hari tani nasional

Peringatan Hari Tani Nasional: Upaya Pupuk Kaltim dalam Meningkatkan Performa Petani

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh pada 24 September lalu dimaknai sebagai momentum untuk terus memperkuat komitmen dalam memajukan industri pertanian Indonesia. Salah satunya, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), salah satu stakeholder pertanian ini ikut berperan dalam memberdayakan petani melalui “Program Makmur”.

Program Makmur sendiri merupakan sebuah program yang diinisiasi oleh PKT untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan petani, melalui ekosistem berkelanjutan. Program ini sebelumnya dikenal sebagai Agro Solution dan telah mencakup seluruh wilayah Indonesia.

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi menyebutkan perseroan memaknai Program Makmur sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap petani di hari Tani Nasional tahun ini. Sekaligus menjalankan komitmen ketahanan pangan nasional. Program ini juga sebagai apresiasi untuk petani atas jasanya dalam memenuhi kebutuhan pangan bagi masyarakat Indonesia.

“Program Makmur Ini adalah salah satu upaya kami untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan produktivitas mereka,” katanya dalam rilis yang diterima tim Demfarm.id (28/9).

Pupuk Kaltim diberikan tugas untuk mengembangkan program Makmur di wilayah Sulawesi (Barat, Selatan, Tengah dan Utara); Bali; Gorontalo; Jawa (Tengah dan Timur); Kalimantan (Barat, Timur dan Utara); NTB dan NTT. 

Hingga Agustus 2021, program Makmur Pupuk Kaltim telah dilaksanakan di lahan seluas 9.231 hektare atau sudah mencapai 77% dari total target di 2021, yaitu seluas 12.000 hektare.

Sementara dalam aspek komoditas yang dikembangkan dalam program ini, Pupuk Kaltim fokus pada komoditas pangan seperti padi, jagung, kakao, bawang merah dan tebu. Selaras dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani, jumlah petani yang tergabung dalam program ini menjadi elemen utama. 

Pupuk Kaltim menargetkan 9.000 orang petani tergabung dalam program Makmur di 2021. Realisasi program hingga Agustus 2021, Pupuk Kaltim telah berhasil mencapai 58% dari target 2021, yakni sebanyak 6.535 orang petani.

Produktivitas kerja petani juga dikembangkan pada Program Makmur yang menjadi tolak ukur utama dalam meningkatkan penghasilan para petani. 

Pada Agustus 2021, petani dengan komoditas padi berhasil meningkatkan produktivitas rata-rata hingga 137% dibandingkan sebelum tergabung dalam Program Makmur. 

“Nyatanya, produktivitas ini mampu meningkatkan keuntungan petani komoditas padi hingga 151%. Perkembangan yang luar biasa ini tidak hanya terjadi di komoditas padi, tetapi juga di komoditas lainnya seperti jagung,” ujarnya.

Program Makmur yang Berhasil

Salah satu Program Makmur yang telah berhasil dijalankan PKT, yaitu berada di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Program Makmur PKT di wilayah ini berhasil menjadi sentra padi yang dikembangkan di lahan seluas 120 hektare pada April 2021.

Sebelum bergabung dengan program Makmur, produktivitas petani mencapai 6.000 ton/ha dengan keuntungan senilai Rp14,65 juta/ha.

Produktivitas petani meningkat 37% atau sebesar 8.200 ton/ha dengan keuntungan mencapai Rp21,91 juta/ha pada April 2021 setelah program berjalan. Setara dengan 50% peningkatan keuntungan dibandingkan sebelum bergabung dalam program Makmur. 

Berkat program yang dijalankan dengan baik, 95 orang petani di kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan berhasil meningkatkan produktivitasnya dan langsung berdampak pada pendapatan.

Menurut Rahmad, dampak positif lainnya juga ditawarkan oleh program Makmur kepada petani, seperti mengupayakan adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani. Offtaker akan membeli hasil panen petani sesuai dengan harga pasar. Terdapat pula akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian. 

“Itulah sebabnya bukan hanya akselerasi produktivitas pertanian yang didapatkan, namun juga peningkatan pendapatan bagi para petani dengan harapan kesejahteraan mereka juga dapat meningkat,” tutupnya.