cara mengajarkan anak berkebun

Rayakan Hari Anak Nasional, Ini Tips Mengajarkan Anak Aktif Berkebun

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Hari Anak Nasional (HAN) diperingati setiap tanggal 23 Juli. Ada sejarah dan alasan yang mendasari hal ini. Bermula pencetusan Hari Kanak-Kanak Indonesia di era Presiden Sukarno (Orde Lama) yang berproses cukup rumit, hingga diganti oleh Presiden RI ke-2 Soeharto pada 1984. 

Dalam prosesnya, tanggal peringatan hari anak di Indonesia sempat beberapa kali mengalami perubahan. Hingga akhirnya, Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) No. 44/1984 yang memutuskan bahwa Hari Anak Nasional diperingati setiap tanggal 23 Juli. 

Mengapa 23 Juli? Pemilihan tanggal ini diselaraskan dengan pengesahan Undang-Undang tentang Kesejahteraan Anak pada 23 Juli 1979. Peringatan HAN diselenggarakan dari tingkat pusat hingga daerah untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang ramah anak.

Ajak Anak untuk Berkebun

Masa kanak-kanak selain bermain juga adalah masa di mana anak belajar banyak hal. Tidak harus selalu di bangku sekolah, mereka bisa banyak belajar dan mendapat ilmu dari kegiatan yang dilakukan di rumah.

Salah satu kegiatan yang bisa dikenalkan kepada anak sejak kecil adalah bertanam atau berkebun. Kegiatan yang populer selama masa pandemi ini bukan cuma menyenangkan, tetapi juga punya banyak manfaat untuk tumbuh kembang anak. 

Menurut Colin Campbell-Preston BSc (Hons) Hortic, Managing Director Capital Gardens, setidaknya ada enam manfaat berkebun untuk anak-anak.

1. Mengajarkan tanggung jawab

Ketika memulai menanam benih tanaman, anak bertanggung jawab atas kehidupan tanaman tersebut. Bertanggung jawab artinya anak sadar akan kewajibannya merawat tanaman itu agar bisa tumbuh dengan baik.

Ingatkan anak untuk menyirami tanaman setiap harinya dan meletakkannya di bawah sinar matahari. Ajari mereka bahwa tanaman membutuhkan perawatan yang baik dan rutin agar bisa tumbuh dengan sempurna dan menghasilkan bunga atau buah.

2. Mendorong kreativitas

Berkebun adalah cara yang bagus untuk merangsang imajinasi anak-anak dan mendorong mereka untuk melatih kreativitas mereka. Baik mereka memilih tanaman, belajar menanam, atau merawat tanaman, taman adalah lingkungan yang bagus untuk mengeksplorasi dan menemukan cara baru dan menarik untuk membangun dan menumbuhkan kreativitas mereka.

3. Memahami nutrisi

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak keluarga yang mulai menanam makanan segar sendiri di kebun mereka. Meski kecil, kebun yang dibangun bersama di rumah akan menawarkan lingkungan yang bagus untuk mengajari anak-anak pentingnya nutrisi, serta manfaat yang datang seiring dengan hidup bahagia, sehat, dan seimbang. Membantu anak-anak memahami dari mana makanan segar berasal akan membantu mereka membuat pilihan makanan yang bijak di masa depan.

4. Meningkatkan kesehatan dan daya tahan tubuh

Anak yang jarang bermain di luar rumah cenderung lebih rentan terkena berbagai penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh. Misalnya asma, alergi, dan penyakit autoimun lainnya. 

Mengajak anak berkebun bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk melatih daya tahan tubuh anak semakin kuat. Dengan berkebun, anak akan bersentuhan langsung dengan tanah yang notabene menjadi “rumah” bagi bermacam-macam mikrobiota asing.

5. Menemukan hal baru

Kebun adalah ruang kelas terbuka di mana anak-anak dapat belajar tentang alam, tanaman, nutrisi, dan bahkan kondisi cuaca yang berbeda. Manfaat pendidikan ini akan memiliki dampak positif ketika mereka tumbuh menjadi lebih dewasa. Dari mengamati bagaimana sinar matahari mempengaruhi pertumbuhan tanaman, hingga menyaksikan peran penting yang dimainkan serangga di taman, anak-anak akan mampu mengapresiasi alam dan lingkaran kehidupan.

6. Meningkatkan kepercayaan diri

Setelah proses merawat yang butuh waktu berminggu-minggu, lalu menjaganya dari gangguan hewan lain seperti tikus atau kucing, kemudian bersabar menunggu sampai waktu panen. Ini akan menumbuhkan rasa puas dalam diri anak ketika dia akhirnya berhasil menuai apa yang dia tanam. Rasa bangga bahwa dia telah berhasil melewati prosesnya akan membuatnya semakin percaya diri.

Cara Berkebun Sambil Bermain di Rumah

Ada begitu banyak manfaat yang bisa dirasakan oleh anak saat dia menghabiskan waktu di luar ruangan dan dekat dengan alam, seperti meringankan stres, menumbuhkan rasa ingin tahu, belajar konsep biologi dan nutrisi, ataupun mengasah motorik halusnya. Anda cukup menyiapkan peralatan berkebun mini yang sesuai dengan usianya, lalu ajak anak berkebun dengan melakukan beberapa aktivitas ini.

1. Menanam sayuran yang cepat tumbuh

Anda pasti bisa membayangkan betapa senangnya perasaan anak saat dia bisa memanen dan memakan sayuran yang sudah dia tanam sendiri. Sayuran atau buah seperti tomat ceri, strawberry, baby carrot, atau lobak adalah pilihan yang tepat dan rasanya juga disukai oleh anak.

Sebagai alternatif, Anda juga bisa mengajak anak Anda menanam bunga yang cepat mekar seperti asterazalea, atau snapdragon.

2. Membuat lubang biopori

Jika ukuran rumah kecil dan sulit ditanami sayuran, Anda bisa membuat lubang biopori tidak membutuhkan lahan yang luas dan cukup dengan menggunakan alat sederhana yang biasanya bisa dipinjam dari kantor kelurahan setempat. 

Supaya lebih seru, Anda juga bisa bercerita tentang berbagai kegunaan biopori, seperti meningkatkan daya resap air agar tidak banjir ketika turun hujan besar, dan menangani limbah rumah tangga dengan menjadikannya makanan bagi organisme yang ada di dalam tanah.

3. Mengubah mainan menjadi pot 

Untuk Anda yang tinggal di apartemen, jangan merasa sedih karena tak bisa mengajak anak berkebun. Coba minta anak mencari mainan yang sudah tidak terpakai dan bisa digunakan sebagai pengganti pot, seperti truk mainan, sepatu boots hujan yang sudah kekecilan, atau wadah playdoh.

Selanjutnya, ajak anak memasukkan tanah dan menanam benih didalamnya. Letakkan di dekat jendela agar terkena sinar matahari dan ingatkan pada anak untuk menyiraminya setiap hari. 

4. Menghias kebun

Mengajak anak berkebun tak melulu soal menanam dan menyiram. Agar terasa lebih menyenangkan dan membuat anak semakin sering mengunjungi kebun, Anda juga bisa mengajak anak menghias kebun dengan berbagai hiasan seperti kincir angin, memasang fairy light, atau bahkan membuat teepee.

Agar lebih hemat, Anda bisa membuat sendiri semua hiasan kebun yang diinginkan. Dengan berkreasi dan beraktivitas di alam bersama, hubungan ibu dan si kecil akan semakin erat. 

5. Membuat ‘Kepala Rumput’

Mungkin Anda masih ingat pernah menumbuhkan grassheads alias kepala rumput saat masih kecil dulu? Nah, sekarang Anda bisa mengajak anak berkebun secara menyenangkan dengan bantuan hal yang sama.

Yang Anda butuhkan hanya wadah atau pot, stocking tidak terpakai, bibit rumput atau kacang hijau, serta campuran tanah dan kompos.

Daripada terus bermain gadget didalam rumah, rasanya lebih baik kalau anak sedikit kotor di kebun. Lagipula, aktivitas anak berkebun bukan hanya membuatnya bergerak aktif, tapi juga membuatnya mencintai lingkungan serta mendukung tumbuh kembang mental serta fisiknya. (Demfarm/Tyo)