pupuk urea

Cari Tahu Asal Usul Pupuk Urea Yuk!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Dalam budidaya beragam tanaman, seperti hortikultura, tanaman hias, tanaman pangan maupun perkebunan pupuk menjadi kunci untuk mendorong produktivitas tanaman hingga menghasilkan komoditas unggul dengan panen melimpah.

BUMN PT Pupuk Indonesia merupakan induk dari lima perusahaan pupuk yang memproduksi beragam pupuk kimia dan organik. Pupuk yang diproduksi di antaranya Urea dan NPK serta beragam produk pupuk lainnya.

Indonesia sampai kini merupakan produsen Pupuk Urea terbesar di Asia. Lalu, bagaimana awalnya kok bisa Pupuk Urea menjadi pupuk yang paling banyak digunakan petani dan penting untuk merawat tanaman. Yuk, cari tahu informasinya berikut ini.

Pertama Kali Ditemukan

Berdasarkan sejumlah literasi, Urea merupakan senyawa organik tunggal yang tersusun dari unsur karbon, hidrogen, oksigen dan nitrogen dengan rumus CON2H4 atau (NH2)2CO. Hilaire Roulle, pertama kali menemukan pada tahun 1773. 

Urea juga disebut dengan carbamide resin, isourea, carbonyl diamide dan carbonyldiamine. Dimana Pupuk Urea manfaat utamanya adalah sebagai pupuk kimia yang memasok unsur Nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. 

Pupuk Urea berbentuk butiran putih curah (prill) yang mudah larut dalam air dan mudah menyerap air (Higroskopis) maka dari itu butuh penanganan khusus dalam penyimpanannya. 

Urea mengandung 46% Nitrogen (N) Biuret 1% dan air 0,5% yang berarti setiap 100kg Urea terdapat 46Kg Nitrogen

Sejarah Pembuatan Urea

Awalnya,  produksi  Pupuk Urea dilakukan oleh PT Pupuk Sriwidjaja yang beroperasi sejak tahun 1959. Pupuk Urea merupakan salah satu produk kimia yang dihasilkan dari proses pencampuran antara Amonia dan Karbondioksida. 

Urea merupakan salah satu unsur yang sangat dibutuhkan oleh petani dalam mendukung budidaya tanaman yang mereka kembangkan, karena dengan menggunakan Pupuk Urea akan menambah zat hara pada tanaman. Dimana, Urea merupakan pupuk anorganik tunggal yang mengandung unsur Nitrogen(N) tinggi.

Karena itu, tidak heran sejak diproduksinya Pupuk Urea petani terutama yang menanam padi sangat bergantung pada pupuk tersebut untuk mendukung budidaya padi yang menghasilkan produk yang mereka targetkan.

Meskipun telah diproduksi sejak lebih dari 50 tahun lalu, sampai kini seluruh pabrik anak perusahaan PT Pupuk Indonesia masih memproduksi produk tersebut. Bukan hanya PT Pupuk Sriwidjaja tetapi juga empat anak perusahaan produsen pupuk lainnya.

Pupuk Urea juga telah sejak lama menjadi produk ekspor yang dijual kepada sejumlah negara di dunia, seperti Meksiko, Sri Langka dan India. 

Produsen Pupuk Urea di Indonesia

Seperti bahasan di atas, Pupuk Urea kini juga diproduksi oleh empat anak perusahaan PT Pupuk Indonesia. Salah satunya PT Pupuk Kaltim memiliki kapasitas produksi yang paling banyak mencapai 3.435.000 ton lebih per tahun.

PT Pupuk Kaltim (PKT) juga area layanan Pupuk Urea bersubsidi paling luas, meliputi Pulau Jawa di Yogyakarta dan Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara serta Kalimantan Timur tentunya. Lalu memenuhi kebutuhan Pupuk Urea subsidi di Pulau Bali, Pulau Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku juga Papua.

Di posisi kedua, PT Pupuk Sriwidjaja memproduksi Pupuk Urea sebanyak 2.617.500 ton per tahun.

Sedangkan PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Kujang setiap tahunnya memroduksi Pupuk Urea sebanyak 1.140.000 ton. Sementara PT Petrokimia Gresik produksi Pupuk Ureanya mencapai 1.030.000 ton per tahun.

Teknologi yang Digunakan untuk Memproduksi Urea

Proses pembuatan Pupuk Urea dilakukan dalam sebuah reaktor packed bubble reactor dengan sifat eksotermis pada suhu operasi yaitu 168 °C dengan tekanan 1,39 Atm.

Proses produksi Urea terdiri dari beberapa tahap yaitu tahap pertama persiapan bahan baku berupa Amonia disimpan pada fase cair (T = -33 °C Dan P = 1 Atm) dan Karbondioksida yang disimpan pada fase cair (T = -27 °C Dan P = 10 Atm). 

Kedua bahan baku tersebut diumpankan ke HPCC untuk dibentuk larutan Karbamat dengan kondisi operasi (T = 140 °C dan P = 139 Atm). Selanjutnya, larutan Karbamat yang telah terbentuk diumpankan menuju packed bubble reactor untuk dibentuk Urea dengan kondisi operasi (T = 168 °C Dan P = 139 Atm). 

Urea dan larutan Karbamat yang berasal dari reaktor kemudian diumpan menuju HP Stripper (T = 168 °C Dan P = 139 Atm), untuk di Stripping larutan Karbamat yang tidak terkonversi menjadi Urea di Reaktor.

Selanjutnya, hasil bawah HP Stripper diumpakan menuju Decomposer dengan kondisi operasi (T = 120 Dan P = 139 Atm). Hasil bawah dari Decomposer kemudian diumpankan menuju Evaporatoyr 1 dan 2 untuk dipekatkan konsentrasinya dengan kondisi operasi Evaporator 1 (T = 85°C Dan P = 5 Atm) dan Evaporator 2 (T = 85 °C Dan P = 1 Atam).

Slurry Urea yang telah terbentuk kemudian dipompa menuju Prilling Tower untuk dibentuk Prill. Prill yang telah terbentuk kemudian dipacking dan siap dipasarkan.

Sementara kandungan Pupuk Urea terdiri dari Nitrogen 46%. Manfaat pupuk ini adalah meningkatkan kualitas tanaman penghasil daun-daunan, sebagai penyusun protein, klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis dan pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif, seperti daun, batang, dan akar.

Manfaat lainnya adalah untuk meningkatkan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah yang sangat penting untuk pelapukan bahan organik.

Memiliki manfaat yang sama tetapi Pupuk Urea juga dibedakan berdasarkan ukuran butiran dan warna, yaitu Pupuk Urea Granul Daun Buah. Berupa butiran berukuran 2-4,75 mm yang berwarna putih.

Pupuk Urea Prill Daun Buah, berukuran 1-3,35 mm dan  berwarna putih.

Urea Pupuk Indonesia, dengan ukuran 1 – 3,35 mm dan berwarna merah muda.

Jadi, sekarang sudah semakin kenal ya dengan pupuk urea.