cara menanam bawang merah

Bawang Merah Bertunas di Dalam Kulkas, Tanam Aja di Halaman Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang paling sering dan banyak digunakan dalam masakan sehari-hari. Agar tidak repot, seringkali kita membeli bawang merah dengan jumlah besar sebagai stok. Agar bawang merah bisa awet ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Bawang merah harus disimpan di tempat sejuk dan kering, tidak terkena sinar matahari langsung, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. 

Agar bawang merah bisa awet hingga 30 hari, jangan simpan bawang merah yang belum dikupas di dalam kulkas karena bisa membuat bawang cepat busuk dan bertunas. Hal ini dikarenakan bawang merah menyerap banyak uap air.

Bila ingin menyimpan bawang merah dalam kulkas, pastikan bawang sudah dikupas dan ditaruh ditempat yang kedap udara. Untuk bawang yang belum dikupas kamu bisa menyimpan di ruangan dengan menggunakan jaring atau plastik yang memiliki sirkulasi udara bagus.

Bertunas Dalam Kulkas

Bila kamu sudah terlanjur menyimpan bawang merah belum dikupas di kulkas dan bawang bertunas, tenang saja, kamu bisa menanamnya di pot atau halaman rumah.

Langkah pertama adalah kamu harus memperhatikan pot yang akan digunakan. Bawang merah bisa ditanam pada pot yang memiliki diameter 6 inci  atau lebih. Pastikan untuk membuat drainase yang baik pada pot.

Selanjutnya kamu harus menyiapkan campuran tanah yang baik. Yaitu tanah dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Kemudian pisahkan siungnya. Bawang merah harus ditanam dengan siung tunggal. Tekan dengan lembut untuk memasukkan umbinya pada tanah. 

Saat menanam bawang merah, perhatikan ujung akar harus dibawah. Tanam bawang merah jangan terlalu dalam, karena bila terlalu dalam bawang merah akan sulit memiliki kecambah yang kuat dan sulit untuk menembus tanah. Setelah itu kamu bisa menempatkan pot di tempat yang bisa mendapat sinar matahari secara penuh. Bawang merah sangat menyukai sinar matahari yang penuh, tetapi bawang merah juga dapat tumbuh di tempat yang teduh.

Untuk penyiraman, bawang merah cukup disemprot secara lembut agar tanah tidak berserakan dan umbi tidak terganggu. Kamu cukup menyiram bawang merah sekali dalam sehari. Jangan lupa untuk memberikan pupuk agar bawang merah kamu tumbuh dengan subur dan sehat.

Untuk pupuk, kamu bisa menggunakan NPK dari Pupuk Kaltim. Pupuk ini memiliki tiga unsur hara makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Kamu bisa memberikan pupuk NPK pada bawang merah sekali dalam seminggu dengan dosis 1 gram setiap pot. Berikan pupuk dengan cara disiram pada tanaman. Kamu bisa melakukan pemupukan sampai usia bawang merah mencapai 6 minggu. 

Untuk pemeliharaannya, kamu harus rajin menyiangi bawang merah. Penyiangan dilakukan untuk membersihkan rumput liar, gulma dan hama yang dapat mengganggu tanaman. Apabila ada salah satu bawang yang rusak atau busuk, harus segera dipisahkan dan dicabut karena dapat merusak tanaman lainnya. 

Bawang merah dapat dipanen setelah berusia 3 bulan. Tanda- tanda bawang merah siap panen adalah ketika daunnya berwarna kekuningan sekitar 80 persen. Leher batang tanaman telah kosong, kamu dapat memeriksanya dengan cara menyentuh dan menekan batang tanaman. Selanjutnya umbi bawang merah akan terlihat mencuat ke atas permukaan tanah dan memiliki warna merah terang. 

Saat tanda- tanda tersebut sudah tampak, kamu bisa memanen bawang merah dengan cara mencabutnya secara perlahan dan hati- hati. Hal ini agar tanaman di sebelahnya tidak terganggu dan dan rusak. Setelah melakukan panen, kamu bisa menjemur bawang merah dengan cara menggantungnya di bawah sinar matahari agar memiliki kualitas yang baik dan tidak cepat busuk.

Penulis: Fitri

Latest Article