Rahasia Novita Angie Tetap Waras dengan Berkebun di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Novita Angie merupakan seorang entertainer tanah air yang multi talenta. Perempuan dengan nama lengkap Novita Anggraini ini mengawali karirnya sebagai model dengan mengikuti gadis sampul pada tahun 1992. Saat ini Novita Angie juga menjalani seni peran, pembawa acara, penyiar radio dan tentu saja dunia modeling yang telah membesarkan namanya. Meskipun memiliki banyak kesibukan, Novita Angie juga tidak kehabisan akal untuk menghabiskan waktunya di rumah agar tetap waras. 

Angie mengaku ia memiliki hobi berkebun di rumah sebagai penghilang penat dan cara meredakan stressnya. Tanaman juga yang membuat aktris 44 tahun ini betah berada di rumah. Dari hobinya ini Angie juga mendapat teman-teman dan komunitas baru untuk tempatnya berbagi.

Sebelum menekuni hobi barunya ini, Angie sempat percaya kan mitos bahwa ia bertangan panas sehingga tidak cocok untuk bercocok tanam, namun setelah 3 bulan mencoba bercocok tanam Angie dapat mematahkan mitos tersebut. Angie merasa senang karena dalam 3 bulan 99% tanamannya berhasil untuk tumbuh dan tidak mati. 

Setiap sore Angie selalu menyiram tanamanya sendiri, tak lupa ia juga merawat tanamannya seperti memotong daun yang menguning dan kering, lalu ia juga mengecek keadaan setiap tanamanya, apakah ada yang sakit atau pertumbuhannya terhambat. Jika mengetahui tanamannya ada yang sakit Angie akan cepat- cepat melakukan perawatan dengan memberi vitamin.

Sempat ada satu tanamannya mengalami spider mites, saat itu Angie berusaha untuk mencari cara bagaimana untuk menyelamatkan tanaman tersebut dan akhirnya ia menemukan cara bahkan bisa meracik vitamin sendiri untuk tanamannya. Menurut Angie berkebun itu bukan perihal tangan panas atau dingin, tetapi kunci keberhasilan bercocok tanam adalah mengerjakan dengan sepenuh hati dan penuh perhatian. 

Berkebun Asik di Rumah

Keasyikan Angie dalam berkebun bisa kita terapkan di rumah sendiri. Beberapa kegiatan berkebun yang bisa dilakukan adalah, menyiram tanaman, merawat tanaman hingga membersihkan hama dan gulma.

Tani muda juga bisa melakukan perawatan lain, seperti mengganti tanah, melakukan rotasi tanaman, memberi vitamin dan memberi pupuk. Kegiatan ini bisa dilakukan di pagi hari saat matahari belum terlalu terik atau saat sore sembari menunggu waktu berbuka. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah membuat pupuk kandang dan pupuk organik sendiri di rumah.

Tips Membuat Pupuk dan Kompos di Rumah

Menjadi produktif dengan kebun sendiri layaknya Angie, memberikan banyak kesenangan dan ketenangan. Apalagi, bisa mencoba hal-hal baru lainnya seperti membuat pupuk kompos dari sisa-sisa makanan yang selama ini terbuang begitu saja.

Sisa-sisa makanan yang bisa digunakan adalah sampah sisa buah dan sayur-sayuran. Untuk tulang-belulang tani muda bisa langsung meletakkannya ke tanah karena tulang dapat membantu menutrisi tanah dengan sendirinya. Setelah itu siapkan wadah untuk sisa makanan tersebut, tani muda bisa menggunakan ember dengan penutup atau tong yang sudah kosong. 

Sisa makanan juga bisa dicampur dengan bahan lain, seperti daun kering, kertas bekas dan karton atau kardus bekas. Untuk kertas dan kardus usahakan yang tidak memiliki kadar tinta terlalu banyak. Tani muda bisa mencampur itu dengan sisa makanan 60% dan bahan pencampur 40%. Lalu tutup dan diamkan selama 3 bulan sampai akhirnya pupuk siap digunakan.

Untuk membantu pengomposan tani muda lebih cepat, tani muda bisa menggunakan Biodex produk dari Pupuk Kaltim (PKT).  Biodex merupakan bioaktivator perombak bahan organik. Biodex dibuat dengan menggunakan bahan aktif mikroba unggul yang memiliki kemampuan selulotik dan lignolitik tinggi seperti Trichoderma polysporum, T. viride, dan Fomitopsis meliae sehingga waktu pengomposan relatif lebih singkat. Biodex berbentuk bubuk (powder) berwarna coklat kehitaman dan saat ini dijual dalam kemasan 2,5 kg.

Biodex memiliki beberapa keunggulan, yaitu sesuai untuk limbah organik padat, tidak membutuhkan tambahan nutrisi, tidak perlu dilakukan pembalikan pada saat proses pengomposan dan sesuai untuk daerah tropis, dengan dosis pemakaian 2,5-5 kg/ton bahan organik.

Selama proses pengomposan jangan lupa untuk sesekali membuka penutup agar ada pertukaran udara. Setelah siap di panen jangan kaget bila nanti tercium bau menyengat dan banyak hewan yang siap untuk menutrisi tanah. Setelah ditutup, tani muda harus menyimpannya di tempat yang aman dan jauh dari jangkaun anak- anak. Selamat mencoba!

Penulis: Fitri