Tidak Memiliki "Basic" Bercocok Tanam, Belajar dari Andien Yuk

Tidak Memiliki “Basic” Bercocok Tanam, Belajar dari Andien Yuk

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bercocok tanam, khususnya tanaman hias menjadi tren saat pandemi COVID-19. Banyak orang yang membeli tanaman hias tak hanya sekadar untuk mempercantik ruangan. Sebagian orang juga ingin memamerkan tanaman hias mereka di media sosial. 

Hal ini tentunya memberikan pengaruh pada harga tanaman hias, yang tadinya jarang dilirik, sekarang dijual dengan harga yang fantastis, hingga jutaan rupiah. Lama-kelamaan mengoleksi tanaman hias membuat orang menjadi latah karena hanya ikut-ikutan tren. 

Bahkan, aktivitas yang awalnya terlihat seru karena Anda bisa seperti orang lain, belakangan justru harus menghadapi masalah yang kadang tidak terduga. Lalu, bagaimana tren tanaman hias ini bisa membuat orang-orang menjadi latah?

  1. Mulai tergiur membeli tanaman hias

Hampir setiap kali membuka media sosial, ada saja teman yang mengunggah foto-foto tanaman hiasnya, terutama yang sedang populer seperti monstera atau yang biasa disebut janda bolong, aglonema, maupun gelombang cinta. Anda pun mulai tertarik untuk mengoleksinya. 

Kemudian Anda mulai membeli tanaman hias berbagai jenis yang memiliki penampilan estetis. Tidak lupa, pot, tanah, pupuk, gunting tanaman dan sebagainya yang berhubungan dengan bercocok tanam Anda beli dan tata di rumah. Hasilnya tentu lumayan kece. 

  1. Melirik tanaman hias yang lebih mahal

Awalnya Anda hanya membeli tanaman hias yang murah dengan harga Rp25-30 ribu per pot. Tapi lama-kelamaan, Anda mulai tergiur untuk membeli tanaman yang lebih mahal, dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Biasanya hal seperti ini dilakukan agar terlihat ekslusif dan ada kepuasan memilikinya.

  1. Tanaman hias jadi background selfie yang estetis, banjir pujian, tapi lupa merawatnya

Tanpa disadari tanaman hias Anda sudah cukup banyak. Bahkan sekarang bisa menjadi background foto yang unik. Anda pun mulai sering selfie di depan tanaman hias. Hasilnya, foto Anda terlihat kekinian banget.

Komentar-komentar dari warganet pun mulai berdatangan. Anda sibuk membalas satu persatu komentar. Masalahnya, karena kesibukan itu Anda jadi lupa untuk merawat koleksi tanaman hias Anda. Yang tadinya disiram dan diberi pupuk secara rutin, sekarang hanya seingatnya saja. Lebih parah lagi, foto Anda di depan tanaman hias mulai jarang mendapat komen seperti dulu lagi. Hingga akhirnya Anda menjadi cuek dan mulai melupakan tanaman hias Anda.

  1. Gara-gara tidak dirawat dengan baik, tanaman hias satu per satu mati

Suatu hari, kamu sadar kalau banyak tanaman hias Anda yang layu dan kering. Sepertinya sudah tidak ada tanda-tanda kehidupan. Waduh, kok bisa gini ya? Anda berusaha untuk menyiramnya lagi, tapi kondisinya tak juga membaik. Akhirnya Anda buang tanaman yang sudah mati. 

Duh, ternyata merawat tanaman hias nggak segampang yang dibayangkan. Nggak bisa Cuma ikut tren. Ternyata kita harus belajar juga mengenai cara berkebun sehingga bisa memberikan perawatan yang tepat bagi setiap tanaman. Nah, jika Anda masih punya tanaman hias di rumah, jangan lupa dirawat ya.

Pengen Mulai Menanam, Tapi Tidak Punya Pengalaman

Menanam tanaman hias semakin menjadi tren kekinian sekaligus menjadi hobi yang menyenangkan. Bahkan tanaman hias ini juga bisa menjadi potensi usaha yang menguntungkan.

Tapi jika masih minim pengalaman dalam menanam, Anda harus mempelajari Teknik dan pengetahuan tentang tanaman hias agar bisa tumbuh subur dan cantik.

Berikut ini adalah beberapa tips dan dasar budidaya tanaman hias bagi Anda yang masih pemula atau belum punya pengalaman.

  1. Pilih jenis tanaman hias sesuai tren

Langkah awal yang harus Anda lakukan adalah memilih tanaman hias yang tengah menjadi tren, terutama bagi Anda yang ingin menjadikan tanaman hias sebagai usaha. Jika tak ingin mengikuti tren, salah satu trik yang bisa Anda ikuti adalah memilih tanaman hias yang timeless atau memiliki daya tarik yang tak kunjung padam. 

  1. Pilih jenis tanaman hias sesuai kebutuhan cahaya matahari

Tanaman hias merupakan tanaman yang cukup sensitif sehingga harus diperhatikan banyaknya cahaya, tingkat kelembaban, maupun penempatannya. Selain itu, tanaman hias juga butuh cahaya matahari, namun tingkat kebutuhannya berbeda-beda. 

Contoh tanaman yang cocok untuk cahaya redup misalnya adalah tanaman hias seperti tanaman bamboo, peace lily, hingga spider plant. Untuk cahaya sedang, Anda bisa memilih begonia, alocasia, dan Wijaya Kusuma. Sementara tanaman yang butuh cahaya terang adalah kaktus, asparagus, hingga pohon ara.

  1. Pilih wadah tanaman hias yang sesuai

Salah satu cara tepat menanam tanaman hias adalah dengan memilih wadah yang sesuai dengan karakteristik tanaman. Jangan terlalu besar atau kecil, sesuaikan dengan karakteristiknya. Hal ini akan berpengaruh pada kelembapan dan pertumbuhan akar tanaman. Pot yang terlalu kecil akan menghambat pertumbuhan akar dan jika sudah padat maka akan berpengaruh pada pertumbuhan tanaman.

  1. Kontrol manajemen pemeliharaan yang baik

Saat merawat tanaman hias, lakukan penyiraman, pemupukan, hingga ganti tanah secara telaten. Penyiraman bisa dilakukan dua kali dalam sehari pada pagi dan sore hari. Setelah itu lakukan pemupukan yang sesuai. Pupuk ini berperan sebagai makanan tambahan, vitamin, dan penunjang pertumbuhan bagi tanaman. Lakukan pemupukan dengan menambah unsur NPK sebagai unsur dasar yang dibutuhkan tanaman. Salah satu pupuk yang cocok untuk tanaman hias adalah pupuk NPK Mutiara 16-16-16 produksi Pupuk Kaltim. Selain itu, jangan lupa mengganti tanah baru yang cukup subur.

  1. Teknik pemangkasan yang estetik

Tanaman hias akan memiliki nilai jual tinggi jika memiliki bentuk yang lucu dan estetik. Karena itu, pemangkasan perlu dilakukan. Selain itu, jangan lupa untuk selalu memangkas daun atau bunga yang mati agar tidak menularkan kekeringan kepada tanaman lain.

Belajar Bercocok Tanam dari Andien

Nama Andien Aisyah atau biasa disapa Andien tentu sudah tidak asing lagi bagi para pecinta music tanah air. Suaranya yang merdu dan gaya uniknya membuat Andien mudah dikenal publik. 

Penampilan dan gaya hidup Andien pun cukup menarik perhatian, termasuk desain rumahnya yang termasuk unik bergaya etnik tropis. Selain itu, Andien ternyata juga gemar mengoleksi tanaman hias.

Meski tak banyak pemberitaan mengenai hobi barunya ini, Andien terlihat aktif memamerkan beberapa koleksinya di media sosial instagram. Istri Irfan Wahyudi ini seolah ingin membuktikan bahwa menanam tanaman hias bisa dilakukan oleh siapa saja, di mana saja, termasuk di dalam rumah. 

Tanaman-tanaman yang dipilihnya pun memang tanaman yang mudah hidup di dalam ruangan seperti sansevieria, palem, aglonema, hingga sygngonium.

Andien menempatkan tanaman hiasnya di beberapa sudut rumah. Penyanyi 34 tahun itu memiliki ruangan yang mengutamakan ruang dan sirkulasi udara yang baik. Bahkan furniture rumah yang dipilih juga sangat nyaman dengan dekorasi tanaman hias yang membuat rumah semakin fresh, asri, dan cozy.

Semoga Anda termotivasi untuk terus belajar bercocok tanam kayak Andien, ya. Jangan lupa baca tips menarik lainnya seputar bercocok tanam di Berintani.id.(*)