5 Jenis Buah Paling Menyehatkan dan Bergizi Tinggi, Bisa Ditanam di Rumah, Lho!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Hari Gizi diperingati setiap tanggal 25 Januari. Pada tahun 2022 ini, peringatan Hari Gizi Nasional memasuki tahun yang ke-62.

Sesuai dengan namanya, peringatan Hari Gizi Nasional ditujukan untuk mengkampanyekan perjuangan menuju Indonesia sehat dan bebas dari kekurangan gizi atau stunting dengan memberikan gizi seimbang dan merata kepada anak di seluruh Indonesia.

Pada tahun 2022 ini, peringatan Hari Gizi Nasional mengangkat tema ‘Aksi Bersama Cegah Stunting dan Obesitas’. Maksud dari tema tersebut adalah mengajak masyarakat agar menyadari pentingnya asupan makanan bergizi untuk tubuh. Lalu, bagaimana awal mula sejarah peringatan Hari Gizi Nasional ini?

Sejarah Hari Gizi Nasional

Melansir dari laman Sehat Negeriku, Hari Gizi Nasional diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia yang saat itu ditandai dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan pada 25 Januari 1951. Sejak berdirinya sekolah tersebut, pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Dari situlah kemudian disepakati bahwa tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia. 

Upaya perbaikan gizi masyarakat telah dimulai sejak tahun 1950 yakni saat Menteri Kesehatan Dokter J Leimena mengangkat Prof. Poorwo Soedarmo sebagai Kepala Lembaga Makanan Rakyat (LMR). Saat itu LMR dikenal pula dengan sebutan Institut Voor Volksvoeding (IVV) yang merupakan bagian dari Lembaga Penelitian Kesehatan, Lembaga Eijckman. Sosok Prof. Poorwo Soedarmo dikenal sebagai Bapak Gizi Indonesia. 

Ketika itu, masih banyak masyarakat Indonesia yang belum bisa membaca dan menulis. Prof. Poorwo segera mengumpulkan para kader yang bertugas untuk menjelaskan secara langsung kepada masyarakat Indonesia mengenai pentingnya gizi.

Kemudian LMR mendirikan Sekolah Juru Penerang Makanan pada tanggal 25 Januari 1951. Dari sinilah kemudian tenaga penggiat gizi di Indonesia semakin berkembang dan menjamur hingga ke berbagai perguruan tinggi. 

Hal ini yang kemudian membuat banyak pihak menyepakati tanggal 25 Januari sebagai peringatan Hari Gizi Nasional. Lalu pada pertengahan tahun 1960an, Hari Gizi Nasional diperingati untuk pertama kalinya oleh LMR dan masih terus berlangsung setiap tahunnya hingga saat ini.

Buah-buahan dengan Gizi Tinggi

Buah-buahan merupakan sumber nutrisi yang enak dan banyak manfaatnya. Kamu bisa menikmati berbagai rasa buah yang segar dengan kandungan nutrisi tinggi. Beberapa jenis buah memiliki berbagai kandungan nutrisi tinggi untuk kesehatan tubuh. 

Nutrisi pada buah-buahan juga menjadi sumber nutrisi alami yang baik untuk anak-anak. Tak perlu asupan zat kimia tambahan, anak-anak bisa mendapatkan nutrisi yang tinggi dari buah dengan takaran yang sesuai. Untuk mengetahui kandungan nutrisi buah yang baik untuk tubuh, yuk simak rekomendasi buah-buahan berikut ini.

  1. Jeruk Bali

Salah satu jenis jeruk yang paling tinggi nutrisinya adalah jeruk bali. Ya, rasa segar dari buah ini ternyata bukan hanya lezat rasanya, tapi juga tinggi manfaatnya. Sumber vitamin dan mineral pada jeruk balik bisa membantu mengurangi resistensi insulin dan membantu penurunan berat badan lho.

  1. Nanas

Nanas merupakan salah satu buah yang mudah ditemukan di negara beriklim tropis. Buah ini mengandung vitamin C tinggi dengan kandungan bromelain yang mampu meringankan peradangan. Bromelain juga membantu penyerapan protein dan dinilai ampuh untuk mengurangi risiko kanker dan tumor.

  1. Alpukat

Alpukat sering kali dinikmati pada sajian makanan penutup. Tidak hanya rasanya yang legit, alpukat juga memiliki kandungan kalium, serat, dan magnesium tinggi yang sangat baik untuk menyembuhkan peradangan. Alpukat juga mengandung lemak tak jenuh yang minim kalori dan bisa meminimalisasi risiko penyakit kardiovaskular.

  1. Apel

Sebagai salah satu buah yang paling umum dan mudah ditemukan, kandungan nutrisi apel memang sangat penting bagi kesehatan. Apel memiliki tekstur renyah dengan kandungan serat, antioksidan, kalium, vitamin C, K, dan B.

  1. Jambu biji

Buah jambu biji juga mengandung serat, asam folat, vitamin A, C, kalium, tembaga, dan mangan yang mampu melindungi sel dari kerusakan oksidatif. Kamu bisa mengonsumsi jambu biji secara teratur untuk melancarkan pencernaan dan mencegah kanker usus.

Cara Merawat Tanaman Buah di Rumah

Menanam buah-buahan bisa dilakukan di mana saja, termasuk di rumah. Bahkan di lahan yang terbatas pun, tanaman buah bisa ditanam di pot atau polybag.

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, terutama dalam hal cara merawat tanaman buah di dalam pot. Pasalnya, tidak semua tanaman buah dapat ditanam atau ditempatkan di dalam pot. Apalagi jika potnya berdiameter kecil sekitar 20-40 cm. Lantas, bagaimana cara merawat tanaman di dalam pot?

  1. Mengontrol air

Menanam tanaman buah dalam pot tak berarti harus berlebihan dalam menyiramnya. Untuk beberapa tanaman buah seperti jeruk dan jambu cukup disiram dua kali seminggu saat baru ditanam.

Pasalnya, menyiram berlebihan akan menghambat rangsangan untuk menghasilkan bunga. Hanya daunnya saja yang semakin lebat. Selain itu, di awal penananam, biarkan tanaman terpapar sinar matahari untuk mempercepat proses fotosintesis.

Pada musim panas, Anda bisa menambahkan durasi penyiraman, misalnya menjadi setiap hari. Hindari menyiram daunnya saat pagi hari karena membuat proses fotosintesis terganggu.

  1. Batasi daunnya

Jika tanaman buah Anda malah semakin lebat daunnya, buat tanaman tersebut stres. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan bunganya. Caranya mudah, cukup buat goresan pada batangnya dan singkirkan daun-daun yang sudah tua serta kering sehingga hanya bagian daun mudanya yang masih tersisa.

  1. Tambahkan pupuk

Asupan mineral dari pupuk kandang akan membuat tanaman buah tumbuh dengan subur dan menghasilkan tunas baru. Kamu juga bisa menggunakan pupuk anorganik. Salah satu pupuk anorganik yang sangat bagus untuk tanaman buah adalah NPK Pelangi produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT). 

Salah satu fungsi dari pupuk ini adalah mempercepat pembentukan bunga dan pematangan buah atau biji, sehingga mempercepat masa panen. Selain itu, NPK Pelangi juga berfungsi memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah.

  1. Perhatikan intensitas sinar matahari

Ada beberapa tanaman buah dalam pot yang membutuhkan sinar matahari, seperti mangga, sirsak, dan kelengkeng. Tanaman ini akan bertahan meski sinar matahari cukup terik. Namun, untuk tanaman jeruk, apel, ceri, dan belimbing membutuhkan sinar matahari dengan intensitas sedang, karena daunnya mudah layu saat panas.

  1. Bersihkan area sekitar pot

Buang segera daun yang jatuh agar tidak busuk. Daun busuk ini bisa mengundang bakteri dan jamur sehingga berisiko menular ke tanaman buah. Lakukan pula pemangkasan setiap bulan agar tanaman tidak menjadi rimbun dengan daun tua yang membuat pertumbuhan bunga dan bakal buah terhambat.

Kamu juga harus rajin mengecek kondisi daun dan batang agar terhindar dari hama.

Penulis: Tyo