Suka Ngopi? Coba Tanam dan Panen Sendiri Yuk, Ini Rekomendasi Pupuknya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Sebelum pandemi COVID-19, menjamur kedai dan kafe yang menjual beragam kopi berkualitas dan merupakan produk lokal dari berbagai belahan Nusantara. Hampir di setiap sudut kota bahkan desa ditemui kedai dan gerobak yang menawarkan beragam minuman olahan kopi.

Kopi original atau kopi tubruk hitam menjadi varian yang masih tetap banyak digemari meskipun telah tercipta varian-varian kopi kekinian, seperti kopi susu aren, kopi vanila dan kopi pandan.

Pandemi dampaknya luar biasa, kegiatan usaha stagnan. Kedai kopi dan kafe mayoritas tutup.

Namun, kabar gembiranya meskipun kedai dan kafe berhenti beroperasi tetapi tidak dengan pemasaran kopi secara  online. Banyak pelaku usaha yang berjaya di tengah pandemi dengan mengoptimalkan aplikasi berjualan online.

Karena itu, tidak heran jika Organisasi Kopi Dunia atau International Coffee Organization mengungkapkan tingkat konsumsi Indonesia tumbuh 44% dalam periode sepuluh tahun kopi (Oktober 2008-September 2019). Tahun kopi adalah periode 12 bulan yang terhitung mulai Oktober tahun tersebut hingga September tahun berikutnya. 

“Konsumsi kopi Indonesia per kapita pada periode tahun kopi Oktober 2018 – September 2019 mencapai 1,13 kg/tahun,” kata Ketua Dewan ICO periode 2019/2020 melansir investor daily. 

Pada periode tahun kopi September 2019, lanjut Iman, pangsa tingkat konsumsi Indonesia di antara negara produsen di kawasan Asia dan Oseania merupakan yang tertinggi, yaitu 13,5%.

Sedangkan pangsa tingkat konsumsi Indonesia di dunia pada tahun yang sama tertinggi ke-5, sebesar 2,9%. Untuk mendongkrak konsumsi domestik, kata Iman, Indonesia meningkatkan kapasitas melalui pemanfaatan dana khusus dari ICO, termasuk untuk kegiatan peningkatan manajerial dan pemasaran bagi wiraswasta muda di sektor kopi (youth coffeepreneur) serta mendorong pengenalan konsumsi kopi usia dini. 

“Proyek ini akan dimulai pada 2021 melalui kerja sama antar kementerian dan kolaborasi dengan pemangku sektor kopi lainnya. Di tengah berbagai tantangan sektor kopi global, peningkatan konsumsi domestik merupakan solusi terbaik saat ini untuk mewujudkan sektor kopi nasional yang berketahanan dan berkelanjutan dalam jangka panjang. Tidak saja dalam masa pandemi, namun juga di masa depan,” ungkap dia. 

Tanam Kopi di Rumah? Yuk Kita Mulai 

Cara Mudah Menanam Kopi di Rumah

1. Beli Biji Kopi Bermutu

Pilihlah biji kopi yang bermutu, dapat diperoleh dari penjual di kios-kios bibit dan benih tanaman. Bisa juga membeli di pasar online yang kini marak menjual beragam bibit tanaman, termasuk kopi

2. Siapkan Biji Kopi untuk Ditanam

Sebelum menanam biji ke dalam tanah, rendam dulu di dalam mangkuk berisi air hangat selama kurang lebih satu malam.

Pada keesokan harinya, keringkan biji-biji tersebut dan bagi semuanya dengan rata untuk ditanam di dalam pot yang sudah tersedia.

3. Proses Penanaman

Biji kopi akan tumbuh lebih cepat apabila media tanam yang tersedia di dalam pot merupakan tanah subur. Karenanya, sebelum memasukan tanah ke dalam pot, campurkan dulu dengan pupuk kandang atau organik dengan perbandingan 1:1.

Pot yang kamu sediakan juga harus berukuran medium ke besar karena kopi merupakan salah satu dari tanaman yang berbatang cukup tinggi dan lebar.

Tanam biji sedalam sekitar 1/3 dari besar pot, apabila kamu memilih tanah pekarangan sebagai media tanam, gali lubang yang lebih dalam, sekitar 30 cm, untuk menanam biji kopi.

4. Proses Pertumbuhan

Simpan pot atau biji kopi yang sudah kamu tanam di tanah pekarangan pada area yang terkena sinar matahari secara langsung untuk mempercepat proses pertumbuhan. Siram secukupnya dan jaga kelembaban tanah dengan baik. Pastikan tanah tidak terlalu kering atau terlalu basah, tenggelam oleh air.

Inilah mengapa menanam kopi lebih disarankan untuk dilakukan dengan media pot, karena kita akan lebih mudah memeriksa kadar air yang terdapat di dalamnya dibandingkan lahan pekarangan rumah yang terlalu luas.

Setelah sudah cukup besar, kira-kira mencapai 20 centimeter, pindahkan tanaman kopi dari pot ke lahan yang lebih luas atau media penanaman yang lebih besar. Kemudian tanaman tumbuh setinggi 60 cm kembali dipindahkan lagi ke tempat yang lebih besar.

Itulah sejumlah tahapan menanam kopi di pekarangan rumah, namun untuk memastikan kopi tumbuh dan buahnya berkualitas serta melimpah tentu dalam merawatnya membutuhkan pupuk yang sesuai dengan kebutuhan tanaman tersebut.

Tanaman kopi merupakan jenis hortikultura yang bisa dibudidayakan di kebun maupun halaman rumah. Untuk mendapatkan hasil kebun yang optimal tentunya diperlukan pengetahuan mengenai tanaman kopi dan media tanam yang tepat untuk digunakan. Kemudian, dari sini kamu dapat menentukan pupuk apa yang cocok untuk diaplikasikan.

Sebagai gambaran, cobalah menggunakan pupuk NPK non subsidi Pelangi keluaran PT Pupuk Kaltim dengan komposisi 16-16-16. Anak perusahaan PT Pupuk Indonesia ini merupakan salah satu produsen pupuk yang telah dikenal menghasilkan beragam pupuk berkualitas.

Pupuk ini direkomendasikan petani karena terbukti telah berhasil mengoptimalkan tanaman yang tumbuh berkualitas dengan hasil melimpah pula.

Untuk mendapatkan pupuk jenis ini, sekarang bisa dibeli secara online diberbagai platform belanja tetapi bisa juga dengan membeli langsung ke kios-kios pupuk di pasar tradisional maupun modern. (*)