cara menanam Temulawak

Punya Masalah dengan Perut? Konsumsi Temulawak Aja!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Indonesia terkenal dengan tumbuhan rempah- rempah dan rimpang yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Salah satunya yang begitu populer yaitu temulawak.

Temulawak adalah salah satu rimpang yang mirip dengan kunyit memiliki bentuk silinder dengan diameter sekitar 6 cm. Nama latin temulawak yaitu curcuma xanthorrhiza. Rimpang ini berwarna kuning muda dan memiliki akar tunggang.

Temulawak memiliki banyak manfaat untuk kesehatan karena kandungan yang terdapat didalamnya. Kandungan utama dari temulawak adalah protein, karbohidrat, dan minyak atsiri yang terdiri dari kamfer, glukosida, tumerol, dan kurkumin.

Selain tu, temulawak juga memiliki tiga zat aktif, yaitu germakron yang memiliki sifat anti radang dan menghambat pembengkakan. P-toluilmetilkarbinol dan seskuiterpen d-kamper yang meningkatkan produksi dan empedu. Terakhir adalah turmeron yang merupakan antimikroba.

Di Indonesia Temulawak dapat digunakan sebagai obat, pewarna alami untuk kosmetik dan makanan, penyedap masakan, dan minuman. 

Manfaat Temulawak untuk Kesehatan

Di antara banyaknya manfaat temulawak dalam kehidupan sehari-hari, temulawak sangat sering dimanfaatkan untuk kesehatan. Beberapa penyakit yang bisa dibantu oleh temulawak adalah beberapa permasalahan perut.

Temulawak bisa membantu dalam masalah pencernaan, meningkatkan nafsu makan, mengatasi kembung, gas dan dispepsia. Ini dikarenakan temulawak merangsang produksi empedu sehingga membantu menyelesaikan permasalahan pencernaan. 

Selain permasalahan perut, temulawak juga berperan sebagai obat untuk osteoarthritis. Ini karena temulawak mengandung senyawa yang mencegah peradangan. Temulawak bisa membantu mengurangi rasa sakit dan kaku pada sendi – sendi.

Manfaat temulawak selanjutnya adalah dapat mencegah penyakit kanker. Temulawak dan kunyit dapat membantu mencegah, mengendalikan, atau membunuh berbagai jenis kanker seperti payudara, usus besar dan prostat.

Hal ini karena temulawak dapat bekerja dalam menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang memasok pertumbuhan kanker, dan efek pencegahannya dapat berasal dari antioksidannya yang sel dari sel kanker.  Temulawak juga memiliki manfaat sebagai antiradang, antibakteri dan anti jamur, obat jerawat, menjaga kesehatan liver, obat diuretik dan antispasmodik. 

Cara menanam Temulawak

Setelah mengetahui banyaknya manfaat yang diberikan temulawak, yuk kita coba untuk menanam temulawak di rumah. Menanam temulawak di rumah tergolong gampang bagi kamu yang pemula dalam berkebun. Temulawak bisa kamu tanam langsung ke tanah ataupun menggunakan polybag.  Yuk ikuti cara- cara berikut:

  • Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah melakukan pembibitan. Kamu bisa membuat bibit temulawak dengan memilih rimpang yang sudah berusia 10-12 bulan dan memiliki ukuran besar sebagai indukan. Kemudian potong menjadi 3-4 bagian dengan sama besar. Pastikan potongan itu memiliki 2-3 mata tunas. Lakukan penjemuran selama 3 jam perhari dalam 5 hari. 
  • Setelah bibit temulawak tersebut sudah menjalani proses penjemuran, selanjutnya kamu harus menyiapkan media tanam. Gunakan tanah yang memiliki campuran antara tanah gembur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1;1. Setelah itu masukkan kedalam polybag yang telah memiliki lubang sehingga drainase terjaga. Setelah media tanamnya terasa sudah sempurna, selanjutnya kamu bisa mulai menanam temulawak yang sudah dijemur selama 5 hari yang ukurannya minimal 10 cm. Kamu bisa menanamnya dengan menancapkan bibit rimpang dengan posisi mata tunas menghadap ke atas. Kemudian tutup kembali dengan tanah. Siramlah agar menjaga kelembaban tanah.
  • Setelah temulawak kamu tanam, jangan lupa untuk melakukan penyiraman. Untuk 3 bulan pertama kamu harus rajin menyiram sebanyak 2 kali sehari pagi dan sore. Setelah usia 3 bulan kamu bisa menyiram sekali dalam sehari. Namun kamu harus tetap memperhatikan kelembaban tanah sebelum menyiram. Jangan buat tanah terlalu basah karena akan membuat temulawak kamu busuk. 
  • Pemupukan adalah hal yang penting agar temulawak kamu bisa tumbuh subur, sehat dn menghasilkan panen yang melimpah. Kamu bisa memberikan pupuk sekali dalam seminggu. Kamu bisa menggunakan pupuk organik, pupuk kandang ataupun pupuk kimia. Jika kamu ingin menggunak pupuk kimia, kamu bisa menggunakan pupuk Ecofert dari Pupuk Kaltim. Dimana pupuk ini merupakan pupuk hayati yang bisa membantu mempercepat pertumbuhan, menyuburkan tanah, dan membantu membantu menutrisi tanah dengan baik. Untuk pemberian pupuk temulawak kamu bisa menggali sedikit dekat tanaman dan menaburkan pupuk. Jika kamu ingin melarutkan dengan air, kamu cukup mengalirkan pupuk di dekat rimpang.
  • Langkah terakhir dari proses menanam temulawak adalah kamu harus rajin melakukan perawatan. Kamu harus melakukan penyulaman atau penggantian bagi tanaman yang mati atau gagal. Lakukan juga penyiangan untuk gulma- gulma. Kamu juga harus memastikan bahwa perairan untuk temulawak berjalan dengan baik.

Setelah melakukan penanaman temulawak, kamu bisa melakukan panen setelah temulawak berusia 8-10 bulan. Kamu bisa memanfaatkan temulawak dengan menjadikannya minuman jamu ataupun obat- obat lainnya sesuai dengan manfaat yang telah dijelaskan tadi. Selamat mencoba!

Penulis: Fitri