Menjadi petani sukses

Gagal untuk Sukses, Intip Kisah Sukses Petani Cabai yang Pernah Hampir Jadi Tentara

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Gagal menjadi tentara bukan akhir segalanya bagi Abdul Majid. Berkat kesabaran dan ketekunannya, pria asal Magelang, Jawa Tengah ini justru sukses menjadi petani.

Abdul Majid mengisahkan awalnya ia gagal menjadi tentara setelah lulus dari sekolah menengah. Ia kemudian kembali ke kampung halamannya dan mulai mencoba peruntungannya dengan pembibitan cabai.

“Saya cari modal untuk pembibitan cabai. Setelah itu, saya semai kok laku, terus saya perbesar dan kembangkan. Saya hitung-hitung ternyata keuntungannya lumayan,” kata Abdul.

Keuntungan yang ternyata cukup menjanjikan membuat Abdul menjadi lebih semangat untuk mengembangkan dan memajukan usaha taninya ini. Bahkan saat ini luas lahan Abdul sudah mencapai 1 hektar. 

Pada lahan seluas satu hektar tersebut sudah terdapat sekitar 10 ribu kotak bibit dengan jumlah total 4 juta bibit cabai yang ditanam. Bahkan hasil dari pertaniannya ini dikirim hingga ke seluruh Jawa Tengah, Bali dan Kota Cirebon.

Abdul merasakan perbedaan keuntungan yang didapatkannya dari pembibitan cabai dengan penjualan cabai itu sendiri. Menurutnya bisnis pembibitan cabai lebih menguntungkan daripada penjualan cabai yang sudah dipanen.

“Kalau pembibitan itu harganya bisa naik tapi nggak bisa turun. Tapi kalau cabai hasil panennya bisa naik bisa turun ikut (harga) pasar,” kata Abdul.

Abdul menjual bibit cabai dengan harga yang beragam sesuai dengan jenis-jenisnya, mulai dari Rp40 ribu per kotak bibit. Dalam menjalankan usahanya, Abdul dibantu oleh 250 orang pekerja dari perkampungan sekitar. Keuntungan dari penjualan bibit cabai ini juga disalurkan Abdul untuk membuka lapangan pekerjaan dan membantu masyarakat sekitar.

Abdul dengan sabar akan melayani langsung orang-orang yang datang untuk membeli bibitnya. Meski tidak disebutkan berapa tepatnya keuntungan yang dihasilkan oleh Abdul, tetapi ia mengungkapkan bahwa tidak selama ia mengalami keberhasilan dan sesekali dirinya juga merasakan pahitnya kegagalan. 

Komoditas cabai dalam data BPS

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan harga berbagai komoditas pada September 2021 secara umum menurun. Berdasarkan pemantauan BPS di 90 kota pada September 2021, terjadi deflasi sebesar 0,04 persen atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,57 pada Agustus 2021 menjadi 106,53 pada September 2021.

“Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender (Januari – September) 2021 sebesar 0,8 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) atau yoy menjadi 1,6 persen,” kata Margo Yuwono.

Bulan September 2021 mencatat deflasi kedua selama tahun 2021, setelah bulan Juni dengan deflasi 0,16. Deflasi pada bulan September ini dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil sebesar 0,12 persen.

BPS menyebutkan pemicu utama deflasi September 2021 adalah telur ayam ras dengan andil sebesar 0,07. Kemudian cabai rawit, andilnya 0,03, dan yang ketiga adalah bawang merah juga andilnya 0,03. 

“Dari 90 kota IHK yang BPS hitung laju inflasinya, terdapat 56 kota mengalami deflasi dan 34 kota mengalami inflasi. Dari 56 kota yang mengalami deflasi, deflasi tertinggi terjadi di Gorontalo, yaitu sebesar 0,9 persen,” lanjut Margo. 

Sementara itu, dari 34 kota yang mengalami inflasi, laju kenaikan harga tertinggi tercatat di Pangkal Pinang dengan laju kenaikan harga sebesar 0,6 persen. Adapun penyumbang inflasi di daerah itu berasal dari daging ayam ras, andilnya 0,26, kemudian ikan selar atau ikan tude 0,18, dan bayam 0,08. 

Deflasi tertinggi di Gorontalo sebesar 0,9 persen penyumbang utamanya berasal dari komoditas cabai rawit yang memiliki andil deflasi sebesar 0,47, ikan tuna 0,13, dan ikan layang yang memiliki andil sebesar 0,11.

Manfaat Mengonsumsi Cabai

Sebagian orang merupakan pecinta sambal atau makanan pedas. Untuk menghasilkan sambal atau makanan pedas ini, tentu dibutuhkan cabai. 

Cabai sendiri tak sekadar pedas dan nikmat. Ternyata cabai memiliki kandungan nutrisi dan bermanfaat. Berikut ini adalah 6 manfaat mengonsumsi cabai:

1. Meringankan rasa sakit

Zat capsaicin pada cabai bekerja sama dengan reseptor rasa sakit. Selanjutnya, muncul sensasi panas dari cabai yang membantu ujung saraf berhenti mengirim sinyal sensasi rasa sakit.

Tak mengherankan bila saat ini juga tersedia obat oles atau krim dengan kandungan capsaicin sehingga dapat digunakan untuk membantu mengatasi nyeri sendi serta cedera.

2. Bermanfaat untuk penurunan berat badan

Jika Anda berencana untuk diet, jangan lupa masukkan cabai ke dalam menu harian Anda. Ini karena zat capsaicin dalam cabai diyakini dapat membakar lemak dan energi tubuh lebih cepat.

Selain itu, penelitian dari jurnal Appetite menunjukkan bahwa asupan 2 miligram capsaicin per hari selama 12 minggu dapat membantu mengecilkan lingkar pinggang.

3. Memelihara kesehatan pencernaan

Orang-orang mengira bahwa makan cabai tidak baik untuk pencernaan. Padahal, selama tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan, cabai memiliki manfaat untuk kesehatan pencernaan, lho!

Ketika capsaicin masuk ke dalam pencernaan, saraf-saraf yang ada di saluran pencernaan akan menghasilkan anandamide.

Anandamide adalah senyawa kimia yang membantu mengurangi inflamasi alias peradangan, termasuk yang sering terjadi akibat tukak lambung serta penyakit Crohn.

4. Menjaga kadar gula darah

Bagi Anda yang mengidap diabetes, cabai juga memberikan manfaat berupa menjaga kadar gula darah. Sekali lagi, ini berkat kandungan capsaicin yang terdapat di dalam cabai. 

Sebuah studi dari Journal of Agricultural and Food Chemistry mengungkapkan bahwa capsaicin berpotensi menurunkan kadar gula darah. Tak hanya itu, capsaicin bersifat antidiabetik dan dipercaya memberi efek positif bila dikonsumsi oleh pasien diabetes tipe 1.

5. Mengurangi risiko penyakit jantung dan pembuluh darah

Dengan kandungan vitamin B6, asam folat, kalium, dan beta-karoten yang terdapat pada cabai, Anda dapat terhindar dari serangan jantung.

Vitamin B juga dapat mengurangi kadar homosistein. Tingginya kadar homosistein dapat merusak pembuluh darah dan meningkatkan risiko stroke serta serangan jantung.

6. Menurunkan risiko kanker

Manfaat selanjutnya dari cabai yang bisa Anda peroleh adalah menurunkan risiko kanker. Ini karena kandungan antioksidan yang tinggi di dalam cabai, beberapa di antaranya adalah vitamin C, lutein, dan beta-karoten.

Antioksidan telah terbukti mampu melindungi sel-sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Nah, salah satu pemicu kanker adalah paparan radikal bebas yang berlebihan.

Untuk menghasilkan cabai yang bisa dipanen dengan kualitas bagus, dibutuhkan pupuk juga berkualitas. Salah satu pupuk yang cocok untuk tanaman cabai adalah NPK Pelangi 16-16-16. Pupuk jenis ini merupakan produksi dari Pupuk Kaltim. Pupuk Kaltim sendiri menyediakan berbagai jenis pupuk nonsubsidi untuk petani pangan, hortikultura, dan perkebunan.

Penulis: Tyo