nitrogen pada buah menghasilkan buah yang tidak sempurna dan seringkali masak sebelum waktunya.

Di sektor pertanian, pupuk urea ini memiliki arti yang sangat penting. Pentingnya urea bagi pertanian membuat Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan memberikan subsidi bagi produk urea pertanian sehingga harga jual urea lebih rendah di tangan petani. Peraturan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menperindag NO. 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. 

Urea subsidi dan nonsubisidi dibedakan dengan perbedaan warna produk. Pupuk urea bersubsidi memiliki warna merah muda cerah, sedangkan pupuk urea nonsubsidi berwarna putih bersih. Harga pupuk urea bersubsidi ditentukan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian No. 59/Permentan/SR.310/12/2016.

Produsen Pupuk Urea

Pupuk urea yang beredar luas di pasaran diproduksi oleh banyak perusahaan. Salah satu perusahaan yang merupakan produsen urea terbesar di Indonesia adalah Pupuk Kaltim. Pupuk urea produksi Pupuk Kaltim ini memiliki kandungan nitrogen (N) 46% dan dibuat dari reaksi antara amoniak dengan karbon dioksida dalam suatu proses kimia menjadi urea padat dalam bentuk prill (ukuran 1-3 mm) atau granul (ukuran 2-4 mm).

Urea prill paling banyak digunakan untuk segmen tanaman pangan dan industri, sedangkan urea granul lebih cocok untuk tanaman perkebunan, meskipun bisa juga untuk tanaman pangan. 

Pupuk urea dipasarkan dan dijual dengan merk dagang Daun Buah dan Pupuk Indonesia. Urea Pupuk Indonesia merupakan merek yang digunakan khusus untuk pupuk urea bersubsidi, berwarna merah muda (pink) dan diperuntukkan bagi tanaman pangan.

Selanjutnya, Urea Prill Daun Buah adalah merk yang digunakan untuk pupuk Urea Prill nonsubsidi produksi Pupuk Kaltim. Pupuk ini berwarna putih dengan ukuran butiran 1-3,35 mm. Sementara Urea Granul Daun Buah juga merupakan produksi Pupuk Kaltim. Merk ini digunakan untuk pupuk Urea Granul nonsubsidi, berwarna putih dengan butiran 2-4,75 mm.

Pada tahun 2021 ini, Pupuk Kaltim menargetkan produksi 3,3 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 ribu ton untuk jatah subsidi dan sisanya 2,8 juta ton masuk ke dalam pupuk nonsubsidi. Jumlah alokasi pupuk bersubsidi tersebut dikurangi setengahnya dibanding tahun lalu.

Meskipun ada pengurangan alokasi subsidi pupuk, anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) ini memastikan produksi dan distribusi pupuk aman selama periode musim tanam pertama 2021 (Maret-2021).

Hingga 19 Maret 2021, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 223.846 ton pupuk bersubsidi. Di samping itu, Pupuk Kaltim juga telah menyiapkan 78.649 ton pupuk non subsidi di seluruh wilayah pemasaran untuk memenuhi kebutuhan petani yang belum atau tidak masuk di dalam e-RDKK. (*)