Pangan Padi

Upaya Meningkatkan Produktivitas Persawahan Indonesia

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Produksi padi Indonesia diproyeksikan tumbuh 2,31% menjadi 55,67 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) sepanjang tahun 2022 ini. Angka tersebut diperkirakan akan meningkat 1,25 juta ton (2,31%) dari produksi padi tahun lalu yang seberat 54,42 juta ton GKG.

Berdasarkan data Badan Pusat Statis (BPS), sepanjang Januari-September 2022 produksi padi mencapai 45,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).

Kemudian sepanjang periode Oktober-Desember 2022, BPS memperkirakan produksi meningkat 1,34 juta ton GKG atau menjadi 10,24 juta GKG. Rinciannya, produksi padi bakal mencapai 4,94 juta ton GKG pada September 2022, berikutnya 2,81 juta GKG pada November, serta 2,48 juta GKG pada Desember.

Produksi padi melonjak mencapai 9,54 juta ton GKG pada Maret 2022 dan diikuti sebesar 7,74 juta ton GKG pada bulan berikutnya seiring musim panen raya di beberapa wilayah.

Jika dikonversi menjadi beras, produksi padi sepanjang tahun ini akan menjadi 32,07 juta ton beras untuk konsumsi masyarakat. Jumlah tersebut di luar beras yang tercecer dan untuk kebutuhan pakan ternak.

Produksi beras tahun ini diperkirakan akan meningkat 0,72 juta ton (2,29%) dibanding produksi beras tahun lalu yang mencapai 31,36 juta ton beras.

Update Data Stok Beras hingga 2023

Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut stok beras nasional masih aman di akhir tahun 2022, dan juga awal tahun 2023. Kendati demikian Badan Urusan Logistik (Bulog) sebelumnya menyatakan stok beras nasional telah menipis. Sebab, berdasarkan data Badan Pangan Nasional (Bapanas), stok beras Bulog per akhir Oktober 2022 sekitar 673.613 ton. 

Angka ini jauh di bawah stok per Agustus 2022 menyentuh angka 1,05 juta ton. “Saya tidak mengerti, karena Bulog itu sebagai institusi lembaga mempunyai kewajiban menjaga kestabilan harga,” ujar Direktur Serealia Kementerian Pertanian Republik Indonesia Moh. Ismail Wahap.

Karena stok beras semakin menipis, Perum Bulog segera melakukan impor beras agar cadangan beras nasional aman hingga awal tahun 2023. Beras impor sebanyak 500 ribu ton akan secara bertahap masuk ke gudang Perum Bulog. Beras-beras itu masuk mulai bulan ini hingga nantinya berakhir pada Februari 2023.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, beras yang masuk untuk bulan ini sebanyak 200 ribu ton. Sementara itu, 300 ribu ton akan masuk secara bertahap pada Januari – Februari tahun depan.

“Yang jelas Desember ini 200 ribu, selebihnya yang 300 ribu itu tahun depan, artinya Januari – Februari,” kata pria yang akrab disapa Buwas itu.

Upaya PKT Meningkatkan Produktivitas Persawahan

Upaya untuk meningkatkan produktivitas persawahan terus dilakukan banyak pihak. Salah satunya adalah PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). Contoh Langkah nyata PKT adalah dengan memberikan pendampingan bagi Kelompok Tani Sabar Menanti dengan mendorong produktivitas lahan persawahan di Nyerakat Kiri Bontang. 

Tujuan dari pendampingan ini adalah agar seluruh anggota kelompok tani dapat menerapkan praktik pertanian secara tepat dan terpadu. Sehingga ke depan mampu mencapai hasil produksi panen yang lebih maksimal.

AVP Pembangunan Ekonomi TJSL PKT Irma Safni, mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan dalam mendorong produktivitas pertanian padi di Kota Bontang, melalui peningkatan kapasitas petani binaan dalam mengelola lahan dan tanaman dari potensi hama agar mampu mencapai hasil yang lebih maksimal.

Pendampingan ini bagian dari program Agrosolution PKT, yang digagas untuk memfasilitasi petani dalam penerapan teknologi pertanian hingga pengolahan lahan, agar potensi persawahan yang digarap dapat kembali produktif. Hal ini melihat lahan budidaya padi kelompok Sabar Menanti seluas 20 Hektare (Ha) telah digarap lebih dari satu dekade, dengan performa hasil persawahan makin menurun setiap tahun.

“Penurunan diduga akibat penggunaan bahan kimia berlebih dalam mengendalikan hama dan penyakit tanaman, sehingga berimbas pada kualitas lahan dan hasil persawahan yang digarap,” ujar Irma.

Pelatihan ini merupakan kesinambungan dari pembinaan perusahaan bagi anggota Kelompok Tani Sabar Menanti. Setelah sebelumnya dibekali tata cara pengendalian hama terpadu dan pemanfaatan pestisida pada tanaman. Kali ini, para petani dibekali teknik budidaya padi melalui penggunaan pupuk hayati Biodex. Tujuannya meningkatkan kualitas lahan persawahan sekaligus mengembalikan bahan organik dari jerami sisa panen.

Pengembalian unsur organik pada lahan seluas 20 hektare melihat hasil pengujian tanah Departemen MBPK PKT. Pengujian ini mendapati tingkat pH lahan garapan Kelompok Tani Sabar Menanti berkisar 5,5 – 6  yang tergolong agak asam. Selain itu kandungan unsur N dan K juga tergolong rendah serta unsur P yang tergolong sedang.

Untuk itu kondisi mikroorganisme perlu diperkaya, guna membantu meningkatkan pH dalam tanah. Sebab mikroorganisme berfungsi untuk mengurai bahan organik dalam tanah secara sempurna.

Dengan adanya pendampingan, PKT mendorong agar petani mampu melakukan pemulihan kondisi tanah pada area persawahan melalui pemupukan secara tepat. Utamanya dalam menggunakan pupuk hayati serta pupuk kimia PKT sesuai kebutuhan tanah dan tanaman.

Salah satunya Biodex sebagai bioaktivator perombak atau pendegradasi bahan organik ramah lingkungan, untuk membantu perbaikan kualitas tanah. Penggunaan biodekomposer ini ditujukan untuk mempercepat proses dekomposisi kandungan bahan organik. 

Ketua Kelompok Tani Sabar Menanti Anas Taneng, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan PKT dalam mendorong produktivitas lahan persawahan di Nyerakat Kiri, melalui edukasi dan pendampingan yang dilaksanakan. Menurut dia, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi seluruh anggota kelompok dalam menerapkan praktik pertanian secara tepat dan terpadu, sehingga kedepan mampu mencapai hasil yang lebih maksimal.

“Kami ucapkan terima kasih atas pendampingan yang dilakukan PKT, karena kegiatan ini sangat bermanfaat bagi petani khususnya menambah pengetahuan dalam mengelola lahan pertanian secara optimal,” kata Anas. (Tyo)

Latest Article