cara memupuk padi yang benar

Pemupukan Tepat untuk Tanaman Padi Sehat

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Padi atau Oryza Sativa merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting bagi manusia. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia, terutama di Asia.

Jenis padi pada umumnya ditanam di sawah yang digenangi air. Namun ada juga jenis padi yang ditanam di lahan kering. Saat tanaman padi menguning, butir-butir buah padi yang sudah lepas dari tangkainya disebut gabah. Sementara yang sudah dipisahkan dari kulit luarnya disebut beras. Beras inilah yang kemudian dimasak menjadi nasi.

Padi Komoditas Utama di Indonesia

Di Indonesia, padi sendiri menjadi komoditas strategis dari sisi ekonomi maupun sosial, karena tanaman pangan ini merupakan makanan pokok utama penduduk Tanah Air. Selain sebagai makanan pokok, beras juga digunakan sebagai bahan baku dalam industri pangan dan non-pangan. 

Pada industri pangan, beras menjadi bahan baku pembuatan tepung beras, bihun, kue basah maupun kue kering, dan lain-lain. Sedangkan pada industri non-pangan beras juga digunakan pada pembuatan lem atau perekat, bahan kosmetik dan obat-obatan.

Meski menjadi komoditas penting, produktivitas padi di Indonesia tidak melulu mengalami peningkatan. Sejak tiga tahun terakhir, produksi padi cenderung fluktuatif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pada tahun 2018, produksi padi di Indonesia mencapai 59,2 juta ton gabah kering giling (GKG). Lalu turun menjadi 54,6 juta ton pada 2019. Sementara pada 202 mengalami sedikit kenaikan menjadi 54,65 juta ton.

Sementara itu, luas panen padi terus berkurang sejak tiga tahun terakhir. Pada 2018 luas panen mencapai 11,37 juta hektare, kemudian turun menjadi 10,67 juta hektare. Pada 2020 kembali turun menjadi 10,65 juta hektare.

Pada Maret 2021, BPS memprediksi produksi padi kembali mengalami peningkatan. Kepala BPS, Suhariyanto menyebutkan potensi produksi padi periode Januari–April 2021 diperkirakan mencapai 14,54 juta ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 3,08 juta ton (26,84 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada subround yang sama tahun lalu sebesar 11,46 juta ton.

Luas panen juga diprediksi meningkat. Menurut BPS potensi luas panen padi pada subround Januari – April 2021 mencapai 4,86 juta hektare atau mengalami kenaikan sekitar 1,02 juta hektare (26,53 persen) dibandingkan subround Januari – April 2020 yang sebesar 3,84 juta hektare.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menyebut pencapaian peningkatan produksi beras tahun 2020 dan awal 2021 merupakan hasil yang diperoleh dari strategi dan kebijakan yang dijalankan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Peningkatan produksi pangan strategis berbasis konsep pertanian yang maju, mandiri dan modern yakni penggunaan bibit unggul, pupuk berkualitas, mekanisasi pertanian modern yang mempercepat olah tanah, tanam dan panen, asuransi pertanian dan pendampingan yang masif serta berjalanya program perluasan areal tanam baru di semua daerah.

“Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, kami terus terjun ke lapangan, tidak hanya sekedar memonitor tapi memastikan langsung dan cepat mengambil langkah nyata jika terdapat lahan yang belum melakukan pengolahan dan penanaman,” ujarnya dilansir Republika.co.id, 1 Maret 2021.

“Terobosan lainnya yang punya andil besar juga adalah percepatan olah tanah pada lahan tadah hujan, lahan kering dan sawah di lokasi yang sudah siap airnya didukung modal dari KUR (kredit usaha rakyat),” imbuh Suwandi.

Tahapan Pemupukan Padi Sesuai Umur 

Dari penjelasan Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi, pemupukan menjadi salah satu faktor penting dalam konsep pertanian yang maju, mandiri dan modern yang diusung Kementan. Untuk itu, petani harus memahami pola pemupukan tepat. 

Pemupukan yang efektif dan efisien harus sesuai dosis rekomendasi dan dilakukan pada waktu dan cara yang tepat. Dosis rekomendasi pemupukan dapat dilihat pada aplikasi Kalender Tanam (KATAM) atau dapat ditanyakan pada petugas penyuluh pertanian setempat. Jika memiliki Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) akan lebih akurat untuk menentukan dosis pemupukan karena spesifik pada lahan yang digunakan.

Tujuan pemupukan adalah menambahkan sejumlah hara dari yang tersedia di tanah dengan memberikan pupuk agar kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Pemupukan berimbang diperlukan oleh tanaman agar proses fisiologi dan metabolisme berjalan dengan baik.

Keseimbangan antara unsur nitrogen, phospat (P) dan Kalium (K) sebagai unsur makro mutlak diperlukan. Kelebihan pemupukan N seperti terkandung pada urea akan berakibat tanaman menjadi lebih herbaceous (lunak berair), hal ini akan membuat tanaman lebih rentan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, kelebihan N akan memicu tanaman menyusun senyawa protein yang diperlukan oleh hama dan penyakit.

Selanjutnya, dosis pemupukan yang tepat tidaklah cukup membuat tanaman tumbuh dengan optimal. Waktu yang tepat untuk pemupukan memiliki peran yang tidak kalah pentingnya. Jika terjadi keterlambatan dalam pemupukan, maka manfaat dari pupuk tersebut tidak dapat digunakan dengan baik oleh tanaman.

Adapun tahapan pemupukan untuk tanaman padi secara umum, yaitu:

  • Pemupukan pertama dilakukan pada saat tanaman padi berumur 7-10 HST, terdiri dari 37,5%-40% pupuk urea dan 50% NPK Pelangi dari rekomendasi pemupukan setempat.
  • Pemupukan kedua dilakukan pada umur 21-25 HST dengan dosis dan komposisi pemupukan seperti pada pemupukan pertama.
  • Pemupukan ketiga dilakukan pada umur 30-35 HST jika diperlukan, yaitu jika warna daun kurang hijau dipupuk dengan sisa urea yaitu 20%-25% dari dosis rekomendasi

Selain penggunaan pupuk kimia, pada budidaya tanaman padi sangat dianjurkan untuk menambahkan pupuk organik. Pupuk organik yang dianjurkan berupa pupuk kandang atau kompos jerami sebanyak 2 ton per hektare setiap musim.

Penggunaan pupuk organik dapat mengembalikan sifat-sifat tanah, memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan serta menggemburkan tanah yang telah padat karena efek penggunaan pupuk anorganik atau pupuk kimia.

Teknik pemupukan tanaman padi sendiri memang sangat relatif, tidak ada ukuran secara pasti dosis dan waktu yang ditentukan, karena banyak sekali faktor yang harus diperhatikan. Struktur tanah dengan kondisi unsur hara yang berbeda-beda tentu juga memerlukan teknik yang berbeda dalam hal pemupukannya.

Kondisi Tanah Ideal untuk Pertumbuhan Tanaman Padi

Tanah yang baik untuk tanaman padi ialah tanah yang mampu memberikan kondisi tumbuh tanaman padi. Tanaman padi biasa ditanam dengan menggunakan dua jenis lahan, yaitu lahan sawah dan lahan kering (ladang).

Untuk lahan sawah, tanaman padi biasa digenangi oleh air dalam waktu yang cukup lama agar dapat mencukupi kebutuhan air selama musim tanam. Biasanya, lahan yang dijadikan persawahan memiliki kandungan lempung yang tinggi sehingga sukar dilewati oleh air.

Untuk di lahan kering, tanaman padi dapat tumbuh juga asalkan kebutuhan air dalam tanah tercukupi sehingga tidak mengganggu proses pertumbuhan tanaman padi 

Padi dapat tumbuh dengan baik pada tanah yang ketebalan lapisan atasnya antara 18-22 cm dengan pH tanah berkisar antara 4-7.

Kondisi tanah sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi. Untuk itu petani disarankan untuk melakukan pengamatan pada lahan pertanian secara rutin. (*)