Manfaat pemupukan

Petani Kudu Tahu: Pupuk Organik Hayati adalah Kunci

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pertanian konvensional maupun modern mutlak membutuhkan pupuk sebagai penyubur lahan maupun tanaman. Meningkatkan hasil yang maksimal dengan lahan subur, tanaman terawat dan produktif menjadi dambaan semua yang bercocok tanam, baik tanaman pangan, hortikultura maupun perkebunan. 

Belum lama ini, Kementerian Pertanian melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) menyosialisasikan penggunaan pupuk organik yang diperkaya dengan mikroba atau disebut pupuk organik hayati.

Pupuk organik hayati diungkapkan Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry bisa menjadi solusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mengembalikan kesuburan tanah.

“Bentuk pupuk organik dapat berupa padat atau cair. Pupuk diperkaya bahan mineral atau mikroba yang sangat bermanfaat. Berfungsi, untuk menyehatkan tanah pertanian,” kata dia melansir antaranews.com.

Saat ini, dia menambahkan pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak terus memperluas pengetahuan petani dalam menggunakan pupuk organik hayati.

“Semakin banyak, petani menggunakan pupuk organik maka kesuburan lahan pun terus membaik,” ujar dia.

Peneliti Balai Penelitian Tanah (Balittanah) Dr. Ir. Etty Pratiwi menjelaskan pupuk organik, seperti pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos bisa diperkaya dengan mikroba seperti Trichoderma (dekomposer), mikroba penghasil antipatogen, mikroba pelarut P, dan bakteri penambat. Namun, mikroba tidak serta-merta ditambahkan ke pupuk organik, tetapi harus memenuhi kualifikasi dan melalui beberapa proses. Syarat pupuk hayati pengaya adalah bersifat unggul artinya memiliki sifat fungsional dan daya tahan. 

Selain itu, jika menggunakan lebih dari satu mikroba, mikroba nya tidak bersifat saling antagonis.

“Mikroba juga harus dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di dalam pupuk organik serta bisa memberikan nilai tambah pada pupuk organik,” ujarnya.

PT Pupuk Kaltim memproduksi tiga macam pupuk hayati yang telah dijual secara bebas baik di pasar online maupun kios pupuk yang mudah dijangkau petani.

1. Ecofert

Ecofert adalah pupuk hayati produksi Pupuk Kaltim yang mampu meningkatkan tersedianya unsur hara N dan P, memacu pertumbuhan tanaman, meningkatkan penyerapan unsur hara tanah dan meningkatkan efisiensi pemupukan sehingga dapat menghemat pupuk NPK hingga 25% dari dosis standar dengan pemakaian Ecofert dosis 20-40 kh/ha saat pengolahan tanah. 

Ecofert mengandung bahan aktif Bacillus subtilis, B. flexus, Pseudomonas mendocina, dan Aspergillus niger. Ecofert berbentuk granul dengan variasi kemasan 1 kg, 5 kg, dan 20 kg.

2. Biotara

Pupuk Hayati yang adaptif dengan tanah masam lahan rawa, sehingga mampu meningkatkan produktivitas tanaman di tanah masam lahan rawa. Biotara mengandung bahan aktif Trichoderma sp., Bacillus sp, dan Azospirillum sp.

Biotara berbentuk serbuk dan berwarna kehitaman, dengan variasi kemasan 2,5 kg dan 12,5 kg. Beberapa keunggulan dalam penggunaan Biotara, seperti peningkatan efisiensi pemupukan terutama N dan P, penghematan pemupukan NPK hingga 25% dari dosis standar lahan rawa, dekomposisi sisa-sisa organik, pengurangan pencemaran lingkungan, dan peningkatan hasil padi di lahan rawa dengan pemakaian Biotara dosis 25 kg/ha saat pengolahan tanah.

3. Biodex

Selain Ecofert dan Biotara, Pupuk Kaltim juga memproduksi aktivator pengomposan dengan merek dagang biodex, yang mampu mempercepat proses pengomposan dengan bahan aktif jamur unggul. Biodex merupakan bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik. 

Formula Biodekomposer Biodex dibuat dengan menggunakan bahan aktif mikroba unggul yang diisolasi dari berbagai sumber bahan yang mengandung lignin dan selulosa tinggi seperti Trichoderma polysporum, T. viride, dan Fomitopsis meliae.

Biodex berbentuk bubuk berwarna coklat kehitaman dan saat ini dijual dalam kemasan 1 kg, 2,5 kg, 5 kg, dan 10 kg. Biodex memiliki beberapa keunggulan, yaitu sesuai untuk limbah organik padat, tidak membutuhkan tambahan nutrisi, tidak perlu dilakukan pembalikan pada saat proses pengomposan dan sesuai untuk daerah tropis, dengan dosis pemakaian 2,5-5 kg/ton bahan organik.

Harga Pupuk Hayati

Sejumlah platform pasar digital juga menawarkan pupuk hayati yang diproduksi berbagai produsen, termasuk milik PT Pupuk Kaltim. Berikut perbandingan harga pupuk hayati di dua pasar digital shopee dan tokopedia:

Shopee

Pupuk hayati ecofert Rp14.000 per kilogram. Sementara Biotara pupuk hayati lahan rawa Rp145.000 per 10 kg.

Tokopedia

Pupuk hayati/pembenahan tanah organik (Biofertilizer) ecofert Rp20.000 per kilogram. Kemudian Biotara/pupuk hayati untuk lahan rawa Rp205.750/10 kilogram.

Sedangkan, di platform bukalapak, produk pupuk hayati Biodex menjadi “best seller” dengan harga Rp702.000 per 25 kilogram.

Manfaatnya bagi produktivitas pertanian

Pengayaan pupuk organik dengan mikroba uji memberikan manfaat dan lebih menyuburkan tanaman. Sebagai contoh, pupuk organik yang diperkaya dengan Trichoderma bisa mengurangi layu Fusarium sp. pada cabai dan bercak coklat pada tomat. Tidak hanya itu, terdapat beberapa manfaat lainnya dari pengayaan pupuk organik dengan mikroba.

Pupuk organik yang diperkaya mikroba bisa meningkatkan efisiensi pupuk anorganik 20-50 persen, meningkatkan hasil panen 20-50 persen, meningkatkan kualitas hasil panen, ketahanan tanaman, dan bisa memperbaiki kerusakan tanah akibat penggunaan pupuk kimia dan pestisida yang berlebihan.

Penggunaan teknologi mikroba tersebut sejalan dengan misi Kementerian Pertanian guna mengoptimalkan inovasi untuk kemajuan pertanian, seperti yang selalu disampaikan oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo di berbagai kesempatan.

“Ilmu terus berkembang, teknologi semakin maju. Dan pertanian kita pun sudah masuk dalam era 4.0. Artinya inovasi dan teknologi harus juga diterapkan dalam pertanian. Karena inovasi ini yang bisa membantu kita meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Syahrul, belum lama ini.