hari jantung sedunia

Tanaman Herbal untuk Jantung Sehat yang Bisa Ditanam di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Hari Jantung Dunia (World Heart Day) diperingati setiap tahun pada tanggal 29 September. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk meningkatkan perhatian masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular serta bagaimana pencegahan dan dampaknya secara global.

Dikutip dari Britannica, World Heart Federation (WHF) bersama dengan WHO pertama kali mengumumkan Hari Jantung Dunia (WHD) pada tahun 1999. Ide tersebut datang dari mantan Presiden WHF periode 1997-1999 Antoni Bayes de Luna. Peringatan pertama WHD ini jatuh pada September 2000.

Sejak saat itu, WHF selalu mengumpulkan dan menyebarkan informasi serta mengumumkan tema perayaan. Lebih dari 90 negara ikut merayakan Hari Jantung Dunia setiap tahunnya.

Melalui Hari Jantung Dunia, WHF berkomitmen untuk berjuang mengurangi penyakit Cardiovascular Disease (CVD) secara global. CVD merupakan suatu keadaan di mana terjadi gangguan pada system jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini termasuk ke dalam penyakit tidak menular.

WHO menyebut, penyakit-penyakit kardiovaskular masih menjadi penyakit dengan jumlah kematian terbanyak per tahun. Sampai saat ini, 17,9 juta orang meninggal dunia disebabkan karena penyakit kardiovaskular setiap tahunnya. Jumlah tersebut mencapai 31% dari angka kematian global. Sebanyak 75% korban penyakit kardiovaskular dialami oleh warga dari negara berkembang.

Kasus Meninggal Akibat Serangan Jantung di Indonesia

Penyakit jantung coroner menjadi ancaman yang mematikan di Indonesia. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada 2016, total kematian di Indonesia mencapai 1.863.000 jiwa. Sebanyak 73 persen diantaranya disebabkan oleh penyakit tidak menular.

Adapun penyakit tidak menular jantung koroner menjadi penyebab kematian nomor satu, yaitu sebanyak 35 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding penyakit lainnya seperti stroke, TBC, atau diabetes.

Prevalensi penyakit jantung tertinggi didominasi oleh manula berusia 75 tahun ke atas. Namun, hal ini bukan berarti mereka yang berusia lebih muda bebas dari ancaman penyakit jantung.

Berdasarkan data Riskesdas 2018, angka prevalensi penyakit jantung di Indonesia sudah dimulai sejak umur kurang dari 1 tahun dan tersebar di semua kelompok umur. Semakin tinggi umur seseorang, maka risiko terkena penyakit jantung semakin tinggi.

Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga Kesehatan harus dimulai sejak masih muda. Justru dengan menerapkan pola hidup sehat atau kebiasaan-kebiasaan yang baik bagi jantung sedini mungkin, Anda bisa memiliki jantung yang tetap sehat sampai tua nanti.

Bahkan saat ini faktanya penyakit jantung menyerang 1 dari 10 orang Amerika yang berusia di antara 20-39 tahun. Penyakit jantung di usia muda bisa terjadi akibat gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang berolahraga, pola makan yang buruk, dan kebiasaan tidak sehat lainnya yang dilakukan dalam jangka waktu lama.

Berikut ini adalah cara-cara yang cukup efektif untuk menjaga kesehatan jantung:

1.       Menghentikan kebiasaan merokok

Perokok memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung coroner. Tidak hanya perokok sendiri, orang-orang di sekitarnya yang menghirup asap rokok (perokok pasif) juga lebih berisiko karena zat racun pada rokok dapat merusak pembuluh darah jantung.

2.       Melakukan olahraga secara rutin dan teratur

Rutin melakukan olahraga dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Alangkah bijaknya untuk menyempatkan waktu berolahraga 20-30 menit setiap hari karena manfaatnya sangat baik untuk kesehatan jantung. Anda bisa melakukan olahraga jogging, jalan kaki, bersepeda, hingga berenang.

3.       Mengonsumsi ikan

Mengonsumsi makanan yang mengandung asal lemak Omega-3 dapat membantu mencegah penyakit jantung. Anda bisa memilih ikan, sarden, tuna, atau salmon secara teratur untuk mencukupi kebutuhan tubuh akan Omega-3.

4.       Mengonsumsi lebih banyak serat.

Makanan kaya serat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Serat bisa didapatkan pada buah-buahan, sayuran, gandung, kacang, dan sereal. Minimal, Anda harus mengonsumsi 30 gram serat per hari.

5.       Mengurangi konsumsi lemak jenuh

Kolesterol dalam darah bisa meningkat jika kita terlalu banyak mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans. Kolesterol yang menumpuk berpotensi menyumbat pembuluh darah jantung. Karena itu, kurangilah lemak jenuh yang banyak terdapat pada daging merah, kulit ayam, makanan olahan, makanan yang digoreng, margarin, dan produk susu kaya lemak.

6.       Menjaga tekanan darah

Tekanan darah tinggi bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Jika hal ini terjadi pada pembuluh darah organ-organ yang penting seperti jantung dan otak, dapat berakibat fatal. Karena itu, rajinlah berolahraga, mengurangi asupan garam, dan hinari minuman beralkohol.

7.       Menjaga kadar gula darah

Kadar gula tinggi tidak hanya menjadi penyebab diabetes, tetapi juga membuat Anda berisiko terkena penyakit jantung. Karena itu, langkah yang bisa dilakukan adalah mengganti nasi putih dengan nasi merah, dan mengurangi asupan gula.

8.       Istirahat yang cukup

Kurangilah begadang. Usahakan istirahat yang cukup dan tidur 7-8 jam setiap hari. Pasalnya, kurang istirahat dapat meningkatkan risiko terkena penyakit darah tinggi, diabetes, dan serangan jantung.

Tanaman Herbal yang Bermanfaat Bagi Kesehatan Jantung

Beberapa tanaman herbal dipercaya bermanfaat bagi kesehatan jantung. Contohnya adalah daun sirih merah. Daun sirih merah dipercaya efektif mengobati penyakit jantung. Mengutip buku berjudul ’Sehat Alami dengan Herbal: 250 Tanaman Berkhasiat Obat’, Anda dapat menyiapkan bahan-bahan berupa 3-4 lembar daun sirih berukuran sedang, air sebanyak 800 ml.

Selanjutnya, cuci bersih daun sirih merah lalu rebus dengan air sampai mendidih dan menyisakan dua gelas air. Saring air rebusan daun sirih merah dan minum segelas rebusan daun sirih merah selagi hangat dua kali sehari sebelum makan.

Anda bisa menanam sendiri daun sirih merah ini di rumah. Apalagi daun sirih merah mudah tumbuh dan bisa ditanam di polybag.

Langkah pertama adalah mencari bibit sirih merah di kios-kios atau petani, lalu siapkan polybag dan media tanam. Anda juga bisa memilih teknik menanam sirih merah, seperti Teknik stek, merunduk, atau stek air.

Pada dasarnya, Anda bebas menggunakan Teknik apa saja, namun pastikan batang sirih yang ditanam sudah cukup tua sebelum ditancapkan ke media tanam.

Lakukan penyiraman rutin setiap hari. Jangan lupa juga untuk memberi pupuk. Gunakan pupuk berkualitas seperti NPK Pelangi produksi Pupuk Kaltim yang memiliki kandungan urea granul sebagai sumber nitrogen, DAP granul sebagai sumber nitrogen dan fosfor, KCL granul sebagai sumber kalium, Filler MgO granul sebagai sumber magnesium dan oksigen, Filler P Granul sebagai sumber fosfor, dan TE granul.

Pupuk NPK Pelangi dapat membuat tanaman lebih hijau, sebagai penyusun protein dan klorofil yang berperan dalam proses fotosintesis, penting untuk pertumbuhan daun, batang, dan akar, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta memperkuat akar dan tunas. Selain itu masih banyak manfaat dari NPK Pelangi produksi Pupuk Kaltim ini. (*)