Manfaat pupuk hayati Bio LK

Seed Treatment Benih dengan Bio LK, Begini Caranya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pupuk hayati adalah pupuk yang mengandung mikroba dan bermanfaat untuk membantu pertumbuhan tanaman, dapat terdiri dari satu atau lebih jenis mikroba yang umumnya disebut sebagai konsorsia mikroba. Pupuk hayati sendiri memiliki beberapa kegunaan antara lain penambat nitrogen, pelarut fosfat, perombak bahan organik, dan memacu pertumbuhan tanaman serta meningkatkan kekebalan tanaman terhadap penyakit.

Salah satu produk pupuk hayati inovasi PKT adalah Bio LK yang merupakan pupuk hayati dengan bahan aktif bakteri Bacillus sp. dan Pseudomonas sp., Bio LK  digunakan sebagai seed treatment yang cocok untuk semua benih tanaman. Bio LK diformulasikan khusus untuk membantu tanaman dalam menghadapi cekaman kekeringan atau kadar air rendah. Berbentuk powder, berwarna coklat kehitaman dan memiliki variasi kemasan 100 gr, 250 gr dan 500 gr, Bio LK diaplikasikan dengan dosis 500 gr untuk kebutuhan benih 1 hektar.

Manfaat Pupuk Hayati

Dengan menurunnya alokasi subsidi pupuk setiap tahunnya, diperlukan efisiensi pemupukan. Pemupukan berimbang merupakan kunci untuk meningkatkan produktivitas tanaman, salah satunya dengan pengaplikasian pupuk hayati seperti Bio LK. 

Manfaat Bio LK

“Pupuk hayati Bio LK penting dalam kesehatan tanah sebab mikroba yang dikandung pupuk hayati dianalogikan sebagai “koki/juru masak” di dalam tanah. Sebagai “koki” mikroba tersebut menjalankan berbagai siklus hara di dalam tanah sehingga tanaman dapat menyerap hara lebih efisien dan keberlangsungan tanah sebagai media tumbuh tanaman dapat lestari,” ungkap Edi Husen, Peneliti Senior Bidang Mikrobiologi Tanah dan Pupuk Hayati di Balai Penelitian Tanah, Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian, Balitbangtan. 

Diungkapkannya, pupuk hayati memiliki peran tersendiri bagi pertumbuhan dan hasil tanaman. Peran tersebut antara lain sebagai penyedia hara dan membantu mengefisiensikan penggunaan pupuk anorganik, termasuk memfasilitasi penyediaan hara secara tidak langsung dengan memacu pertumbuhan tanaman dan proteksi tanaman.

Edi Husen menjelaskan pupuk hayati (biofertilizer) seringkali dianggap sebagai pupuk organik. Kekeliruan ini sepertinya sepele, namun bisa berakibat fatal jika terdapat kesalahan dalam menggunakannya. 

Pupuk hayati atau mikroba telah dikenal sebagai penambat N, pelarut P dan perombak bahan organik. Selain itu, dengan pupuk hayati tanaman juga dapat terjaga dari pathogen. Selain sebagai solusi dalam pengurangan kebutuhan pupuk kimia, pupuk hayati juga mempunyai manfaat lain.

“Pengembangan pupuk hayati dapat mengurangi cekaman salinitas dan mengurangi cekaman kekeringan, namun memang terdapat beberapa tantangan seperti popularitasnya yang masih rendah sehingga fungsi pupuk hayati belum banyak diketahui dan teknik aplikasi pupuk hayati juga terkadang masih tidak dipahami oleh masyarakat,” ungkap Edi Husen.

Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau, pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota. 

Pupuk organik sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari tanaman dan atau hewan yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang digunakan mensuplai bahan organik untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Definisi tersebut menunjukkan bahwa pupuk organik lebih ditujukan kepada kandungan C-organik atau bahan organik daripada kadar haranya.

Pengaplikasian Pupuk Hayati

PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) mengedukasi para petani Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, pada agenda Pasar Tani Galak yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan di BPP Kecamatan Pakong, Selasa (5/7/2022). Apa yang dilakukan PKT merupakan upaya untuk mendorong peningkatan daya saing dan produktivitas di sektor pertanian.

Para petani mendapat edukasi pola pemupukan berimbang menggunakan produk berkualitas PKT seperti Urea Daun Buah dan NPK Pelangi sesuai formula, serta penggunaan pupuk hayati seperti Biotara, Biodex, Bio LK dan Bio Salin guna meningkatkan produktivitas lahan. Hal ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para petani dalam mengolah lahan untuk memaksimalkan potensi berbagai komoditas pertanian di Pamekasan. 

VP Marketing Business Partner Korporasi PKT Indah Febrianty, mengungkapkan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen PKT untuk membantu para petani meningkatkan produktivitas hasil melalui produk berkualitas, sehingga dapat mendorong kesejahteraan petani secara optimal. 

“Petani saat ini harus bisa meningkatkan pengetahuan dan daya saing untuk mencapai hasil yang maksimal, sehingga usaha tani yang digarap berdampak nyata terhadap kesejahteraan,” tutur Indah. 

Indah juga menjelaskan, salah satu upaya PKT meningkatkan produktivitas lahan dan hasil pertanian direalisasikan melalui praktik pertanian yang baik (Good Agricultural Practices), menggunakan produk unggulan dari hulu ke hilir. Mulai dari pengolahan lahan dengan pupuk hayati Ecofert atau Biotara, agar tanah makin kaya dengan mikroba dan bakteri baik untuk membantu tanaman. Selanjutnya diberikan perlakuan benih, menggunakan produk seed treatment Bio LK atau Biosalin agar perakaran tanaman menjadi lebih baik dan resisten terhadap penyakit dan kondisi iklim tertentu. 

Penggunaan Urea Daun Buah dan NPK Pelangi harus dilakukan sesuai formula, komoditas dan dosis yang direkomendasikan agar produktivitas bisa optimal. Begitu pula setelah panen, lahan diolah kembali dengan menggunakan biodekomposer Biodex, agar biomassa sisa panen terurai dan kembali ke lahan dalam bentuk nutrisi yang bisa diserap tanaman pada musim tanam selanjutnya.

PKT juga memiliki produk terbaru, yaitu NPK Pelangi JOS, yang dihadirkan untuk menjawab tantangan petani dalam menjaga daya dukung lahan agar tetap lestari, sehingga bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang. NPK Pelangi JOS merupakan perpaduan pupuk kimia dengan pupuk hayati dalam satu produk, dan menjadi inovasi pertama di Indonesia yang menggabungkan kedua fungsi tersebut dengan kandungan N, P, K serta mikroba Bacillus sp.

“PKT mempunyai produk yang sudah teruji di pasar, serta terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui berbagai program yang dijalankan,” ujar Indah.

Gencarnya PKT mengedukasi serta mengenalkan keunggulan produk pada berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan petani, merupakan langkah aktif perusahaan mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Indonesia. Hal ini diselaraskan dengan program perusahaan melalui implementasi langsung tata kelola pertanian, yang dilaksanakan PKT melalui Demonstration Plot (Demplot) berbagai komoditas maupun program Makmur yang memfasilitasi petani beragam kemudahan agro input untuk mencapai hasil maksimal.

“PKT akan terus hadir di tengah masyarakat dan petani, guna membantu optimalisasi sektor pertanian melalui produk berkualitas dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tambah Indah. (Demfarm/Tyo)