Tak Hanya Pintar Bernyanyi, Tantri Kotak Ternyata Lihai Bercocok Tanam Lho!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Ketika pandemi Covid-19 menyerang, tak sedikit para selebritis yang mencari alternatif kegiatan selama di rumah saja. Tantri Syalindri yang merupakan vokalis band Kotak menjadi salah satunya. Tantri mengaku bahwa jadwal manggung tidak ada sama sekali selama pandemi. Sehingga ia mulai bercocok tanam untuk mengusir kebosanan di rumah.

Tantri mulai dengan menanam sayur- sayuran. Kegiatannya berkebun sering kali dibagikannya di akun social media Instagram miliknya. Tantri memilih berkebun dengan menggunakan metode hidroponik. Menurutnya metode hidroponik lebih nyaman dilakukan daripada menggunakan media tanam tanah.

Tantri merasa dengan hidroponik kuncinya adalah nutrisi yang tepat. Metode hidroponik juga tidak mengharuskannya menyiram tanamannya setiap hari, dan tanamannya bisa ditinggal ketika ia harus pergi keluar kota. Asalkan kotak airnya penuh dan mengandung nutrisi yang tepat serta mendapat sinar matahari yang cukup. Panen dari kebun hidroponiknya dapat dikonsumsi untuk keutuhan sehari- harinya. Dan Tantri mengakui, hidroponik saat pandemi bisa menjadi salah satu mata pencaharian baru bagi yang ingin fokus, karena harga jual yang lumayan tinggi untuk setiap sayurannya.

Tanaman- tanaman yang ada di kebun hidroponik Tantri adalah sayur-sayuran. Di akun instagram pribadinya, Tantri membagikan cerita ketika ia mulai dari pembibitan hingga pindah ke media tanam. Terlihat Tantri mencoba untuk menanam kangkung, caisim, sawi, bayam dan pakcoy selada dan kale. 

Cara Merawat Kangkung, Bayam dan Selada saat Musim Hujan

Kangkung, bayam, selada merupakan tanaman yang bisa kamu tanam di musim hujan. Ketiga sayuran ini bisa tahan terhadap cuaca dingin dan akan cepat tumbuh dengan intensitas air yang tinggi. Namun meski mereka cocok ditanam saat musim hujan, bukan berarti perawatannya tidak diperhatikan. Ketika menanam dengan media tanam hidroponik, kamu harus memperhatikan jumlah nutrisi yang diberikan. Kamu juga bisa memberikan atap pada tanaman hidroponik kamu, agar air hujan tidak langsung menetes pada tanaman. 

Ketika menggunakan media tanam tanah, hal yang harus diperhatikan mulai dari drainase, waktu pemberian pupuk, penyiangan gulma dan hama, dan perawatan lainnya. Meski tanaman sayuran seperti kangkung, selada, dan bayam tahan terhadap hujan, bukan berarti mereka tidak perlu dirawat selama musim hujan. Perawatan pertama yang harus dilakukan adalah menyesuaikan penyiraman. Tanaman tetap harus memiliki kelembaban yang baik. Jangan biarkan tanaman tergenang banyak air, karena bisa menyebabkan busuk pada akar dan bisa membuat tanaman mati. Usahakan untuk menaikkan bedengan agar air mengalir dan tidak membanjiri tanaman. 

Pada musim hujan tanaman juga rentan terkena penyakit seperti jamur. Oleh sebab itu harus diperhatikan dengan seksama tanda- tanda jamur seperti adanya bintik- bintik putih pada daun, dan batang, daun yang layu dan menguning, serta akar yang busuk. Kamu bisa menggunakan mulsa sebagai penutup pada tanah, dan menggunakan fungisida. Tidak hanya jamur, gulma seperti rumput liar juga menjadi subur saat musim hujan. Ketika rumput liar muai tumbuh disekitar tanaman, tentu itu akan mempengaruhi penyerapan nutrisi tanaman. Baiknya sering menyiangi dan membersihkan gulma di area kebun. 

Selanjutnya adalah pemberian pupuk. Saat musim hujan, kamu harus memperhatikan waktu pemberian pupuk. Berilah pupuk setelah hujan reda, karena apabila memberikan pupuk sebelumnya, nutrisi pada pupuk akan ikut larut bersama dengan air hujan, sehingga itu akan menjadi sia-sia.

Penulis: Fitri