pendidikan vokasi PKT

Siapkan SDM Andal, Ini yang dilakukan Produsen Pupuk untuk Anak Muda Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Jumlah usia produktif di Indonesia saat ini mencapai 191 juta jiwa, yang mana sebagian besarnya adalah generasi Z. Dengan banyaknya jumlah usia produktif, tentu saja ini akan memiliki dampak dan pengaruh terhadap perkembangan bangsa terutama dalam kemajuan perekonomian Indonesia.

Menteri Ekonomi Airlangga sempat mengatakan dalam sambutan di acara Kuliah Umum Akselerasi Pemulihan dan Transformasi Ekonomi melalui Dukungan Teknologi Digital yang diadakan di Universitas Hasanuddin Makassar, Sabtu (12/03) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Airlangga menyampaikan generasi muda yang berkualitas tinggi akan memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Society 5.0. Pengembangan keterampilan di bidang digital, kata Airlangga, diperkirakan akan berkontribusi senilai Rp4.434 triliun kepada PDB Indonesia di 2030 atau setara dengan 16% dari PDB. peluang besar ekonomi digital Indonesia harus dimanfaatkan untuk kesejahteraan bersama.

Saat ini, pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk mendorong para generasi muda memaksimalkan kemampuan dan kualitasnya. Beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah membantu digitalisasi mulai dari peningkatan infrastruktur di sektor 5G, Internet of Things, Blockchain, Artificial Intelligence, hingga Cloud Computing dimana hal-hal tersebut sangat dibutuhkan dan perlu dikuasai oleh masyarakat terutama para generasi muda yang akan menghadapi second wave of digital economy.

Beberapa sektor yang terus dipantau dan didorong oleh pemerintah dalam pengembangannya adalah sektor pertanian ( agri-tech), fintech, edutech, dan telemedicine. Dalam jangka waktu 15 tahun ke depan, Indonesia akan membutuhkan lebih kurang 600.000 digital talent per tahun.

Oleh sebab itu, pemerintah terus melakukan upaya untuk meningkatkan kemampuan SDM dan mampu untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman. Peningkatan kemampuan dan kualitas SDM Indonesia tentu diharapkan dapat membantu permasalahan yang ada di desa dan kota dalam berbagai sektor. 

Peran PKT dalam Peningkatan SDM Generasi Millenial

Sebagai salah satu produsen pupuk di Indonesia, PT. Pupuk Kalimantan Timur (PKT) selalu berusaha untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan mimpi menciptakan SDM yang mampu adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, PKT juga mengambil peran dalam kemajuan ekonomi negara.

Salah satu contoh kegiatan yang dilaksanakan PKT adalah membuat pelatihan, pembinaan bagi para petani di daerah Bontang dan daerah Timur seperti Papua, NTT,  dan NTBi. Selain itu PKT juga aktif menyelenggarakan program pendidikan vokasi bagi generasi muda.

Pada 16 Januari 2022 lalu, PKT secara resmi menerima putra- putri dari Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur dalam program pendidikan vokasi setara diploma 1 guna mempersiapkan SDM yang andal dan terampil sesuai kebutuhan dunia industri. Pada kesempatan kali ini, total peserta yang mengikuti pendidikan vokasi berjumlah 50 orang yang mana 35 prang berasal dari Papua, Papua Barat dan 15 orang berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Program ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama PKT dengan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSMI) Kementerian Perindustrian Indonesia, guna mendukung transformasi bisnis Perusahaan dalam menghadapi era Volatility, Uncertainly, Complexity dan Ambiguity (VUCA). 

Dalam menjalankan program ini, PKT menggandeng Politeknik ATI Makassar Sulawesi Selatan, dengan masa program studi maksimal 1 tahun setara Diploma 1. Dalam pelaksanaan program para peserta akan mendapatkan materi link and match sesuai kebutuhan industri dengan komposisi materi 40 % dan praktik 60%.

Pelaksanaan program ini juga didukung oleh Infrastruktur Learning and Development yang disiapkan PKT yang bertujuan membangun budaya learning agility, dengan memberikan berbagai fasilitas pembelajaran yang menarik dan mudah diakses. Setelah lulus, para peserta tidak hanya akan mendapatkan Ijazah setara Diploma 1, terapi juga akan mendapatkan sertifikat profesi dan PKT dan BNSP.

Selanjutnya program pendidikan vokasi ini diwujudkan dalam bentuk program pendidikan, pelatihan, dan kompetensi hingga pada tahap magang. Program ini telah dilakukan oleh PKT selama 2 tahun terakhir. Seluruh program ini melibatkan dan bekerja sama dengan berbagai pihak, seperti Lembaga Pelatihan dan Keterampilan (LPK) binaan PKT maupun pemerintah. 

Tanggapan Peserta Pendidikan Vokasi

Provinsi Papua, Papua Barat, dan Nusa Tenggara Timur sangat berterima kasih kepada PKT untuk pelaksanaan program pendidikan vokasi ini. Perwakilan Dinas Provinsi Papua Barat juga berpesan kepada para peserta untuk dapat memaksimalkan kesempatan yang diberikan.

Harapannya, Pendidikan Vokasi yang diselenggarakan PKT ini, seluruh peserta dapat menimba ilmu dengan baik sehingga dapat mengasah kemampuan diri agar lebih terampil dan kompeten sesuai bidang ilmu yang dimiliki. Apalagi, tuntutan dunia kerja saat ini yang sangat tinggi, sudah saatnya Indonesia memiliki SDM yang mampu menjawab tantangan dengan tersedianya tenaga kerja andal yang memiliki daya saing tinggi, terutama bagi para putra- putri Indonesia Timur. 

Pihak Barnabas juga berharap program ini dapat berlanjut secara berkesinambungan sehingga dapat memberikan manfaat dan kesempatan yang lebih luas terhadap pengembangan dan peningkatan capacity building putra-putri Indonesia Timur melalui program pendidikan vokasi.

Program yang diadakan oleh PKT ini juga dinilai dapat memberikan nilai positif terhadap pembangunan Papua dan Papua Barat, khususnya dalam pengembangan SDM yang ke depannya dapat turut berkontribusi bagi daerah yang lebih baik dan maju.

Penulis: Fitri

Latest Article