Program Makmur

Sudah Tahu Program Makmur Belum? Ini Manfaatnya Bagi Petani

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Program Makmur menjadi perbincangan cukup hangat belakangan ini. Progran ini baru saja diluncurkan Menteri BUMN, Erick Thohir yang didedikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani. 

Program makmur, menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendukung pertanian di Indonesia. Di mana inisiator dari program ini adalah PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan menggandeng anak perusahaanya, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Program ini sebelumnya dikenal dengan nama Agro Solution, dan menjadi solusi pertanian dalam rangka meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.

Peluncuran program telah  dilakukan langsung oleh Menteri BUMN, Erick Thohir pada akhir Agustus lalu. Resmi diluncurkan Program Makmur menjadi salah satu upaya pemerintah guna mendorong produktivitas sektor pertanian. 

Senior Project Manager (SPM) Program Makmur Pupuk Indonesia, Supriyoto, menjelaskan kalau program tersebut telah dirintis sejak tahun 2020 dengan nama Agrosolution.

Program Makmur berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian yang didukung teknologi, jelas Supriyoto, mengutip rctiplus.com, belum lama ini.

Program ini merupakan bagian dari transformasi bisnis di Pupuk Indonesia yang berkomitmen untuk lebih mendekatkan diri kepada konsumen serta memperkenalkan produk-produk ritel yang berkualitas kepada petani. 

Beragam manfaat yang dapat dirasakan petani dengan hadirnya program makmur diantaranya mendukung produktivitas pertanian, kenaikan keuntungan petani, adopsi praktik pertanian unggul, dan penggunaan pupuk non subsidi untuk membantu kebutuhan petani.

berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian didapatkan petani, mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian. Selanjutnya, disiapkan juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.

Program ini adalah kolaborasi dari multi stakeholder, mulai dari perbankan, produsen pupuk, penyedia agro input, sampai pemerintah daerah, petugas PPL, hingga asuransi dan tentunya juga offtaker, atau pihak yang membeli hasil panen petani, baik BUMN maupun swasta, papar Supriyoto.

Implementasi program tersebut terbukti mampu meningkatkan produktivitas pada komoditas jagung dan padi yang masing-masing sebesar hingga 42 persen dan 34 persen. Begitu juga dari sisi keuntungan petani terjadi  kenaikan yaitu untuk petani jagung sebesar hingga 52 persen dan petani padi sebesar hingga 41 persen.

Meningkatnya keuntungan petani ini menandakan bahwa para petani memiliki daya beli yang meningkat sehingga memiliki kemampuan untuk membeli pupuk non subsidi. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan program ini yaitu memaksimalkan pemanfaatan pupuk non subsidi untuk produktivitas pertanian.

Daerah-Daerah yang Sudah Menjalankan Program Makmur

Program Makmur, didedikasikan PT Pupuk Indonesia untuk semua petani diseluruh wilayah negeri ini. Dengan target luasan lahan mencapai 50.000 hektare pada tahun 2021. 

Saat ini, Kabupaten Subang, Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur telah menjalankan Program Makmur.

Adapun komoditas yang menjadi fokus dalam program ini adalah padi, jagung, cabai, kelapa sawit, singkong, kopi, lada, kakao, bawang merah, tebu, tembakau, nanas, dan manggis. Realisasi program Makmur hingga Juli 2021 tercatat luas tanam sudah mencapai 29.619 hektare dengan akuisisi petani tercatat 25.775 orang.

PT Pupuk Indonesia (Persero) menargetkan pada 2022, total luasan tanam Program Makmur seluas 250.000 hektare yang tersebar di seluruh Indonesia dengan penjualan pupuk non subsidi diharapkan bisa mencapai 125.000 ton. Bertahap akan naik target luasannya hingga tahun 2024 diharapkan bisa dicapai 4.000.000 hektar. Sementara untuk jumlah petani yang terlibat pada tahun 2024 tersebut ditargetkan mencapai 4.000.000 orang.

Selain itu, masih dalam rangka transformasi bisnis, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga sedang melakukan pilot project untuk mengimplementasikan Retail Management System (RMS). Sistem ini berbentuk aplikasi untuk memudahkan kios mengelola transaksi dan pendataan stok produknya. RMS ini merupakan salah satu inisiatif strategis dalam program transformasi bisnis, dimana perusahaan akan berorientasi pada pasar atau customer centric.

Panen Raya Program Makmur di Banyuwangi oleh PKT

Program Makmur, terbukti telah meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Dalam kesempatan panen raya padi di Banyuwangi, SEVP Operasi Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan bahwa produktivitas petani padi di Banyuwangi mengalami peningkatan usai bergabung dalam program Makmur Pupuk Indonesia.

“Terjadi peningkatan 34 persen sampai 42 persen secara nasional, khususnya pada petani padi dan jagung,” kata dia, mengutip liputan6.com, pekan lalu.

Sebelum bergabung dalam Program Makmur panen padi petani di daerah tersebut, tambah dia angka panen tercatat sebesar 5 ton per hektare tetapi saat ini menjadi 9 ton per hektare.

Kekinian, Gatoet mengungkapkan terjadi peningkatan keuntungan petani menjadi sekitar Rp24 juta per hektare dari yang sebelumnya sekitar Rp10 juta per hektare.

Ponidi, salah satu anggota Kelompok Tani Sri Tanjung mengatakan bahwa sebelum bergabung dalam program Makmur, tingkat produktivitas produk pertanian yang digarapnya hanya sebesar 5 ton per hektare. Setelah bergabung, dirinya berhasil mencatatkan panen komoditas padi sekitar 9 ton per hektare.

“Dengan adanya Program Makmur, menjadi kebanggaan kami dari petani Kelompok Tani Sri Tanjung, khususnya pada Desa Karang Sari. Intinya untuk program Makmur, kami dari petani sangat terbantu,” kata Ponidi.

Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melakukan panen bersama di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, pada Kamis (9/9/2021). Panen bersama Program Makmur dilaksanakan di Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu. Dengan luas tanam yang akan dipanen tercatat seluas 42 hektare dari total luas 100 hektare.

Sedangkan luas tanam yang masuk dalam Program Makmur di Kabupaten Banyuwangi ini tercatat seluas 175 hektare yang tersebar ke beberapa desa dan kecamatan dengan rincian Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat seluas 10 hektare. Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi seluas 20 hektare. Kecamatan Blimbingsari seluas 20 hektare. Kecamatan Muncar seluas 25 hektare, dan Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu seluas 100 hektare.