Panduan Menata Tanaman di Rumah dengan Benar

Panduan Menata Tanaman di Rumah dengan Benar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Tren bertanam dan berkebun masih berlanjut hingga 2021. Berburu tanaman dari yang sedang tren, hingga berharga jutaan rupiah masih diminati para pecinta tanaman. Bahkan, bagi mereka yang sebelumnya tidak menyukainya. Dalam dunia tanam menanam, ada dua jenis tanaman yang bisa dikoleksi. Yakni yang outdoor ditanam di luar rumah, atau tanaman indoor yang bisa disimpan di dalam ruangan.

Tanaman hias memiliki berbagai karakter. Di daerah tropis di mana matahari bisa terik sepanjang hari, beberapa tanaman hias tidak bisa bertahan dengan baik. Karena itu, Anda juga harus memperhatikan jenis tanaman apa yang bisa mereka rawat sesuai kondisi lingkungan Anda. 

Tanaman Outdoor

Contoh tanaman hias yang tahan panas matahari adalah jengger ayam atau celosia. Bunga ini menyerupai jengger ayam dan berwarna merah keunguan. Tingginya mencapai 90 cm dengan batang tebal dan berdaun tunggal. Tanaman ini berasal dari daerah tropis dan sangat cocok ditanam di pekarangan rumah. Jengger ayam akan membuat warna pekarangan rumah anda lebih sejuk dipandang mata. 

Selanjutnya ada bougenville (bunga kertas) yang memiliki warna merah jambu, putih, oranye, hingga kuning. Tanaman ini bisa tumbuh rimbun, dan memiliki batang berduri yang keras. Bahkan, tanaman ini bisa tumbuh hingga 10 meter. Lalu ada kaktus yang banyak ditemukan di daerah gurun. Daunnya yang bisa berubah menjadi duri akan mengurangi penguapan air saat suasana amat panas.

Tanaman Indoor 

Salah satu tanaman hias yang tidak membutuhkan sinar matahari, seperti aglaonema atau yang juga dikenal dengan nama chinese evergreen, memang mempunyai pesona tersendiri. Daunnya yang warna-warni, mulai dari hijau, merah muda, hingga merah terlihat begitu memanjakan mata. 

Untungnya, aglaonema juga tergolong tanaman hias yang tidak butuh banyak cahaya matahari. Sama seperti tanaman sebelumnya, aglaonema juga dipercaya bisa membersihkan udara. Namun perlu diperhatikan, aglaonema membutuhkan tanah yang lembab cenderung kering. Jadi, pastikan untuk menyiramnya secara rutin dan berkala. 

Selanjutnya ada calathea yang cocok diletakkan dalam ruangan dalam rumah minim sinar matahari. Meskipun tanaman yang menakjubkan ini bisa sangat toleran terhadap cahaya sinar matahari yang minim atau redup, kaku, Anda harus menjauhkannya dari cuaca dingin. Hindari menempatkannya di ruang berangin atau dekat ventilasi, terlebih pada ruangan ber-AC, dan calathea akan baik-baik saja. 

Philodendron bisa menjadi pilihan karena lebih menyukai cahaya yang terhalang, seperti kanopi hutan hujan tropis. Jika mereka diletakkan di tempat yang terlalu teduh, mereka cenderung memudar menjadi hijau kusam. Pilih media pot yang dikeringkan dengan baik yang tidak basah terlalu lama karena philodendron lebih menyukai kelembapan dan tidak suka keadaan tanah yang basah. 

Ada juga pothos atau sirih gading yang menjadi tanaman dalam ruangan terbaik untuk situasi cahaya rendah. Pothos adalah tanaman merambat yang mudah dirawat di rumah yang tergantung di keranjang, memanjat tiang tanaman, atau tumpah ke tepi meja atau rak.

Berbagai Jenis Tanaman, Tahan Sinar Matahari Atau Tidak?

Dalam memilih tanaman dan memilih untuk ditempatkan di bagian rumah perlu memperhatikan beberapa hal agar kombinasi tanaman yang menarik di tempat yang tepat dapat sepenuhnya mengubah tampilan ruangan di dalam rumah. Selain di ruangan tamu, dan keluarga, tanaman juga bisa diletakkan di dalam kamar, karena kamar memiliki suasananya sendiri-sendiri. 

Namun yang perlu diingat adalah jenis tanaman yang dipilih jangan yang berdaun rimbun dan membutuhkan sinar matahari banyak. Dari perspektif desain interior, tanaman harus menggunakan sepersepuluh dari permukaan rumah. Jika kurang dari ini, mereka kurang terlalu terlihat sebagai salah satu elemen dekorasi di dalam rumah. 

Di sisi lain, jika tanaman diletakkan lebih dari sepersepuluh, tanaman akan memakan terlalu banyak ruang. Ruang tamu, dapur, kamar tidur, dan kamar mandi adalah ruangan yang paling banyak digunakan di sebuah rumah. Jadi, mendekorasi area ini dengan tanaman dan bunga akan memberi area ini lebih memiliki nuansa yang berbeda. Namun, kembali lagi meletakkan tanaman harus tergantung dari jumlah cahaya, kelembaban di setiap ruangan.

  1. Di Lorong

Biasanya, daerah ini mendapat sedikit cahaya alami. Letakkan tanaman dan bunga kering di area ini. 

  1. Ruang tamu 

Ini adalah area yang mudah didekorasi dengan tanaman karena mendapat lebih banyak cahaya. Seberapa besar tanamannya, tergantung dari ruangan yang akan diletakkan tanaman. 

  1. Ruang makan

Di beberapa rumah, area ini menjadi ruang yang memiliki peralatan dan perlengkapan rumah tangga yang lengkap. Jadi, tanaman yang lebih sedikit membutuhkan sinar matahari dan berukuran kecil dapat diletakkan di area ini. 

  1. Dapur 

Pertimbangan jenis tanaman untuk di area ini adalah seberapa sering Anda memasak dan seberapa ventilasi yang ada di dalam ruangan ini. 

  1. Kamar tidur 

Jika pencahayaannya cukup, kamar tidur adalah tempat yang bagus untuk meletakkan banyak jenis tanaman, tetapi dengan ukuran yang tidak terlalu besar. 

  1. Kamar mandi

Ruangan ini memiliki kelembapan paling tinggi di rumah. Ini membuatnya sempurna untuk banyak tanaman hias, meskipun harus memperhitungkan seberapa banyak kelembapan dan cahaya matahari yang didapatnya.  

Jangan lupa untuk memberikan pupuk yang tepat bagi tanaman hias agar rajin berkembang. Pupuk yang bisa diberikan adalah NPK atau Nitrogen (N) untuk meningkatkan pertumbuhan dedaunan yang subur, lalu Fosfor atau Fosfat (P) untuk meningkatkan pembungaan dan pembentukan buah dan Kalium (K) untuk mengembangkan sistem akar yang sehat. 

Bisa juga memberikan pupuk kimia yang dibuat dengan dengan menggabungkan bahan kimia anorganik untuk membentuk senyawa seperti amonium nitrat atau magnesium sulfat. Beberapa keuntungan dari pupuk kimia adalah harganya yang murah, mudah didapat, dan tanaman yang tumbuh cepat seperti bunga tahunan menyerap nutrisi dengan cepat. 

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) sebagai perusahaan BUMN telah memproduksi berbagai pupuk untuk tanaman seperti Amoniak, Urea, Pupuk NPK dengan segmen pasar dalam maupun luar negeri. Untuk wilayah distribusi sektor subsidi dalam negeri, wilayah pemasaran Pupuk Kaltim meliputi 2/3 wilayah Indonesia yakni Kawasan Timur Indonesia hingga Papua dan sebagian besar Jawa Timur dan Kalimantan, kecuali Kalimantan Barat.  

Perseroan juga mengembangkan berbagai pupuk ramah lingkungan (eco-friendly product). Untuk pupuk hayati (Biotara dan Ecofert) dikembangkan bahan aktif mikroba unggul dengan bahan pembawa organik (kompos dan humat) serta mineral (zeolit). (*)