Peringatan Hari Pangan Sedunia: Upaya Pupuk Kaltim Menjaga Ketahanan Pangan Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Tahukah Anda, setiap 16 Oktober diperingati sebagai hari Pangan Sedunia atau World Food Day? Ternyata ada alasan untuk memilih tanggal tersebut sebagai Hari Pangan Sedunia.

Tanggal tersebut dipilih karena merupakan lahirnya Organisasi Pangan dan Pertanian PBB atau Food and Agriculture Organization (FAO) of the United Nation, yakni 16 Oktober 1945 di Quebec, Kanada. Ide ini dating dari mantan Menteri Pertanian dan Pangan Hungaria Dr. Pal Romany yang memimpin delegasi Hungaria pada sesi ke-20 Konferensi FAO.

Selanjutnya pada November 1979, negara-negara anggota FAO menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Pangan Sedunia dan menyerukan peringatan Hari Pangan Sedunia pada 16 Oktober 1981. Sejak saat itu, Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun.

Lalu, apa tujuan Hari Pangan Sedunia diperingati setiap tahun? Melansir Day of the Year, Hari Pangan Sedunia diperingati untuk menyadarkan masyarakat dunia akan pentingnya organisasi FAO dan didedikasikan untuk mengatasi kelaparan. 

Selain itu, peringatan tersebut juga untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan penting agar kebijakan pertanian yang diterapkan bisa memastikan adanya makanan yang cukup tersedia bagi semua orang. 

Dalam beberapa tahun terakhir, Hari Pangan Sedunia fokus pada berbagai aspek ketahanan pangan dan pertanian, termasuk komunitas nelayan, perubahan iklim, dan keanekaragaman hayati.

Momentum Peringatan Hari Pangan Sedunia 2022

Sebagai anggota FAO, Indonesia rutin memperingati Hari Pangan Sedunia. Pada 2022 ini, peringatan Hari Pangan Sedunia akan diselenggarakan di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. 

Pakar Pertanian Universitas Jenderal Soedirman Prof Totok Agung Dwi Haryanto mengatakan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober merupakan momentum untuk membangun ketahanan pangan secara berkelanjutan.

“Hemat saya, Hari Pangan Sedunia itu harus dimaknai sebagai bentuk penghargaan, kepedulian, dan revitalisasi perhatian negara seluruh dunia terhadap arti penting pangan, arti penting produsen pangan,” kata Totok. 

Selain itu, kata dia, isu dunia sejak zaman dulu sampai 100 tahun ke depan sebenarnya hanya ada dua, yaitu pangan dan energi. Oleh karena itu, momentum Hari Pangan Sedunia semestinya juga untuk menyadarkan kembali kepada semua pihak bahwa petani merupakan aktor yang paling berkontribusi dalam penyediaan pangan bagi seluruh umat di dunia.

“Kalau petani sebagai aktor paling depan dalam menyiapkan pangan sampai tidak sejahtera, hal itu sebetulnya tanggung jawab semua pihak khususnya negara,” ujarnya.

Totok menambahkan, apabila para petani bisa dibuatkan kegiatan atau program yang mampu menyejahterakan petani, otomatis mereka akan bekerja sesuai kompetensinya menghasilkan pangan untuk seluruh negeri itu dengan bahagia dan penuh semangat.

Langkah PKT Menjaga Ketahanan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang wajib terpenuhi setiap harinya. Terpenuhinya pangan ini berkaitan erat dengan performa industri pertanian yang merupakan salah satu penopang perekonomian nasional.

Berkaitan dengan hal tersebut, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai produsen pupuk urea terbesar di tanah air memahami bahwa akselerasi pertanian diperlukan untuk mengoptimalkan produktivitas. Di antaranya melalui pengembangan sumber daya manusia.

Sejak 2020 lalu, Pupuk Kaltim menginisiasi program Makmur (sebelumnya Agro Solution) fokus pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kini, Pupuk Kaltim bersama instansi lainnya yang berada di bawah naungan group PT Pupuk Indonesia bersama-sama menjalankan program Makmur di seluruh Indonesia.

Latest Article