Budidaya Timun Suri

#TanamKebaikan: Segar dan Bikin Sehat, Intip Budidaya Timun Suri yang Jadi Primadona Selama Ramadan Yuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bagi Ruslan, Warga Desa Tanjung Baru Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan bulan Ramadan menjadi waktu yang ditunggu-tunggunya. Dia yang sehari-hari bekerja sebagai pengurus taman di salah satu sekolah kejuruan di daerah tersebut akan mendapatkan rejeki tambahan. Karena di sela-sela waktunya mengurus taman SMK Negeri di sana, Ruslan juga menanam timun suri. 

“Seminggu lagi tanaman saya mulai panen,” kata dia saat dibincangi medio April 2021.

Ia mengungkapkan timun suri di tanam di lahan seluas ½  hektare tidak jauh dari sekolah. Mendekati bulan puasa atau sekitar 75 hari sebelum Ramadan mulai menanam bibit timun suri.

“Saat ini mulai panen, tetapi panen rayanya pekan depan,” ujar dia.

Biasanya, lanjut Ruslan, pembeli akan datang langsung ke kebun untuk memilih dan memetik buah timun suri. Tak hanya masyarakat biasa, tapi juga para pedagang ataupun pengepul juga ikutan singgah.

“Meskipun belum panen raya tetapi pedagang pengepul sudah datang dan memesan untuk membeli buah tersebut saat panen tiba,” katanya.

Ruslan mengatakan sebelum menanam timun suri biasanya dia memanfaatkan lahan kosong tersebut dengan menanam cabai keriting. Karenanya, walaupun kini buah-buah timun suri mulai menguning tanaman cabai juga tetap dibudidayakan di pinggiran kebun.

Untuk menanam timun suri di lahan seluas ½ hektare, Ruslan membutuhkan dana sekitar Rp8 juta yang digunakan untuk menyiapkan lahan sampai proses pemupukan media tanam di kawasan yang berada sekitar 36 kilometer dari Kota Palembang tersebut.

Hasil panen biasanya mencapai Rp20 juta dikurangi biaya produksi, jadi bisa mengantongi sekitar Rp12 juta selama Ramadan, ungkap Ruslan. Harga timun suri di pasar tradisional Kota Palembang sendiri berkisar Rp5.000 sampai Rp6.000 per kilogram.

Sebagai informasi, timun suri mengandung beragam zat dan vitamin yang dibutuhkan tubuh kita. Sebagai sumber air, kalium, vitamin C, kalsium dan juga fosfor. Karena itu, setiap bulan Ramadan biasanya timun suri banyak dicari masyarakat.

Timun suri juga dikenal berkhasiat untuk mengatasi masalah pencernaan dan panas dalam. Petani pun, sengaja menanam timun suri dengan hitungan panen pada bulan Ramadan agar kebutuhan masyarakat buah dari jenis labu-labuan tersebut terpenuhi.

Syarat Tumbuh Timun Suri

Di tengah “demam” bercocok tanam sejak di awal pandemi COVID-19, tentu saja ada hasrat untuk menanam buah yang kadang hanya ditemukan saat Ramadan ini, timun suri. Untuk membudidayakan buah ini yuk kita pelajari dulu apa saja yang mesti diperhatikan.

Mengetahui syarat tumbuh tanaman ini, menurut 99.co menjadi bagian awal yang penting. Hal ini, menjadi syarat penting guna mendukung produktivitas tanaman.

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Suhu udara 21 hingga 27 derajat Celcius
  2. Intensitas sinar matahari yang cukup
  3. Daerah kering dan tidak banyak hujan
  4. Ketinggian wilayah yang paling cocok adalah 1000 – 1200 mdpl
  5. Kondisi tanah gembur, kaya humus, dan mudah menyerap air PH tanah 6 – 7
  6. Sistem pengairan atau drainase tergolong baik

Syarat tersebut sudah terpenuhi. Ayo, jangan tunggu lama lagi mari kita mulai bercocok tanam.

Cara Menanam Timun Suri

1. Persiapan Lahan Tanam

Lakukan sterilisasi lahan dengan membersihkannya dari gulma dan bebatuan. Kemudian, gemburkan tanah di lahan tanam dengan mencangkul atau membajaknya. Buat bedengan dengan lebar 80 cm dan panjang yang disesuaikan dengan luas lahan. Tinggi bedengan sesuaikan dengan kondisi lahan yang kamu gunakan.

Hal lain yang tak kalah penting adalah membuat lajur di bagian kanan dan kiri bedengan. Buat parit di bagian tengahnya selebar 40 cm. Lalu, taburkan kapur dolomit untuk memperbaiki pH tanah. Kamu juga perlu memberikan pupuk kandang atau pupuk kompos pada bedengan. Selain itu, kamu bisa memberikan tambahan pupuk kimia seperti SP, KCL, dan urea. Biarkan selama 10 sampai 15 hari.

2. Pemilihan Bibit Unggul

Sembari menunggu lahan siap untuk ditanami, kita bisa melakukan pemilihan dan penyemaian benih timun suri.

Awali dengan mengupas buah dan bagi menjadi dua bagian, ambil bijinya, bersihkan biji dengan air mengalir, rendam biji dengan air biasa, lalu buang yang mengapung, tiriskan biji yang tenggelam dan jemur hingga kering.

3. Penyemaian Benih Timun Suri

Setelah selesai memilih bibit unggul, lakukan penyemaian. Berikut langkah-langkah yang harus dijalani dalam tahap penyemaian:

  1. Campurkan tanah dengan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1, aduk hingga rata menggunakan cetok.
  2. Masukkan campuran tersebut ke dalam gelas plastik atau polybag yang sudah disiapkan.
  3. Buat lubang di bagian tengahnya sedalam kurang lebih 2 cm.
  4. Letakkan benih timun suri sebanyak satu biji pada masing-masing wadah.
  5. Timbun dengan campuran tanah dan padatkan dengan menepuk tanah secara perlahan.
  6. Siram dengan air secukupnya, kemudian letakkan di tempat yang teduh atau tidak terkena sinar matahari langsung.
  7. Jika benih sudah berkecambah maka letakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung agar bibit yang tumbuh semakin kuat.

4. Pemindahan Bibit yang Sudah Disemai

Bibit timun suri yang sudah siap pindah tanam ke lahan permanen adalah bibit yang sudah menginjak usia 10 hari sejak masa penyemaian. Serta menunjukkan adanya tanda-tanda perkecambahan.

Pilih bibit yang sehat, dimana bibit tidak terinfeksi penyakit apapun, angkat bibit timun suri hingga ke akarnya secara perlahan, tanam bibit di lubang tanam yang telah dibuat, timbun dengan sedikit tanah. Lalu siram dengan teratur.

Cara menggunakan pupuk NPK untuk budidaya timun suri

Setelah proses penyemaian selesai, perawatan timun suri dengan menggunakan pupuk yang tepat dan pengaplikasiannya juga diwaktu yang tepat akan menjadi kunci keberhasilan dalam budidaya buah ini.

Perawatan tanaman meliputi:

  1. Lakukan penyiraman dua kali sehari, di pagi dan sore hari.
  2. Beri pupuk pada usia tanaman 10, 17, 24, 31, dan 40 hari. Pupuk NPK Pelangi komposisi 16-16-16 menjadi penentu keberhasilan panen yang bagus dan melimpah.

Cara menggunakan pupuk bisa dilakukan dengan langsung menerapkan NPK Pelangi dengan cara menaburkan ke tanah. Selanjutnya, saat usia 60-70 hari masa tanam, biasanya buah timun suri sudah bisa dipanen.

Jika tanaman timun suri tumbuh dengan sehat, maka kita bisa memanen 10 hingga 15 kali dalam satu tanaman. Menarik, bukan?

Nah, kalau kamu mau coba #tanamkebaikan timun suri dari rumah, sudah bisa ya. Mudah, kok!