Tanam Sayuran Pakai Botol Bekas? Bisa Banget, Pakai Pupuk Ini Ya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Sampah plastik menjadi masalah yang sangat serius bagi lingkungan. Bahkan perbaikan sistem pengelolaan sampah plastik ini mutlak harus diperhatikan.

Dilansir dari Indonesia.go.id, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun. Sebanyak 3,2 juta ton di antaranya merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut. 

Sementara itu, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar, setelah Tiongkok. 

Ini tentu bukan urutan yang patut dibanggakan, karena sampah plastik mengancam berbagai aspek kehidupan, terutama kehidupan biota laut dan keseimbangan ekosistem di lautan. 

Apalagi bahaya dari sampah plastik diketahui sangat banyak. Berikut ini adalah dampak dari sampah plastik.

  1. Merusak rantai makanan

Pencemaran plastik memengaruhi plankton sebagai organisme terkecil di dunia. Ketika organisme terkecil terganggu, maka hal tersebut bisa menyebabkan ketidakseimbangan untuk organisme lainnya.

  1. Membunuh hewan

Data dari National Oceanographic dan Atmospheric Administration menyebutkan bahwa jutaan burung dan ikan serta 100.000 mamalia mati akibat sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik. Sampah plastik juga merusak sistem hutan bakau yang penting bagi manusia dan merupakan habitat bagi ribuan spesies.

  1. Mencemari tanah dan air tanah

Sampah plastik yang menggunung di tempat pembuangan sampah dan berinteraksi dengan air akan membentuk bahan kimia berbahaya. Jika bahan kimia berbahaya ini meresap ke dalam tanah, kualitas air akan menurun. Bahkan bisa menyebabkan air tanah teracuni.

  1. Menyebabkan polusi udara

Pembakaran sampah plastik bisa menyebabkan pencemaran udara karena adanya bahan kimia beracun yang dilepas ke udara. Udara yang tercemar ini bisa memengaruhi Kesehatan manusia dan hewan.

  1. Menimbulkan masalah kesehatan bagi manusia

Penggunaan zat adiktif kimia selama proses produksi plastik dapat menyebabkan gangguan endokrin. Tak hanya itu, proses penyimpanan dan pembuangan plastik dikaitkan dengan masalah kesehatan yang memengaruhi orang-orang di seluruh dunia.

  1. Menguras biaya

Untuk mengatasi dampak sampah plastik dibutuhkan jutaan dolar setiap tahunnya. Banyak sekali lahan dan biaya yang terkuras untuk membuat banyak tempat pembuangan sampah dengan sebagian besarnya adalah sampah plastik.

Sampah Botol Plastik Bisa Digunakan Sebagai Media Tanam Sayuran

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi sampah botol plastik. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan botol plastik tersebut sebagai media tanam. 

Joyce Starr, seorang landscape design mengatakan untuk memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam, sebaiknya dipastikan dulu lubang dari botol tersebut cukup lebar agar tanaman bisa masuk. 

Nah, ada beberapa tips mengenai cara memanfaatkan botol plastik bekas sebagai media tanam. 

  1. Lubang besar

Sebaiknya, cari botol plastik yang memiliki lubang besar agar Anda bisa memasukkan bibit atau batang tanaman. Dalam hal ini, Anda bisa memanfaatkan botol minuman di atas 1 liter atau gelas kemasan air mineral.

  1. Cuci bagian dalam dan luar botol

Jangan lupa untuk mencuci bagian dalam dan luar botol, lalu biarkan mengering. Hal ini perlu dilakukan untuk menghilangkan zat beracun yang mungkin dapat membahayakan tanaman.

  1. Pilih tanah berpori

Tanah berpori dibutuhkan untuk menanam dengan menggunakan media botol. Ini karena tanah berpori akan mengurangi resiko busuk dan memungkinkan udara sampai ke akar.

  1. Lapisi kerikil dan arang

Drainase tanah dapat ditingkatkan dengan menambahkan satu inci kerikil ke bagian bawah botol. Selain itu, bisa juga dengan cara menambahkan lapisan kecil arang di atasnya karena arang dapat membantu mengurangi bau asam yang dihasilkan dari penguraian. Lalu sebarkan tanah secara merata di atas kerikil dengan menggunakan sendok bergagang panjang.

  1. Masukkan bibit tanaman

Langkah selanjutnya adalah penanaman bibit tanaman, mulai dari yang rendah pertumbuhannya dan kemudian diteruskan hingga yang tertinggi. Jika sulit memasukkan tanaman yang tersisa ke dalam posisinya, bungkus dengan corong kertas dan selipkan melalui botol.

  1. Siram tanaman

Langkah terakhir adalah merawat tanaman dan rajin menyiramnya. Penyiraman ini bisa dilakukan saat tanah menjadi kering atau tanaman mulai layu. Lalu tempatkan botol yang terkena matahari langsung dan biarkan botol terbuka selama beberapa minggu untuk mengurangi kondensasi. Kemudian tutup dengan gabus atau yang sesuai.

Slick Garden menyebut ada beberapa tanaman yang cocok ditanam di media botol plastik. Tanaman tersebut diantaranya basil, peterseli, stroberi, oregano, rosemary, bayam, lada, dan sebagainya.

Jika Anda ingin menanam tanaman yang mudah tumbuh, bayam menjadi salah satu yang bisa ditanam. Untuk menanamnya, siapkan dulu botol dengan ketinggian kurang lebih 8 inci. Lalu taburkan beberapa biji bayam, sirami, dan pilih tempat yang teduh. 

Pupuk yang Tepat Untuk Tanaman Sayur di Botol Plastik

Seperti halnya di lahan, pupuk juga dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman sayur yang ditanam di botol plastik. Pupuk yang diberikan bisa berupa pupuk organic dan anorganik sesuai dengan tujuan budidaya yang Anda lakukan. Jadi Anda bisa menyesuaikan jenis pupuk dengan jenis tanaman sayuran yang digunakan. Berikut ini adalah ulasan lebih lanjut mengenai pupuk yang dibutuhkan untuk tanaman sayur di botol plastik.

  1. Pupuk untuk tanaman sayur daun

Tanaman sayur daun adalah sayuran yang dimanfaatkan bagian daunnya seperti bayam, kangkung, katuk, sawi dan selada. Anda membutuhkan pupuk yang dapat membuat daun menjadi lebat, berwarna hijau, segar, serta tekstur daun yang renyah.

Pupuk untuk tanaman daun seperti ini bisa diberikan melalui media tanaman pada saat proses penanaman. Namun tidak sedikit yang melakukan pemupukan susulan pada pertengahan umur tanam. 

Jenis pupuk yang bisa diberikan untuk sayuran seperti ini adalah pupuk yang mengandung unsur Nitrogen yang tinggi seperti pupuk urea. Selain urea, pupuk yang cocok lainnya untuk tanaman sayuran adalah pupuk NPK. 

  1. Pupuk untuk tanaman sayur buah

Tanaman buah seperti cabai, tomat, terong dan lain sebagainya juga membutuhkan pupuk berkualitas. Hampir mirip dengan tanaman sayur daun, penggunaan pupuk NPK atau campuran pupuk urea TSP, dan KCL dengan perbandingan 1:1:1 dibutuhkan untuk tanaman ini, disamping perlunya pupuk kandang atau pupuk kompos. 

Baik pupuk urea dan pupuk NPK terbaik dan berkualitas yang dibutuhkan tanaman sayur daun dan buah  ini sebagian besar diproduksi Pupuk Kaltim. Anak usaha dari PT Pupuk Indonesia (Persero) ini dikenal sebagai produsen pupuk urea terbesar di Indonesia, disamping pupuk NPK dan amoniak. Jadi Anda bisa menggunakan pupuk-pupuk tersebut untuk meningkatkan produktivitas tanaman sayuran Anda di rumah. (*)