Menilik 3 Kota Paling Ramah Lingkungan di Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Green City atau yang biasa disebut dengan kota ramah lingkungan adalah konsep pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dicapai dengan strategi pembangunan seimbang antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan perlindungan lingkungan, sehingga kota menjadi tempat yang layak huni tidak hanya bagi generasi sekarang tetapi juga generasi berikutnya. 

Tak dapat dipungkiri saat ini kota menjadi salah satu tempat yang memiliki andil besar terhadap emisi gas rumah kaca yang menyebabkan perubahan iklim. Dari total emisi gas rumah kaca yang dilepaskan ke atmosfer, 75 % berasal dari kota. Perubahan iklim ini tentu akan memberikan dampak negatif pada lingkungan yakni terjadinya bencana ekstrim seperti badai tropis dan gelombang panas. Tidak hanya permasalah emisi gas rumah kaca, di kota juga terdapat beberapa masalah lain seperti urbanisasi, pertumbuhan penduduk, penggunaan energi, pengelolaan limbah, dan air bersih. Hal ini lah yang dapat memperburuk keadaan dan kondisi penduduk kota, lingkungan dan bumi bila tidak segera diatasi.

Untuk itu dibutuhkan usaha dan kesadaran dari pemerintah dan juga masyarakat untuk dapat membangun kota- kota yang ramah lingkungan.  Salah satunya adalah dengan memperhatikan aspek keberlanjutan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Hal ini diwujudkan dengan pembangunan kota yang memiliki pengelolaan limbah terpadu karbon rendah, dan adanya ketersediaan ruang hijau publik. Green city atau kota ramah lingkungan dapat terwujud dengan beberapa elemen yaitu : Green Planning and design ( Perencanaan dan rancangan hijau,), Green open space (ruang terbuka hijau), Green Waste (pengelolaan sampah hijau), Green transportation (transportasi hijau), Green Water (manajemen air yang hijau), Green energy ( energi hijau), Green building (bangunan hijau), dan green community (komunitas hijau).

3 Kota Ramah Lingkungan di Indonesia

3 kota di Indonesia menerima penghargaan dari The Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) karena telah melakukan upaya pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan. Penghargaan tersebut bernama “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition”. Ini merupakan salah satu program kerjasama ASEAN dibawah koordinasi ASEAN Working Group on Environmentally Sustainable Cities (AWGESC). Program ini memiliki tujuan untuk mendorong semakin bertumbuhnya kota- kota berkelanjutan di ASEAN dengan memberikan pengakuan dan apresiasi kepada kota- kota yang telah melakukan berbagai upaya dan inisiatif untuk mewujudkannya. 

Dari 10 kota masing- masing di negara anggota ASEAN, Indonesia menerima penghargaan untuk 3 kota. Kota pertama adalah Surabaya yang menerima penghargaan Certificate of recognition dengan kategori Clean Water (air bersih), Balikpapan dianugerahi Environmentally Sustainable Cities (ESC Award) untuk kategori Clean Air (udara bersih) dan Bontang mendapat penghargaan Certificate of Recognition untuk Kota kecil Kategori Clean Land ( tanah bersih).

Bontang sebagai Kota Ramah Lingkungan

Salah satu kota yang berasal dari Kalimantan Timur ini mendapat penghargaan dalam kategori Clean Land dalam acara “the 5th ASEAN ESC Award and the 4th Certificate of Recognition” pada bulan Juli 2021 lalu. Hal ini menjadi motivasi besar bagi Bontang untuk terus berupaya mewujudkan kota ramah lingkungan selanjutnya. 

Upaya yang dilakukan oleh Bontang terlihat dari penghargaan yang diterima oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bontang yang berhasil meraih Proper Hijau dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Penghargaan ini membuktikan komitmen rumah sakit dalam menaati pemenuhan regulasi lingkungan hidup. Tentu saja juga dengan seiring dengan nilai tambah terhadap pemeliharaan sumber daya alam, konservasi energi dan pengembangan masyarakat.

Penghargaan ini diberikan karena ketaatan rumah sakit dalam menjaga kualitas lingkungan khususnya dalam pengolahan limbah medis, dan bagaimana peran perusahaan untuk masyarakat. 

Latest Article