review film the biggest little farm

The Biggest Little Farm, Film rekomendasi Pertanian keren di Disney + Hotstar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

The Biggest Little Farm adalah sebuah film dokumenter Amerika yang mengangkat perjalanan sepasang suami istri John Chester dan Molly Chester dalam meraih mimpi mereka dalam dunia pertanian dan peternakan. Film ini dirilis pada 2018 dan juga disutradarai oleh John sendiri.

John memiliki latar belakang pekerjaan sebagai sutradara sinemator satwa liar. Molly bekerja sebagai koki dan juga blogger yang juga memiliki ketertarikan pada tanaman. Film ini bercerita tentang bagaimana John dan Molly memulai kehidupan baru mereka di luar Los Angeles tepatnya di daerah Moorpark, California.

Cerita mereka bermula ketika anjing mereka yang bernama Todd selalu menggonggong saat John dan Molly tak ada dirumah, hingga akhirnya pihak apartemen meminta mereka untuk pindah. Namun John merasa bahwa pindah apartemen bukanlah solusi. Akhirnya mereka mulai untuk mencoba mewujudkan mimpi mereka berdua untuk memulai hidup sebagai petani dan juga dalam rangka memberikan kehidupan yang layak pada anjing mereka.

Hal ini membawa mereka kepada lahan kosong sebesar 200 hektar yang di daerah Moorpark California. Lahan tersebut mereka coba untuk menghidupkannya kembali dengan model pertanian tradisional ekologi filosofis. Dimana mereka sangat menjauhi pestisida.

Namun ternyata kenyataan yang mereka hadapi tidaklah semudah perkiraan mereka. Mereka berusaha untuk menyelesaikan permasalahan utama, yaitu tanah yang kering. Penciptaan kembali tanah yang kering agar menjadi subur dan gembur, mereka menggunakan kotoran hewan yang dijadikan pupuk dan hal ini sangat membantu dalam menyuburkan tanah kembali.

Setelah tanah mereka kembali subur dan mulai ditanami, permasalahan yang lebih kompleks pun muncul,  seperti serangan hama berupa serbuan ratusan bahkan ribuan siput yang menggerogoti tanaman, hewan-hewan liar seperti ular, musang, dan masih banyak lagi. 

Seiring berjalannya waktu dan semakin banyak pengalaman serta wawasan pengetahuan yang bertambah, permasalahan- permasalahan tersebut akhirnya dapat diselesaikan dari pola-pola yang saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Seperti permasalahan siput yang berhasil mereka selesaikan dengan memelihara bebek dan melepaskannya ke dalam area tanaman sehingga malah siput dapat terselesaikan.

Mereka akhirnya menyadari bahwa permasalah- permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan adanya keragaman hayati pada sistem pertanian dan peternakan mereka. Selama lebih kurang 7 tahun, akhirnya mereka dapat menciptakan lahan pertanian dan peternakan yang mereka impikan. Saat ini lahan pertanian dan peternakan mereka namai dengan “Apricot Lane Farms”.

Return di 2022 untuk Memperingati Hari Keanekaragaman Hayati

Tidak hanya sukses di dunia perfilman, terbukti dengan banyaknya nominasi dan penghargaan di didapat, The Biggest Little Farm juga memberikan banyak inspirasi kepada banyak petani dan peternak di dunia. Pada tahun 2022 ini tepatnya pada bulan April lalu, John kembali merilis film sekuelnya. Film ini keluar bertepatan dengan hari Keragaman Hayati dunia.

Film kedua ini dapat tani muda tonton di platform Disney + Hotstar. Memiliki durasi lebih kurang 30 menit, pada film kedua ini John kembali menceritakan kegiatan ia dan istrinya dalam menjalankan perkebunan, pertanian dan peternakan mereka yang dinamai dengan “Apricot Lane Farms” dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.

Bercerita tentang permasalahan yang ditemui, bagaimana mereka berjuang untuk menyelesaikan masalah tersebut, mulai dari kebakaran lahan, serangan hewan- hewan liar, dan juga serangan hama. Mereka akhirnya menyadari bahwa permasalahan tersebut dapat teratasi dengan adanya keragaman Hayati yang mereka miliki. 

Mereka mencoba untuk menyuburkan tanah lahan pertanian dan perkebunan dengan kotoran hewan dari peternakan mereka dengan melepas domba untuk memakan rumput di area pertanian. Mereka percaya bahwa makanan yang sehat berasal dari tanah yang yang subur. Lalu bagaimana saling bergantungnya satu dengan yang lain, seperti yang awalnya burung memakan buah dari perkebunan, anjing hutan yang memakan ayam, bebek yang mencemari kolam, tikus tanah yang memakan hasil pertanian. Akhirnya dengan keragaman hayati yang mereka ciptakan satu persatu permasalahan tersebut terurai. Kini bebek dilepas untuk memakan siput yang menggerogoti pohon, ayam yang dijaga oleh anjing penjaga sehingga anjing hutan yang dulunya memakan ayam beralih pada tikus tanah. Dan masih banyak lagi.

Film ini juga bercerita tentang kehidupan mereka di area perkebunan. Lahan pertanian dan perkebunan mereka saat ini dapat menjadi tempat untuk belajar bagi para turis dan petani yang ingin belajar.

Dari film ini, tani muda bisa mendapat banyak inspirasi, semangat untuk terus berjuang dan mencari solusi dari permasalahan. Satu hal yang paling utama, adalah keanekaragaman hayati dengan perpaduan flora dan fauna yang tepat akan sangat menguntungkan.(Demfarm/Fitri)

Latest Article