kisah sukses trantri namirah

Sukses Bercocok Tanam, Ini Kisah Menarik dari Tantri Namirah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Berkebun di rumah atau urban farming menjadi hobi yang makin naik daun selama pandemi. Aktivitas produktif ini makin disukai banyak kalangan, tak terkecuali fashion influencer Tantri Namirah.

Antusias wanita yang akrab disapa Namirah itu dalam bercocok tanam sangat tinggi, hingga membuatnya sadar balkon dan lahan di rumahnya sudah dipenuhi beragam tanaman, mulai dari tanaman hias hingga tanaman pangan.

Hal itu membuat Namirah mencoba melebarkan lahannya dengan menjadi petani komplek. Ia memanfaatkan lahan kosong seluas 180 meter kubik miliknya yang berada di area komplek menjadi kebun sayur.

Istri aktor Haikal Kamil tersebut kini merawat sebidang kebun yang ditanami beragam sayuran, seperti pakcoy, kangkung, bayam, cabai, dan terong. Semua sayuran ia tanam secara organik atau tanpa menggunakan pestisida, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi keluarga.

Meski awalnya tidak memiliki ketertarikan, Haykal sang suami mendukung penuh hobi baru Namirah. Sebab Haykal sendiri telah merasakan nikmatnya sayuran organik yang dirawat dengan penuh cinta oleh sang istri. Kini mereka kompak merawat kebun bersama-sama.

Karena memiliki kebun sayur sendiri, keluarga muda ini tidak pernah absen mengonsumsi sayuran setiap harinya. Melalui akun instagramnya, Namirah membagikan berbagai potret olahan sayur, mulai dari tumisan hingga dijus. Selain sehat, juga membuat mereka menjadi lebih hemat dalam berbelanja sayuran.

Namirah menyebut aktivitas bercocok tanam memberikan banyak manfaat bagi dirinya dan keluarga. Selama pandemi kegiatan di kebun menjadi healing time baginya. Ketika bosan, dirinya bisa menghabiskan waktu hingga dua jam untuk mengurus tanaman. Setelah itu mood-nya segera kembali.

“Berkebun merupakan cara untuk mengajarkan kita tentang pentingnya menghargai proses, mencintai lingkungan, serta menghargai keragaman, berkebun juga menjadikan aku lebih bersyukur kepada Tuhan,” ujar Namira melalui akun instagram kebunnya.

@ku.tanami

Tidak hanya itu, kebun komplek miliknya juga menjadi sarana edukasi untuk putri semata wayangnya, Khawla Saila Kamil. Namirah kerap mengajak Khawla ikut menyiram, mencabut tanaman liar, hingga memanen sayuran.

Semua hasil panen sawah kebun komplek Namirah tidak untuk dijual. Selain untuk konsumsi sendiri, Namirah kerap membagikan sayuran hasil panen kebunnya kepada keluarga dan tetangga.

Namirah mengaku tidak sulit untuk memulai bercocok tanam, karena semua informasi maupun benih sudah cukup tersedia di internet maupun e-commerce.

Rekomendasi Pupuk yang Bagus untuk Bercocok Tanam

Bagi Anda yang gemar atau baru akan memulai bercocok tanam sayuran dan buah seperti yang dilakukan Tantri Namirah, pilihlah pupuk berkualitas untuk mengoptimalkan produktivitas lahan Anda. Pupuk Kaltim menyediakan berbagai jenis pupuk nonsubsidi, salah satunya yang cocok untuk hortikultura adalah Produk NPK Pelangi dengan komposisi 16-16-16.

Pupuk NPK Pelangi telah terbukti meningkatkan produktivitas petani hortikultura. Berdasarkan hasil ujicoba pada program demonstration plot (demplot) berbagai komoditas yang dilaksanakan secara berkesinambungan di berbagai wilayah distribusi Pupuk Kaltim, terjadi peningkatan hasil panen mencapai 30% per hektare.

NPK Pelangi sangat cocok untuk semua jenis tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan. Dibuat dengan teknik pencampuran secara fisik (bulk blending) menggunakan bahan baku berkualitas tinggi seperti Urea Granul, Diammonium Phospate (DAP) dan KCL yang merupakan sumber kalium dari serpihan asli (flake) dengan kandungan Kalium Oksida (K2O) sebesar 60%.

Keunggulan NPK Pelangi di antaranya melepaskan unsur hara sesuai karakteristik atau sifat asli bahan baku, karena urea granul merupakan slow release nitrogen fertilizer yang lebih efisien diserap tanaman.

Selain itu, NPK Pelangi juga memiliki kandungan dan kelautan unsur fosfat yang sangat tinggi, dengan berbagai komposisi unsur hara yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman pertanian. Disamping juga lebih efektif, efisien dan tahan disimpan lebih lama, serta mampu meningkatkan hasil panen.

NPK Pelangi dibuat pada berbagai komposisi unsur hara yang sesuai untuk tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan, serta menyesuaikan kebutuhan tanaman terhadap unsur hara dalam pertumbuhannya.

Beberapa komposisi NPK Pelangi yakni 20-10-10 dan 16-16-16 yang dianjurkan untuk tanaman pangan dan hortikultura, seperti padi, jagung, cabai, tomat, kubis dan berbagai jenis tanaman sayur.

Kemudian komposisi 12-12-17-2, 15-15-6-4 dan 12-6-27-4 untuk jenis tanaman perkebunan seperti kelapa sawit, kakao, karet dan sebagainya.

Sesuai namanya, unsur hara pada NPK Pelangi terdiri dari Nitrogen (N) yang diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang dan akar.

Lalu Fosfor (P) untuk merangsang pertumbuhan akar khususnya pada tanaman muda, serta mempercepat pembungaan dan pemasaran buah, biji atau gabah.

Sedangkan Kalium (K) yang bermanfaat untuk memperkuat tubuh tanaman, seperti daun, bunga dan buah agar tidak mudah gugur, serta meningkatkan daya tahan tanaman terhadap kekeringan, serangan hama dan penyakit, serta membuat batang tanaman lebih kokoh sehingga tidak mudah roboh.

Seluruh produk Pupuk Kaltim telah tersertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) sebagai jaminan terhadap konsumen. Bahkan Pupuk Kaltim berhasil menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih predikat Grand Platinum dalam ajang SNI Award, setelah mempertahankan predikat Platinum tiga kali berturut pada 2016, 2017 dan 2018. (*)