rekomendasi pupuk

Tahu Nggak Sih Ada NPK Khusus Khusus untuk Budidaya Tanaman Kakao?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Kakao atau Theobroma cacao L menjadi salah satu komoditas andalan sejumlah daerah. Tanaman kakao sangat populer karena merupakan bahan dasar pembuatan beragam olahan coklat.

Indonesia saat ini termasuk salah satu negara penghasil biji kakao terbesar ketiga di dunia setelah Ghana dan Pantai Gading. Berdasarkan data 2018, volume ekspor kakao Indonesia mencapai 380,8 ribu ton, dengan total nilai USD 1.245,8 juta, yang dipengaruhi tingginya permintaan konsumsi cokelat dari Eropa, Amerika dan Australia.

Sampai kini, konsentrasi budidaya banyak dilakukan petani di Pulau Sulawesi, terutama di Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Tengah .

Untuk membudidayakan tanaman kakao ada sejumlah syarat yang harus diikuti agar bisa bisa dikembangkan secara maksimal. Bukan hanya lahan yang harus sesuai dengan tanaman ini namun secara geografis berada di dataran rendah dengan ketinggian maksimum 1.200 mdpl dengan curah hujan berkisar 1.100-3.000 mm per tahun dan suhu ideal 30-32 derajat celcius dan PH berkisar 6-7, 5.

Namun, produktivitas pohon kakao sangat terpengaruh dengan penerapan pupuk yang tepat atau secara khusus untuk tanaman kakao. Untuk itu PT Pupuk Kaltim, telah memproduksi pupuk dengan formula yang khusus bagi  tanaman kakao.

Pupuk Khusus Tanaman Kakao

Pupuk NPK Pelangi merupakan formula pupuk majemuk yang mengandung unsur nitrogen, fosfor dan kalium yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. PT Pupuk Kaltim telah memproduksi pupuk NPK Pelangi yang secara khusus untuk tanaman kakao.

Sejak tahun 2017, Pupuk Kaltim telah mengembangkan pupuk NPK Pelangi 14-12-16-4 yang formulasinya diciptakan secara khusus untuk mendukung produktivitas tanaman kakao.

Pupuk NPK Pelangi pabrikan PT Pupuk Kaltim, terdiri dari kandungan hara: 14% N, 12% P2O5, 16 % K2O, 4 % MGO dan tambahan nutrient 4% CaO, 3% S, 0,3 % ZnO dan 0,4 % B2O3

Manfaatnya mulai dari menghijaukan tanaman, penyusun protein, klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis. Pupuk NPK juga berfungsi untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif, seperti daun, batang, dan akar.

Selain itu, mempercepat pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen, memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah, dan menyusun serta menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Pada suatu kesempatan Direktur Eksekutif CSP Wahyu Wibowo, menyebut gagasan Pupuk Kaltim melalui NPK 14-12-16-4 untuk mendukung pengembangan komoditas kakao Indonesia. 

Sejalan dengan Road Map CSP 2020,  menargetkan 200 juta tanaman kakao di tahun 2030. Program ini disebut Wahyu mampu menjawab keraguan stakeholders kakao maupun pihak lain, karena hasil uji produk Pupuk Kaltim diketahui mengutamakan kandungan nutrisi dalam rasio yang tepat.

Penggunaan pupuk yang tidak sesuai menjadi penyebab utama turunnya pH dan kesuburan tanah, sehingga berimbas pada produksi kakao nasional yang saat ini hanya berkisar 800 Kilogram (Kg) per hektare. 

Padahal sejatinya satu kali masa panen, hasil produksi kakao berpotensi mencapai 2 – 2,5 ton per hektar.

“Pupuk formula khusus dari Pupuk Kaltim ini merupakan terobosan baru dalam Program Pupuk Bersubsidi dan sangat dibutuhkan oleh petani kakao,” kata Wahyu. 

Sementara sesuai aturan Kementerian Pertanian (Kementan) petani yang telah terdaftar e-RDKK berhak mendapatkan pupuk bersubsidi senilai Rp3.000/kg melalui pengecer resmi pada level Kecamatan atau Desa. Pupuk NPK Pelangi Formula Kakao dijual dengan kemasan 50 kilogram.

Cara Budidaya Tanaman Kakao

Setelah mengetahui betapa pentingnya tanah yang kaya akan nutrisi dan pupuk khusus tanaman kakao, dalam hal ini NPK Pelangi 14-12-16-4 berikut kita akan mengajak pembaca demfarm.id untuk mulai membaca bagaimana cara budidaya pohon yang menghasilkan biji-biji coklat tersebut.

Berikut sejumlah hal penting yang harus disiapkan dalam menanam pohon kakao.

1. Pembibitan 

Perbanyakan tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif karena bibit dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak.

2. Penyiapan Benih 

Awali dengan penjemuran benih di bawah sinar matahari. Benih yang baik memiliki daya kecambah sedikitnya 80%.  

3. Teknik Penyemaian Benih 

Lokasi bedengan persemaian dibersihkan dari pohon dan rumput serta batu dan kerikil. Ukuran bedengan 1,2 x 1,5 m panjang 10-15 m dan tinggi 10 cm arah utara-selatan. Tanah bedengan dicangkul 30 cm, setelah dirapikan diberi lapisan pasir 5-10 cm dan tepi bedengan diberi dinding penahan dari kayu/batu bata. 

Bedengan diberi naungan dari anyaman daun alang-alang, kelapa/tebu dengan tinggi atap di sisi Timur 1,5 m dan di sisi Barat 1,2 m.  Sebelum disemai benih dicelup ke dalam formalin 2,5% selama 10 menit. Benih dibenamkan (mata benih diletakkan di bagian bawah) ke dalam lapisan pasir sedalam 1/3 bagian dengan jarak tanam 2,5 x 5 cm. 

4. Pemeliharaan pembibitan 

Media pembibitan berupa campuran tanah subur, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, kemudian media ini  diayak dan dimasukkan ke dalam polybag 20 x 30 cm sampai 1-2 cm di bawah tepi polybag.  

5. Pemindahan Bibit 

Setelah berumur 3 bulan, bibit dalam polybag dipindahkan ke lapangan dan naungan dikurangi secara bertahap.  Bibit yang baik untuk ditanam di lapangan berumur 4-5 bulan, tinggi 50-60 cm, berdaun 20-45 helai dengan sedikitnya 4 helai daun tua, diameter batang 8 mm dan sehat. Dengan jarak tanam 3 x 3 m, kebutuhan bibit untuk satu hektar mencapai 1.250 batang. 

6. Pembuatan Lubang Tanam 

Sebelum kita melanjutkan tahapan budidaya tanaman kakao, harus kita ingat kalau tanaman ini sangat membutuhkan pelindung atau naungan agar bisa tumbuh dengan normal dan produktif, biasanya digunakan pohon lamtoro sebagai pelindung.

Selanjutnya, mari kita mulai membuat lubang tanam dibuat 2-3 bulan sebelum tanam dengan ukuran:a)   40 x 40 x 40 cm untuk tanah bertekstur sedang)   60 x 60 x 60 cm atau 80 x 80 x 80 cm untuk tanah bertekstur berat)   30 x 30 x 30 cm untuk tanah bertekstur ringan Lubang dipupuk dengan Agrophos 300 gram/lubang atau campuran urea 200 gram/lubang dan Sp-36 100 gram/lubang.. 

7. Cara Penanaman 

– Polybag disayat pada bagian sisi dan bawah, keluarkan bibit dan media dalam keadaan utuh.

– Lubangi  lubang tanam yang telah ditutup lagi tersebut selebar diameter polybag. Letakkan bibit sehingga permukaan media sejajar dengan tanah.

– Masukkan kembali tanah galian dan padatkan tanah di sekeliling bibit.

– Topang batang bibit dengan dua potong kayu/bambu.

8. Pemeliharaan Tanaman 

– Sanitasi lingkungan

Membersihkan bagian tanaman yang terinfeksi, membuang cangkang buah yang berserakan di bawah pohon. Untuk penyiangan dilakukan dengan membabat tanaman pengganggu sekitar 50 cm dari pangkal batang atau dengan herbisida sebanyak 1,5-2,0 liter/ha yang dicampur dengan 500-600 liter air. 

– Pemangkasan 

Tujuan pemangkasan adalah untuk menjaga/pencegahan serangan hama atau penyakit, membentuk pohon, memelihara tanaman dan untuk memacu produksi.  

Dosis pemupukan yang tepat untuk tanaman kakao

Pemberian pupuk yang tepat, dalam hal ini NPK Pelangi formula khusus kakao tentunya akan sangat berpengaruh pada efektivitas pupuk tersebut terhadap tanaman yang dibudidayakan.

Mengutip pertanian.go.id setelah tanaman kakao berumur dua bulan, pupuk mulai diaplikasikan dengan cara menaburkan ke tanaman yang berjarak 15 cm sampai 50 cm.

Dilanjutkan dengan menaburkan pupuk dengan jarak 50 cm sampai 75 cm untuk pohon kakao yang berumur 14 bulan sampai 20 bulan. Penggunaan pupuk akan digunakan secara rutin 2 kali dalam setahun.

Setelah melalui semua tahapan di atas maka akan tibanya pada masa panen, salah satu ciri sudah mendekati tepat untuk dipanen buah sudah berwarna kuning.Tanaman kakao mencapai produksi maksimal pada umur 5-13 tahun. Produksi per hektar dalam satu tahun adalah 1.000 kg biji kakao kering.