Pupuk berlimpah bikin petani semangat/ source fineartamerica.com

Menyemangati Petani Lewat Pasokan Pupuk yang Berlimpah dan Aman

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan bahwa stok pupuk subsidi aman menjelang musim tanam kedua April-Mei 2021. 

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Havick Hasnul Qolbi saat menyatakan bahwa stok pupuk subsidi sangat cukup. Havick berharap agar ke depan stok pupuk subsidi dari Pupuk Indonesia pada musim tanam yakni sebesar 1,9 juta ton dapat terus ditingkatkan. Namun Havick juga berpesan agar jangan sampai terjadi overstock karena akan menimbulkan masalah.

“Saya mengecek stok pupuk kita. Alhamdulillah saya lihat sendiri stok pupuk cukup,” kata Havick, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Wakil Direktur Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto menjelaskan, guna menghadapi musim tanam mini, Pupuk Indonesia Group menyiapkan stok pupuk subsidi sekitar 2 juta ton. Jumlah tersebut tiga kali lipat dari ketentuan stok minimum pemerintah. Rinciannya, pupuk Urea 1,17 juta ton, NPK Phonska 367 ribu ton, SP-36 156 ribu ton, ZA 185 ribu ton, dan Petroganik 135 ribu ton.

PT Pupuk Kaltim, salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia juga memastikan stok pupuk subsidi untuk musim tanam pertama 2021 aman. Direktur Utama Pupuk Kaltim, Rahmad Pribadi mengatakan saat ini sebanyak 210.494 ton stok pupuk telah tersedia di Gudang-gudang Pupuk Kaltim yang tersebar di sejumlah wilayah tanggung jawab perusahaan.

“Jumlah ini di atas ketentuan stok minimal sebesar 17.447 ton sesuai ketentuan Pemerintah,” kata Rahmad, dalam konferensi pers, Minggu (21/3/2021).

Rahmad menambahkan, Pupuk Kaltim berkomitmen untuk memaksimalkan penyaluran dan pemenuhan kebutuhan petani serta turut mensukseskan tanam perdana dan panen raya di musim tanam Maret-April 2021 ini.

Menurutnya, Pupuk Kaltim bertanggung jawab atas pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi di delapan wilayah. Diantaranya Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.

Hingga 19 Maret 2021, Pupuk Kaltim telah menyalurkan 223.846 ton pupuk bersubsidi. Dalam mengawal dan memastikan penyaluran pupuk bersubsidi, Pupuk Kaltim pun secara konsisten berpegang teguh pada enam prinsip utama yang dikenal sebagai 6T, yaitu tepat jumlah, tepat tempat, tepat jenis, tepat harga, tepat mutu, dan tepat waktu.

Dukungan dari Pupuk Nonsubsidi Untuk Penuhi Kebutuhan Petani

Kebutuhan pupuk pada musim tanam kedua tidak hanya sebatas pupuk subsidi. Selain kewajiban menyalurkan pupuk subsidi, Pupuk Indonesia juga telah menyediakan 754 ribu ton pupuk nonsubsidi. Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan petani yang belum tercover dalam skema pupuk subsidi.

Salah satu yang dilakukan Pupuk Indonesia adalah mendorong petani untuk memanfaatkan pupuk nonsubsidi lewat program Customer Centric. Program ini baru diperkenalkan di Boyolali dan Sragen. 

“Kami baru saja meluncurkan Program Customer Centric di mana konsep dari program ini adalah bagaimana kita bisa meningkatkan lebih banyak lagi pelayanan kepada petani dengan menjamin ketersediaan produk-produk retail kami di kios-kios,” kata Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia, Gusrizal dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (20/2/2021).

Sebagai bagian dari inisiatif Program Customer Centric, Pupuk Indonesia mendorong petani untuk memanfaatkan pupuk nonsubsidi guna meningkatkan kualitas dan hasil panen mereka. Menurut Gusrizal, program ini dapat mengakomodasi kebutuhan petani yang belum terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Selain itu, program ini juga memfasilitasi petani yang mungkin membutuhkan jumlah pupuk yang lebih besar dibandingkan dosis yang mereka terima selama ini.

Penggunaan pupuk nonsubsidi akan memberikan pilihan yang lebih beragam bagi petani. Selain itu komposisi yang ditawarkan juga lebih beragam, sehingga petani dapat menyesuaikan dengan kebutuhan tanaman, pemupukan yang lebih akurat. Jika hal tersebut dilakukan, tentu dapat meningkatkan produktivitas.

Kunci keberhasilan program ini, menurut Gusrizal, terletak pada kemitraan yang baik antara distributor dengan kios. 

“Ke depan kami akan membangun ‘distributor excellence’, memperkuat hubungan distributor, kios, dan petani, membangun kolaborasi, membangun digitalisasi yang terintegrasi, dan pelayanan yang unggul serta cepatnya tanggapan pada saat muncul kendala,” urainya. 

Kontrol Pelaku Kriminal Pupuk

Distribusi pupuk sering dimanfaatkan oleh sebagian oknum untuk keuntungan pribadi. Sebagai upaya meningkatkan penyaluran pupuk bersubsidi, PT Pupuk Indonesia menjajaki kerja sama sinergis dengan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Bakir Pasaman menjelaskan bahwa sebagai BUMN holding produsen pupuk, perusahaan memiliki komitmen kuat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, khususnya melalui penyediaan pupuk bersubsidi sesuai penugasan atau alokasi yang ditetapkan pemerintah.

“Pupuk bersubsidi merupakan salah satu elemen penting dalam sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional sehingga penyalurannya harus dikawal ketat. Untuk itu, kami menjajaki kerja sama dengan Bareskrim Polri untuk ikut membantu kami dalam mengawasi penyaluran pupuk bersubsidi di berbagai daerah dan menindak tegas oknum yang melakukan penyelewengan karena sangat merugikan petani dan mengancam ketahanan pangan nasional,” tegas Bakir.

Selain itu, Pupuk Indonesia juga rutin berkoordinasi dengan berbagai pihak melalui petugas lapangan perusahaan yang tersebar di berbagai daerah. Mereka rutin berkoordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3), kelompok tani, hingga aparat TNI.

Tak hanya mengandalkan sumber daya manusia, langkah lain yang dilakukan PT Pupuk Indonesia adalah menggunakan teknologi informasi bernama Distribution Planning Control System (DPCS) untuk mengontrol rantai pasok distribusi pupuk bersubsidi.

Teknologi ini berupa sistem terintegrasi yang didesain untuk melakukan kontrol rantai pasok distribusi pupuk bersubsidi yang optimal dan aman sepanjang tahun.

Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal menjelaskan, melalui DPCS, perseroan bisa setiap saat memonitor kegiatan distribusi dan memonitor stok pupuk di lapangan. Selain untuk mencegah terjadinya kecurangan dan tindak kriminal, car aini bisa meminimalisir potensi kekurangan pupuk di daerah dan meningkatkan akurasi perencanaan distribusi.

“Fungsi dan manfaat DPCS mempermudah monitoring distribusi stok pupuk secara nasional yang dilakukan oleh Pupuk Indonesia Grup, yang menampilkan data dari lini 1 hingga lini 4 secara real time, termasuk pupuk dalam perjalanan (intransit) dan juga status Pelabuhan. Semua bisa dicek lewat sini, mana daerah yang stoknya kurang dan mana yang masih berlebih,” kata Gusrizal.

Karena itu, DPCS bisa dijadikan tools bagi manajemen Pupuk Indonesia dalam pengambilan keputusan secara cepat dan tepat. Pasalnya, berkat DPCS kini perseroan memiliki fitur Early Warning System pada tiap daerah yang kekurangan atau kelebihan pupuk. 

Nah, selain stok pupuk, data yang tersaji dalam sistem DPCS juga meliputi penjualan, alokasi di setiap daerah, kapasitas gudang, posisi pupuk yang dalam perjalanan baik darat maupun laut, kontak staf pemasaran di masing-masing wilayah, distributor, pengecer serta informasi rinci lainnya. (*)