Rahasia Tanaman Tomat di Rumah Sehat: Berikan Pupuk NPK Pelangi Sesuai Kebutuhan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Tomat  merupakan jenis buah yang cukup banyak dikonsumsi masyarakat setiap harinya untuk keperluan memasak, seperti untuk membuat sambal atau tambahan saat menumis sayuran. Tomat juga dapat dikonsumsi langsung dengan dibuat jus atau pelengkap salad sayuran.

Tomat mengandung beragam nutrisi, seperti vitamin, protein, karbohidrat, gula, dan serat, sehingga memberikan banyak manfaat bagi kesehatan, di antaranya menurunkan kadar kolestrol, mencegah diabetes, mengurangi risiko kanker prostat, mencegah stroke, dan menjaga kesehatan kulit.

Karena banyak memberikan manfaat dan digunakan untuk konsumsi harian, tanaman tomat menjadi komoditas pertanian yang cukup potensial untuk dibudidayakan.

Tidak perlu lahan yang luas, budidaya tomat juga dapat dilakukan di lahan terbatas, seperti di pekarangan rumah atau menggunakan pot. Jika Anda tertarik membudidayakan tomat, simak ulasan di bawah ini.

Kondisi Lingkungan Ideal untuk Tanaman Tomat

Tomat membutuhkan kondisi lingkungan yang ideal untuk tumbuh kuat dan menghasilkan buah yang enak. Untuk itu, sebelum menanam tomat di rumah, Anda harus memerhatikan apakah kondisi lingkungan rumah Anda cocok untuk budidaya tomat.

Tanaman tomat pada dasarnya merupakan tanaman yang bisa tumbuh di segala tempat, tergantung varietasnya. Tanaman tomat dapat tumbuh baik di dataran tinggi (> 700 m dpl), dataran sedang (200-700 m dpl) dan dataran rendah (< 200 m dpl).

Temperatur memengaruhi pertumbuhan tomat, terutama terhadap warna tomat. Temperatur ideal untuk warna buah tomat merah merata adalah 24°C–28°C. Tomat memerlukan intensitas cahaya matahari yang cukup,  yakni 10–12 jam setiap hari. 

Tingkat kelembaban juga harus diperhatikan, karena kelembaban yang tinggi kurang baik terhadap pertumbuhan, produksi dan kualitas buah tomat. Kelembaban yang relatif diperlukan tanaman tomat adalah 80%. 

Untuk pertumbuhan yang baik, tanaman tomat membutuhkan tanah yang gembur, kadar keasaman (pH) antara 5–6, tanah sedikit mengandung pasir, dan banyak mengandung humus, serta pengairan yang teratur dan cukup mulai tanam sampai panen.

Tipe Pertumbuhan Tanaman Tomat

Berdasarkan tipe pertumbuhannya, tanaman tomat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Tipe determinate, yaitu tanaman tomat yang pertumbuhanya diakhiri dengan tumbuhnya rangkaian bunga atau buah, sehingga batang tanaman tidak bisa tumbuh tinggi. Ketinggian pohonya hanya 50–80 cm. Umur panenya relatif pendek dan pertumbuhan batangnya cepat. Agar tanaman bisa tumbuh lebih tinggi, disarankan untuk tidak memotong tunas yang tumbuh pada ketiak daun terlalu dini.

2. Tipe indeterminate, yaitu tanaman tomat yang pertumbuhanya tidak di akhiri dengan tumbuhnya bunga dan buah. Umur panenya relatif lama dan pertumbuhan batangnya relatif lambat. Ketinggian pohonya mencapai 160 cm hingga 2 meter. Meski bisa tumbuh tinggi, umurnya hanya 4 bulan.

3. Tipe semi indeterminate atau intermediate, yaitu merupakan persilangan tomat jenis indeterminate dan determinate. Sehingga, tomat ini dapat menghasilkan tomat varietas hibrida yang mempunyai sifat kedua tomat tersebut. Pertumbuhan tanaman sedang, tidak terlalu cepat.

Cara Menanam Tomat

Tomat termasuk tanaman yang sangat mudah dibudidayakan, perawatannya pun tidak terlalu sulit. Anda dapat menanam tomat di lahan pekarangan rumah, menggunakan polybag, atau dengan pot. Berikut ini tahapan yang dilakukan untuk menanam tomat.

1. Menyiapkan Benih

Tomat dapat ditanam dari benih siap tanam yang dijual di toko pertanian atau dari biji yang dikeringkan sendiri. Saat membeli benih siap pakai di toko pertanian, pastikan memilih benih yang bermutu baik dan telah bersertifikat.

Sedangkan untuk menghasilkan benih dari biji tomat yang dikeringkan, ada beberapa tahapan yang harus Anda lakukan.

Pertama, pilih buah tomat terbaik yang sudah matang, belah tomat menjadi dua, lalu ambil bijinya dengan sendok dan letakkan dalam mangkuk bersih.

Setelah itu biarkan biji tomat dalam mangkuk selama 2–3 hari. Ini adalah proses fermentasi yang bertujuan untuk mencegah penyakit yang bisa menyerang tanaman saat tumbuh kembali

Setelah proses fermentasi cuci, hingga bersih biji dengan cara merendamnya di air yang diteteskan sedikit cuka dan garam. Perhatikan dengan baik saat proses mencuci ini, jika Anda melihat benih yang terapung, buang mereka karena itu adalah benih yang sudah buruk kualitasnya. Lalu keringkan benih.

Setelah benih kering, simpan dalam plastik. Kemudian, simpan di dalam lemari es selama 1–2 minggu. Benih pun siap ditanam.

2. Penyemaian

Tebar benih di dalam polybag saat proses penyemaian agar tomat bisa tumbuh dengan mudah. Taruh 2–3 biji tomat ke dalam polybag, kemudian tutup dengan tanah tipis. Biarkan biji selama satu minggu.

Letakkan polybag di tempat yang teduh. Sesekali letakkan pot semai di bawah sinar matahari langsung selama beberapa jam. Jangan lupa untuk menyiram pot dengan sedikit air agar kelembapannya tetap terjaga.

3. Pindahkan ke Lahan atau Pot

Jika tomat sudah tumbuh sekitar 4–5 cm, pindahkan tanaman ke dalam pot atau ke lahan pekarangan. Jangan lupa untuk tetap menyiram tanaman tomat secara teratur dan lakukan pemupukan.

Tomat biasanya dapat dipanen setelah 2–3 bulan masa tanam. Tomat yang siap dipanen kulitnya sudah berwarna kemerahan, buahnya juga sudah cukup besar. Anda juga bisa memetiknya sesuai kebutuhan, tomat yang hijau biasanya digunakan untuk menumis atau membuat sambal.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menanam tomat, yaitu:

1. Jangan Tanam Terlalu Rapat

Biji tomat sebaiknya ditanam tidak terlalu rapat, agar akar tomat bisa tumbuh dengan leluasa. Jika Anda menanam tomat dengan jarak berdekatan, pertumbuhan tomat tidak akan maksimal.

2. Atur Pencahayaan

Jika Anda ingin mendapat tanaman tomat yang berbuah lebat, maka pastikan tanaman mendapat pencahayaan yang tepat. Dalam masa pertumbuhannya, tomat membutuhkan banyak sinar matahari secara langsung.

Bila Anda tak bisa menempatkan tomat di tempat yang banyak terpapar sinar matahari, Anda bisa memakai pencahayaan tanaman buatan.

3. Perkuat Batang Tomat

Batang tomat perlu dilatih agar tumbuh menjadi kuat. Jika Anda menanam tomat, batang akan bergerak dan bergoyang mengikuti angin. Namun, jika Anda menanam tomat dalam ruangan, Anda perlu menyiapkan kipas untuk membuat angin buatan.

Usahakan untuk mengarahkan kipas angin pada tanaman tomat selama 5 hingga 10 menit. Lakukan cara ini sebanyak dua kali dalam sehari. Seiring berjalannya waktu, tomat Anda akan tumbuh lebih kuat.

4. Potong Daun Tua

Saat pohon tomat sudah setinggi kurang lebih 1 meter, potong daun yang berada di bawah. Daun tersebut merupakan daun tua. Jika tak dibersihkan, jamur akan menginfeksi pertumbuhan tomat.

Selama proses pertumbuhan, daun tua mendapat lebih sedikit sinar matahari dan air. Karena berada di bawah, patogen menjadi lebih mudah menempel. Hasilnya, daun tua menjadi tempat pertama perkembangbiakan jamur. Selain memotong daun tua, menyemprotkan pupuk kompos teh juga bisa mencegah jamur.

5. Siram Secara Rutin

Jika Anda tidak menyiramnya secara rutin, ujung tumbuhan tomat akan membusuk, pecah, dan retak karena kekurangan kalsium. Sebaiknya siram tanaman tomat dua kali sehari. Saat cuaca panas, Anda bisa menyiram tomat dengan jumlah air lebih banyak agar tidak mengalami kekeringan. Saat buah tomat mulai masak, Anda bisa mengurangi jumlah air agar tomat yang dihasilkan terasa lebih lezat.

Pemupukan Tanaman Tomat yang Benar

Pemupukan pada tanaman terdapat dua fase yaitu pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pupuk dasar diberikan pada saat awal pengolahan dan persiapan lahan, sedangkan pupuk susulan diberikan setelah tanaman ditanam, untuk menyuplai kebutuhan nutrisi selama tanaman tumbuh dan berkembang.

Pemberian pupuk susulan terbagi menjadi tiga fase yaitu fase vegetatif (pertumbuhan awal), generatif (pembungaan dan pembuahan) serta fase pembesaran atau pematangan buah.

Pupuk yang direkomendasikan untuk tanaman tomat yaitu Pupuk NPK Pelangi produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Hasil demplot yang dilakukan PKT menunjukkan penggunaan NPK Pelangi mampu meningkatkan produktivitas tanaman tomat. NPK Pelangi mengandung nutrisi lengkap yang dibutukan tanaman tomat.

Kandungan nitrogen dalam NPK Pelangi berfungsi untuk:

– Membuat tanaman lebih hijau.

– Penyusun protein, klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis.

– Pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif, seperti daun, batang, dan akar.

– Mempercepat pertumbuhan tanaman.

Kandungan fosfor dalam NPK Pelangi bermanfaat untuk:

– Memperkuat akar dan tunas.

– Mempercepat pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen.

– Memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah.

– Menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Sementara kandungan kalium berfungsi untuk:

– Sebagai aktivator enzim. Sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K.

– Membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman.

– Membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman.

– Memperkuat daya tahan (Resistensi) tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

NPK Pelangi juga memiliki banyak keunggulan, di antaranya:

– Urea granul bersifat slow release, sehingga unsur Nitrogen tersedia dalam waktu yang lama.

– Dapat ditambahkan unsur hara lain seperti unsur hara makro sekunder (Ca (Kalsium),Mg (Magnesium), dan S (Sulfur)) dan unsur hara mikro (Fe (Besi), Mn (Mangan), Cu (Tembaga), Zn (Seng), Mo( Molibdenum), B (Boron), dan Si (Silikon).

– Bahan DAP mengandung 18% Nitrogen dan 46% Fosfat (P2O5) dengan tingkat kelarutan 95%.

– Mudah saat aplikasi, pemupukan lebih efektif dan efisien.