hari keluarga nasional

Hari Keluarga Nasional: Membangun Keluarga Cinta Lingkungan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati pada tanggal 29 Juni setiap tahunnya. Harganas pertama kali diinisiasi oleh ketua BKKBN di era Presiden Soeharto, yaitu Haryono Suyono. Usulan ini disambut baik oleh pemerintahan kala itu dan mulai dirayakan sejak 29 Juni 1993. 

Terdapat makna mendalam dari dipilihnya tanggal 29 Juni sebagai Harganas. Beberapa waktu setelah Indonesia mengumumkan kemerdekaan di 1945, situasi nasional belum juga kondusif. Kondisi tersebut memaksa masyarakat Indonesia dihadapkan dengan wajib militer untuk mempertahankan kemerdekaan. 

Banyak masyarakat yang terpisah dengan keluarga karena dipanggil ke medan perang saat itu. Kemudian, pada 22 Juni 1949, Belanda akhirnya menyerahkan kedaulatan bangsa Indonesia secara utuh. Perang berakhir dan para pejuang mulai kembali kepada keluarganya. Peristiwa kembalinya para pejuang untuk berkumpul kembali dengan keluarganya tercatat pada satu minggu setelah kedaulatan Indonesia diberikan, yaitu 29 Juni 1949.

Selain peristiwa tersebut, tanggal 29 Juni juga bertepatan dengan momen dimulainya gerakan Keluarga Berencana (KB) Nasional atau hari kebangkitan keluarga Indonesia pada tahun 1970. Saat ini ketetapan mengenai Harganas tertuang dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 39 Tahun 2014 yang dirilis di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dari Keluarga, Lingkungan Terjaga

Untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik untuk anak-anak Anda, mulailah dari diri sendiri dan keluarga. Salah satunya, dengan menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan kepada anak sejak dini. Ini dapat menjadi cara terbaik untuk menjaga masa depan mereka, serta memastikan bahwa planet ini selalu aman dan menyenangkan untuk mereka huni.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua untuk membuat anak lebih sadar dan peduli lingkungan, di antaranya:

1. Bermain di alam

Langkah pertama yang baik untuk mengajak anak cinta lingkungan adalah dengan belajar memahami alam sekitar. Dengan melakukan aktivitas outdoor seperti bermain di taman, pantai, atau kebun, anak akan belajar mengenai alam di sekitarnya dan lebih mudah mencintai lingkungan.

2. Jadilah contoh yang baik

Contoh baik pada anak dapat dilihat dari hal yang paling sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak menginjak rumput atau tanaman, melakukan daur ulang, membatasi penggunaan produk plastik, dan sebagainya. Bila orang tua menerapkan prinsip tersebut dalam kegiatan sehari-harinya, anak sebagai peniru ulung akan ikut melakukannya.

3. Ajak anak untuk menghemat air dan listrik

Ada beberapa hal sederhana yang bisa diajarkan orang tua kepada anak untuk berhemat air dan listrik, seperti mematikan air saat menggunakan sabun dan sampo, mematikan lampu saat keluar dari ruangan, tidak menyalakan lampu saat siang hari, membatasi menonton televisi, dan sebagainya.

4. Ciptakan kegiatan seru yang ramah lingkungan

Untuk mengisi akhir pekan, orang tua dapat mengembangkan kreativitas anak dengan cara membuat aktivitas seru yang ramah lingkungan. Salah satunya dengan mengajak anak berkebun. 

Anak tentunya akan senang, jika diminta untuk menanam bunga warna-warni atau memelihara tanaman. Selain itu, Anda dapat mengenalkan pada anak mengenai berbagai jenis sampah, yakni organik, anorganik, dan sebagainya, serta bagaimana cara membuangnya. 

Mengajarkan Anak Hidup Berdampingan dengan Alam

Banyak hal baik yang bisa diajarkan anak sejak dini, mulai dari keterampilan hidup sederhana hingga mencintai lingkungan maupun alam. Banyak manfaat yang bisa dirasakan anak ketika anak terbiasa berinteraksi dengan lingkungan sekitar maupun alam. 

Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak hidup berdampingan dengan alam? Simak tips berikut:


1. Ajak anak berkemah di alam terbuka

Tidak ada salahnya untuk mengajak anak menghabiskan akhir minggu di tengah hutan wisata untuk berkemah. Selain anak akan lebih dekat dengan alam, kegiatan berkemah nyatanya dapat membuat hubungan orangtua dan anak menjadi semakin lebih erat.

2. Berikan ruang anak untuk mengeksplorasi lingkungan

Sebaiknya berikan anak ruang untuk mengeksplorasi lingkungan yang menjadi lokasi berkemah. Dengan memberikan ruang pada anak, anak dapat meningkatkan imajinasi pada ingatannya mengenai lingkungan. Orangtua sebaiknya mengingatkan hal-hal yang tidak boleh dilakukan oleh anak ketika berada di tengah alam agar anak memiliki rasa peduli terhadap lingkungan.

3. Ajak anak untuk memerhatikan lingkungan sekitar

Mengajarkan anak untuk cinta lingkungan nyatanya tidak perlu ke tempat yang jauh dari tempat tinggal. Kamu bisa mengajak anak untuk keluar rumah dan melihat kondisi lingkungan sekitar. Anda bisa mengenalkan jenis-jenis pepohonan yang ada di sekitar rumah. Jangan lupa untuk mengenalkan beberapa hewan yang mungkin terlihat dari lingkungan rumah, seperti burung atau kupu-kupu.

4. Biarkan anak untuk mengekspresikan diri

Ketika anak mulai terbiasa untuk melakukan kegiatan di luar ruangan sebaiknya jangan terlalu banyak melarang anak dan biarkan anak mengekspresikan dirinya. Sebaiknya ingatkan anak agar tidak melakukan hal-hal yang berbahaya. Misalnya, ketika ibu mengajak anak mengunjungi pantai, biarkan anak bermain pasir dan air laut.

5. Ajak anak untuk mendaur ulang

Cara selanjutnya adalah mengajarkan pada anak untuk mengurangi penggunaan sampah plastik atau menggunakan barang-barang yang bisa digunakan lebih dari satu kali. Ajarkan anak untuk selalu menggunakan botol minum dibandingkan membeli air minum dalam kemasan. Ajak anak untuk membuat mainan dari kardus-kardus yang tidak terpakai atau dari bahan material lainnya yang masih bisa digunakan.

6. Ajarkan anak menjaga kebersihan

Mengajarkan anak untuk buang sampah di tempatnya merupakan cara yang bisa ibu lakukan untuk mengajarkan anak agar mencintai lingkungan.

Cara Mengajarkan Anak Bercocok Tanam di Rumah

Begitu banyak cara mendidik anak salah satunya bersentuhan langsung dengan alam. Anda dapat mengajarkan anak tentang alam lewat bercocok tanam di rumah. Dengan bercocok tanam, anak dapat mengerti betapa pentingnya menjaga lingkungan di sekitarnya. Selain itu, bercocok tanam juga bisa melatih kesehatan fisik serta mental anak sejak dini, lho.

Menurut Lea Tran, seorang Horticultural Therapist And Plant Spirit Medicine Healer di Guelph, Ontario, Kanada mengungkapkan anak yang suka berkebun dapat melihat semua makhluk hidup di bumi itu memiliki peran dalam menjalani kehidupan. Semua saling terhubung dan bergantungan satu sama lain. Dengan begitu, anak dapat mengerti arti sebuah siklus kehidupan.

Untuk mulai bercocok tanam, ajaklah anak untuk menanam bibit tanaman baru, membantu menyiram tanaman yang ada di pekarangan rumah, memupuk, hingga memetik dan mengonsumsinya sendiri. Jangan takut kotor, karena hal ini memang diperlukan untuk mendidik anak. Tentu hal ini akan memberikan kepuasaan tersendiri bagi anak Anda. 

Lakukan kebiasaan ini setiap harinya. Hal ini akan mengajarkan anak pentingnya merawat, memperhatikan pertumbuhan dari tanaman yang dia rawat. Selain itu, kebiasaan ini dapat meningkatkan ide serta kreativitas anak dalam menggunakan tanaman tersebut seperti menghiasnya tanpa merusak tanaman tersebut.(Demfarm/Tyo)

Latest Article