Cara Budidaya Buah Melon

Cara Budidaya Buah Melon Berbasis Internet of Things dengan Sistem Irigasi Tetes

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Irigasi atau yang biasa disebut pengairan adalah salah satu langkah penting dalam pertanian. Irigasi adalah suatu langkah atau usaha yang dilakukan untuk mencukupi kebutuhan air pada tanaman.

Untuk metode pengairan atau irigasi pun ada beberapa macam, yaitu irigasi secara tradisional seperti menyiram langsung menggunakan selang, ember, atau aliran dari sungai dan lainnya. Selanjutnya ada jenis irigasi tetes di mana untuk menyiram tanaman dilakukan dengan cara diteteskan secara perlahan ke akar tanaman baik melalui permukaan tanah ataupun langsung ke akar. 

Irigasi tetes saat ini banyak digunakan karena dinilai dapat membantu para petani dalam menghemat air dan waktu. Hal ini karena saat menggunakan irigasi tetes, air yang dialirkan menyesuaikan dengan kebutuhan dari tanaman, irigasi tetes juga dapat menghemat waktu dan tenaga karena petani tidak perlu sering- sering melihat tanaman untuk menyiram nya. 

Irigasi Tetes dengan Internet of Things

Perkembangan zaman dan teknologi saat ini sangat memengaruhi banyak bidang dan sektor, tak terkecuali pertanian. Penggunaan internet untuk kemudahan kehidupan sehari- hari juga dapat dirasakan pada bidang pertanian.

Saat ini banyak petani muda yang memanfaatkan internet untuk mempermudah kerja di bidang pertanian. Salah satunya adalah dengan menggunakan metode irigasi tetes yang terintegrasi dengan internet. Sistem irigasi tetes dengan internet menggunakan dua perangkat, yaitu perangkat keras dan perangkat lunak. Sistem irigasi banyak digunakan karena dapat memberikan kontrol penuh terhadap tanaman, mulai dari monitoring kondisi tanaman secara real time hingga penggunaan debit air.

Penggunaan IOT pada irigasi tetes dinilai dapat sangat membantu petani karena petani akan menerima notifikasi melalui smartphone yang telah tersambung mengenai kondisi air, media tanam, dan kapan waktu terbaik untuk penyiraman. Karena banyaknya kemudahan yang didapat ketika menggunakan Internet of Things, seperti irigasi tetes, telah banyak petani yang sudah menerapkannya, salah satunya adalah yang dilakukan oleh Universitas Brawijaya.

Budidaya Melon oleh Universitas Brawijaya

Universitas Brawijaya Malang saat ini sedang menggembangkan budidaya Melon dengan menggunakan metode Drip Irrigation berbasis Internet of Things pada kebun melon di Agro Techno Park Jatikerto Kabupaten Malang. Drip Irrigation berbasis Internet of Things yang digunakan adalah hasil inovasi dari Eka Maulana, ST, MT, M.Eng- UB Tech bersama Tim ATP UB.

Secara logika, cara kerja drip irrigation ini adalah ketika tanah kering, secara otomatis sistem drip akan aktif. Dalam cara kerjanya pun drip irrigation ini tidak hanya digunakan untuk irigasi, tetapi juga dapat mendeteksi kebutuhan lain pada tanaman, seperti kadar dan kebutuhan nutrisi, pencahayaan, suhu, serta kelembapan green house kebun melon tersebut. 

Eka mengatakan “Dalam prosesnya, sistem drip irrigation tersebut bekerja sesuai dengan kebutuhan nutrisi masing-masing tanaman yang akan diairi. Jadi bukan sekedar dari seberapa banyak dia mengairi tanaman tapi disesuaikan dengan usia tanaman. Pengendalian sistem ini termonitor dari segi waktu dan variabel data yang sudah terekam dengan baik,”

Eka juga mengatakan bahwa penggunaan teknologi ini untuk menghasilkan buah melon yang seragam baik dari segi rasa maupun ukuran. Penggunaan sistem drip irrigation ini juga berdampak pada hasil panen yang maksimal.

Seperti yang dikatakan oleh Suyadi selaku Manajer Pertanian dan Pengembanan ATP, proses pemberian nutrisi melalui air yang dialirkan ke media pada tanaman secara berkala diberikan sesuai kebutuhan tanaman. Sehari nutrisi bisa diberikan sebanyak 5 sampai 10 kali sesuai kebutuhan tanaman. Hal ini terjadi secara otomatis sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga dan bisa sambil mengerjakan hal lainnya. 

Penggunaan Internet of Things pada drip irrigation tentu dapat mempermudah pekerjaan, karena mesin akan menyala secara otomatis ketika tanaman mengirim sinyal kekurangan air ataupun nutrisi. Dari segi hasil panen pun, penggunaan drip irrigation menghasilkan panen yang maksimal.

Melon hasil dari penggunaan drip irrigation akan memiliki kualitas premium baik dari rasa, berat, ukuran, dan net. Suyadi menegaskan dengan teknologi, petani dapat mengembangkan budidaya pertanian tanpa mengedepankan insting, namun mendeteksi kelembabannya. “Hasilnya akan seragam jika stabil,” Agro Techno Park Jatikerto milik UB ini kini terus mengembangkan budidaya buah melon premium dengan memanfaatkan IoT dan sistem irigasi tetes.

Buah melon yang ditanam di atas lahan 300 meter persegi ini setiap panen dapat mengumpulkan 1 ton buah melon. Untuk distribusi, pihaknya bekerja sama dengan Happy Tani.

Penulis: Fitri