Petani Harus Kenali Pupuk Berkualitas

Petani Harus Kenali Pupuk Berkualitas

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Konsumsi pupuk di Indonesia setiap tahunnya terus mengalami peningkatan, seiring peningkatan kapasitas produksi petani dalam negeri. Kenaikan terjadi khususnya pada jenis urea dan NPK.

Berdasarkan data Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) pada 2018 lalu, konsumsi urea tumbuh 5% dari 5,97 juta ton pada 2017 menjadi 6,27 juta ton, sedangkan konsumsi NPK naik 7,88% dari 2,60 juta ton menjadi 2,80 juta ton.

Kenaikan juga terjadi untuk jenis fosfat, ZA, dan pupuk organik. Berdasarkan trennya, konsumsi pupuk pada tahun-tahun berikutnya diperkirakan tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Peningkatan konsumsi pupuk tersebut menjadi indikasi petani mulai menyadari bahwa pupuk memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan produksi pertanian. Namun bukan sembarang pupuk yang digunakan, kegagalan yang dialami petani juga  dapat disebabkan kesalahan dalam pemilihan pupuk.

Untuk itu, petani harus terus mendapatkan edukasi terkait pemilihan pupuk yang yang tepat dan berkualitas dengan formulasi yang teruji sehingga potensi kegagalan panen dapat dihindari.

Beberapa manfaat penggunaan pupuk berkualitas bagi tanaman, di antaranya: 

Mengoptimalkan Proses Pertumbuhan Tanaman

Aktivitas pengolahan tanah yang dilakukan secara terus-menerus dapat menyebabkan tanah kehilangan unsur hara. Pemberian pupuk berkualitas pada tanah dapat meningkatkan kadar hara secara optimal dan membuat tumbuhan pada media tanam tersebut dapat kembali tumbuh secara subur. Pupuk berperan untuk memberikan nutrisi pada tanah yang digunakan sebagai media tanam. Dengan begitu, tanaman dapat tumbuh subur dalam waktu yang relatif singkat.

Membuat Tanaman Tahan Terhadap Serangan Hama

Jika pupuk digunakan memiliki kualitas yang baik serta diberikan dalam takaran yang sesuai, tanaman lebih tahan terhadap serangan hama yang dapat merusak tanaman dan menyebabkan gagal panen. 

Merangsang Pertumbuhan Akar, Batang, dan Daun

Salah satu teknik yang dilakukan untuk memperbanyak jumlah tanaman adalah mengaplikasikan metode setek. Untuk memaksimalkan teknik setek yang Anda lakukan, penggunaan pupuk yang tepat dapat memengaruhi proses rangsangan pertumbuhan akar, batang dan daun sehingga tanaman akan tumbuh secara rimbun. Supaya proses penanaman tumbuhan dapat berjalan secara optimal, Anda harus memilih pupuk dengan kualitas terbaik dengan varian sesuai jenis tanaman.

Ciri Pupuk Berkualitas Baik

Berdasarkan bentuk fisiknya, pupuk terbagi menjadi 2 macam, yaitu pupuk padat dan pupuk cair. Pupuk padat berbentuk bahan padat seperti bentuk onggokan, remahan, butiran, atau kristal. Pemakaian pupuk padat langsung ditaburkan di media tanam. Contoh pupuk padat, antara lain humus, pupuk kandang, pupuk urea, dan pupuk NPK mutiara.

Sedangkan pupuk cair adalah pupuk yang berbentuk bahan cair, berupa konsentrat atau cairan. Pemakaian pupuk cair dilakukan dengan penyemprotan dan penyiraman. Contoh pupuk cair di antaranya kosarin, pupuk  amonia cair, dan pupuk organik cair.

Pupuk yang diberikan pada awal tanam baik itu pupuk organik maupun kimia yang berbentuk padat atau cair bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pupuk makro maupun mikro pada tanaman dengan dosis yang telah ditentukan. Namun ada pula petani yang mengeluhkan kebunnya tidak juga memberikan hasil yang memuaskan padahal telah diberi pupuk. 

Jika Anda mengalami kasus seperti di atas, mungkin pupuk yang Anda gunakan memiliki kualitas yang buruk. Karena itu, penting bagi Anda yang bergelut di bidang pertanian untuk mengetahui ciri-ciri pupuk padat dan cair yang memiliki kualitas baik. 

Beberapa ciri pupuk padat yang menandakan pupuk memiliki kualitas baik adalah:

Bau dan aroma pupuk seperti bau tanah tidak lagi berbau kotoran/sampah.

Memiliki warna yang kehitaman. Jika masih hijau atau cokelat masih belum memiliki kualitas baik.

Pupuk yang baik memiliki suhu yang stabil, apabila kita pegang maka rasanya dingin ditangan.

Tes perkecambahan, apabila diletakkan benih diatas pupuk maka akan tumbuh dengan subur.

Memiliki tekstur seperti remah, dimana tidak terlalu keras dan mudah terurai

Beberapa ciri pupuk cair yang mengindikasikan pupuk berkualitas baik adalah:

Mengandung unsur hara makro Nitrogen, Phospor, dan Kalium (NPK).

Mengandung unsur hara mikro.

Mengandung hormon atau ZPT.

Terdapat kandungan C organic.

Mengandung tingkat keasaman pH antara 6-8.

Coba semprot atau berikan nutrisi pupuk cair ke salah satu benih, apabila tumbuh berarti memiliki kualitas yang baik.

Produsen Pupuk di Indonesia

Pemerintah Indonesia menunjuk Badan Usaha Milik Negera (BUMN) PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk memenuhi kebutuhan pupuk berkualitas bagi petani Tanah Air. PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan produsen pupuk Urea terbesar di Asia dan 10 besar di dunia dengan total aset pada tahun 2017 sebesar Rp 128,49 triliun dan total kapasitas produksi pupuk mencapai 12,6 juta ton per tahun.

Dalam mengemban tugas bagi ketahanan pangan nasional, PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama 5 anak perusahaannya yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan bertugas memproduksi dan memasarkan pupuk Urea, NPK, ZA, Organik, dan SP-36. Adapun 5 anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) tersebut, yaitu:

1. PT Petrokimia Gresik

PT Petrokimia Gresik resmi berdiri pada tanggal 10 Juli 1972, yang memproduksi pupuk urea, ZA, SP-36, Phonska, DAP, NPK, ZK, Petroganik, KCL, Rock Phosphate, TSP dan industri kimia lainnya. Perusahaan berlokasi di Kabupaten Gresik, Propinsi Jawa Timur dengan kepemilikan saham PT Pupuk Indonesia (Persero) 99,99% dan Yayasan Petrokimia Gresik 0,01%.

PT Petrokimia Gresik memiliki 3 kawasan pabrik dengan masing-masing kapasitas produksi sebagai berikut: Kawasan pabrik I Urea 1.030.000 ton/tahun dan Amonia 1.105.000 ton/tahun, Kawasan pabrik II Phonska I 2.250.000 ton/tahun dan Phonska II 370.000 ton/tahun, kawasan pabrik III Asam Sulfat I 1.170.000 ton/tahun dan Asam Sulfat II 400.000 ton/tahun.

2. PT Pupuk Kujang Cikampek

PT Pupuk Kujang resmi berdiri pada tanggal 9 Juni 1975, yang memproduksi pupuk urea, NPK, dan industri kimia lainnya. Perusahaan berlokasi di Cikampek, Propinsi Jawa Barat dengan kepemilikan saham PT Pupuk Indonesia (Persero) 99,99% dan Yayasan Kesejahteraan Warga PT Pupuk Kujang 0,01%.

PT Pabrik Kujang memiliki 2 pabrik, yaitu Pabrik Kujang 1A dengan kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun  dan Amonia 330.000 ton/tahun, serta Pabrik Kujang 1B dengan kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 330.000 ton/tahun.

3. PT Pupuk Kalimantan Timur

PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) resmi berdiri pada tanggal 7 Desember 1977, yang memproduksi pupuk urea, NPK, dan industri kimia lainnya. Perusahaan berlokasi di Bontang, Propinsi Kalimantan Timur dengan kepemilikan saham PT Pupuk Indonesia (Persero) 99,99% dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT Pupuk Kalimantan Timur 0,01%.

PT Pupuk Kaltim memilki 5 pabrik. Pabrik Kaltim-1A dengan kapasitas produksi Amonia 660.000 ton/tahun dan Urea 570.000 ton/tahun. Pabrik Kaltim-2 dengan kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 595.000 ton/tahun. Pabrik Kaltim-3 dengan kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 330.000 ton/tahun.

Sementara itu, Pabrik Kaltim-4 memiliki kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 330.000 ton/tahun. Pabrik Kaltim-5 memiliki kapasitas produksi Urea 1.155.000 ton/tahun dan Amonia 825.000 ton/tahun. 

4. PT Pupuk Iskandar Muda

PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) resmi berdiri pada tanggal 24 Februari 1982, yang memproduksi pupuk urea, dan industri kimia lainnya. Perusahaan berlokasi di Lhokseumawe Propinsi Aceh dengan kepemilikan saham PT Pupuk Indonesia (Persero) 99,99% dan Yayasan Kesejahteraan PT Pupuk Iskandar Muda 0,01%.

PT Pupuk Iskandar Muda memiliki dua pabrik, yaitu Pabrik PIM 1 dengan kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 330.000 ton/tahun, serta Pabrik PIM 2 dengan kapasitas produksi Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 396.000 ton/tahun.

5. PT Pupuk Sriwidjaja Palembang

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang resmi berdiri pada tanggal 24 Desember 1959, yang memproduksi pupuk urea, dan industri kimia lainnya. Perusahaan berlokasi di Palembang, Propinsi Sumatera Selatan dengan kepemilikan saham PT Pupuk Indonesia (Persero) 99,99% dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang 0,01%.

PT Pupuk Sriwidjaja Palembang memiliki 4 pabrik dengan masing-masing kapasitas produksi sebagai berikut: Pabrik Pusri IB Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 446.000 ton/tahun, Pabrik Pusri IIB Urea 907.500 ton/tahun dan Amonia 660.000, ton/tahun, Pabrik Pusri III Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 363.000 ton/tahun, Pabrik Pusri IV Urea 570.000 ton/tahun dan Amonia 363.000 ton/tahun.