Sudah Tahu Cara Pakai Pupuk NPK Pelangi, Ini yang Benar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Demi mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemenuhan pupuk di Indonesia, Pupuk Kaltim menghadirkan beragam produk berkualitas. Tak hanya mendukung ketahanan pangan nasional melalui pupuk, kehadiran produk-produk berkualitas ini juga dalam rangka mendorong produktivitas pertanian untuk meningkatkan hasil pertanian.

Salah satu produk berkualitas yang diproduksi Pupuk Kaltim adalah NPK Pelangi yang teruji mampu meningkatkan produktivitas lahan dan kapasitas produksi pertanian. NPK Pelangi merupakan jenis pupuk majemuk yang memiliki banyak variasi berdasarkan permintaan serta kebutuhan tanaman. 

Superintendent Komunikasi Produk Departemen Pelayanan dan Komunikasi Produk (Yankomduk) Pupuk Kaltim Ludvi Widodo menjelaskan NPK Pelangi diprioritaskan untuk segmen tanaman hortikultura dan perkebunan, namun juga bisa diaplikasikan untuk semua jenis tanaman. Pupuk ini dibuat dengan Teknik pencampuran secara fisik (bulk blending) menggunakan bahan berkualitas tinggi seperti urea granul, Diammonium Phospate (DAP), dan KCl yang merupakan sumber kalium dari serpihan asli (flake) dengan kandungan Kalium Oksida (K2O) sebesar 60%.

Keunggulan NPK Pelangi antara lain melepaskan unsur hara sesuai karakteristik atau sifat asli bahan baku, karena urea granul merupakan slow release nitrogen fertilizer yang lebih efisien diserap tanaman.

Selain itu, NPK Pelangi juga mengandung unsur fosfat yang sangat tinggi, dengan berbagai komposisi unsur hara yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pertanian. Pupuk ini juga lebih efektif, efisien, dan tahan disimpan lebih lama, serta mampu meningkatkan hasil panen.

“NPK Pelangi dibuat pada berbagai komposisi unsur hara yang sesuai dengan tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, serta menyesuaikan kebutuhan tanaman terhadap unsur hara dalam pertumbuhannya,” terang Ludvi Widodo.

Ludvi menegaskan NPK Pelangi ini tidak perlu diragukan kualitasnya. Pasalnya seluruh produk Pupuk Kaltim dipastikan telah tersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai jaminan terhadap konsumen.

Di pasaran harga pupuk NPK Pelangi dijual dengan harga yang relatif terjangkau. Sebagai contoh NPK Pelangi 16-16-16 kemasan 1 kg, harganya mulai dari Rp12.500. Selanjutnya kemasan 2 kg dijual dengan harga Rp23.500 hingga Rp33.000 dan kemasan 5 kg berada di kisaran harga Rp60.000. Sementara itu NPK Pelangi dengan komposisi 12-12-17-2 kemasan 1 kg nonsubsidi repack, dijual lebih murah yakni Rp7.000 per kg.

Manfaat NPK Pelangi

Ada beberapa komposisi dari NPK Pelangi ini, diantaranya 20-10-10 dan 16-16-16 yang dianjurkan untuk tanaman pangan dan hortikultura seperti padi, jagung, tomat, cabai, kol, dan berbagai jenis tanaman sayur lainnya. Sementara komposisi 12-12-17-2, 15-15-6-4, dan 12-6-27-4 diperuntukkan bagi jenis tanaman perkebunan seperti karet, sawit, kakao, dan lain sebagainya.

Unsur hara pada NPK Pelangi terdiri dari Nitrogen (N) yang diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang, dan akar. Selain itu ada juga Fosfor (P) yang berfungsi untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya pada tanaman muda. Unsur ini juga membantu mempercepat pembungaan dan pemasaran buah, biji, atau gabah.

Sementara itu Kalium (K) bermanfaat untuk memperkuat tubuh tanaman seperti daun, bunga, dan buah agar tidak mudah gugur. Disamping untuk meningkatkan daya tahan tanaan terhadap hama dan tanaman maupun kekeringan, serta membuat batang lebih kokoh dan tak mudah roboh.

Manfaat dari NPK Pelangi sangat dirasakan oleh para petani di berbagai wilayah distribusi Pupuk Kaltim melalui ujicoba pada program Demonstration Plot (Demplot) berbagai komoditas yang dilakukan secara berkesinambungan. Diantaranya komoditas padi Kelompok Tani Makmur di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang mengalami peningkatan hasil panen hingga 30% per hektar. Dari hasil ujicoba demplot pada dua varietas, yaitu Sertani 9 mencapai 9,5 ton per hektar dan Logawa sebesar 10,6 ton per hektar.

Peningkatan hasil panen hingga 30% juga terjadi pada komoditas bawang merah di Desa Ambalawi, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat dengan masa tanam 50 hari. Setelah dilakukan pemupukan seimbang dengan NPK Pelangi, hasil panen yang sebelumnya hanya 15 ton per hektar, meroket hingga tembus 20 ton per hektar.

Kelompok Tani Agro Lestari di Kelurahan Bontang Lestari, Kota Bontang, Kalimantan Timur juga merasakan dampak positif penggunaan NPK Pelangi. Hasil produksi komoditas tomat jenis Servo F1 melonjak 40%.

Cara Pemberian Pupuk NPK Pelangi Pada Tanaman

Saat ini banyak pupuk yang beredar dengan berbagai bentuk, mulai dari granular, tepung, hingga cair. Semuanya tidak bisa disamakan dalam aplikasinya agar penyerapan unsur hara oleh tanaman bisa maksimal.

Berikut ini adalah beberapa cara pemupukan yang bisa Anda lakukan

  1. Pemupukan melalui akar tanaman

Pemupukan melalui akar tanaman bisa dilakukan dengan cara menyebarkan pupuk secara merata pada tanah-tanah di sekitar tanaman atau pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir. Pemupukan dengan cara disebar ini biasanya dilakukan sehari sebelum tanam, kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke dalam tanah. Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman padi, kacang-kacangan, dan lain sebagainya yang mempunyai jarak tanam rapat.

Selain disebar, pemupukan juga bisa dilakukan dengan menaburkan pupuk di antara larikan tanaman. Untuk tanaman tahunan, pupuk bisa ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak tegak lurus dengan daun terjauh.

  1. Ditempatkan dalam lubang (spot placement)

Pemupukan ini dilakukan dengan cara membenamkan pupuk ke dalam lubang di samping batang sedalam kurang lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah. Atau bisa juga dengan cara menyiramkan pupuk berjarak 5-10 cm dari pangkal batang.

  1. Pemupukan melalui daun tanaman (spraying)

Pemupukan ini dilakukan dengan melarutkan pupuk dalam air dengan konsentrasi sangat rendah. Kemudian cairan tersebut disemprotkan langsung pada daun dengan alat penyemprot biasa (hand sprayer).

Aplikasi pemupukan pada tanaman semusim dan tahunan berbeda-beda. Pada tanaman semusim seperti kacang-kacangan, sayuran, padi, jagung, dan lainnya menggunakan pemupukan disebar, dalam lubang, atau larikan. Sementara pada tanaman tahunan seperti buah-buahan, kopi, teh, kakao, kelapa, dan lainnya, disarankan menggunakan metode ring placement. (*)