cara bercocok tanam di rumah

Idol K-Pop Pun Rajin Bercocok Tanam Lho, Yuk Cek Ada Idola Kamu Nggak Nih!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Dua tahun belakangan, bercocok tanam menjelma sebagai hobi hampir setiap orang. Bahkan, para idol K-Pop pun keracunan hobi ini. Yuk Cek idola kamu, Idol K-Pop yang mengisi waktu luangnya untuk bercocok tanam adalah Tae Young dan Sung Chan dari group NCT, TXT, JAe Yoon SF9, Key SHINEE, dan EPEX.

Idol K-Pop yang memiliki banyak penggemar di Indonesia ini terlihat membagikan kegiatan bertanamnya di kanal youtube dan V-Live. Kegiatan bercocok tanam ini mereka lakukan untuk memberikan energi positif kepada para fans yang tidak bisa mereka jumpai karena pandemi. 

Dalam vidio Youtube tersebut, para Idol bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, seperti di rooftop kantor agensi dan di rumah ataupun di apartemen mereka.

Misalnya saja, Key SHINEE, ia terlihat melakukan kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan lahan kosong di rumahnya. Key terlihat dengan luwes membersihkan, menanam dan merawat tanaman- tanaman yang dimilikinya. Key menanam beberapa tanaman seperti daun mint, rosemary, dan daun bawang.

Cara Bercocok Tanam Idol di Rumah

Melihat Idol asik bercocok tanam, rasanya pengin juga ya melakukan tanam-menanam di rumah. Apalagi kalau bisa menanam tanaman yang ditanam oleh bias alias Idol favorit.

Sebagai contoh, saat melihat Key Shinee menanam daun mint, rasanya akan sangat bahagia jika memiliki tanaman yang sama dengan Key. Lalu, bagaimana cara menanam daun mint di rumah?

Menanam daun mint Key Shinee tidaklah sulit. Apalagi jenis tanaman ini tidak membutuhkan lahan yang luas. Jadi, sangat mungkin jika tanaman ini ditanam di rumah. Berikut langkah- langkah yang harus kamu lakukan:

  1. Menyiapkan lahan

Langkah pertama yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan lahan untuk menanam daun mint. Kamu bisa menanam daun mint langsung ke tanah atau ke dalam pot. Dalam menyiapkan lahan ini ada beberapa karakteristik yang harus kamu ketahui.

Pilihlah lahan yang lembab, memiliki ketinggian 150- 900 meter di atas permukaan laut. Pilih tanah yang gembur, subur, dan pastikan sistem drainase pot juga baik. Pilih tanah yang memiliki kadar PH 5,5-7. Daun mint akan tumbuh subur dan memiliki banyak daun bila ditanam di area yang memiliki curah hujan 2000-4000 mm/tahun.

  1. Pemilihan bibit

Langkah selanjutnya tentu adalah memilih bibit. Kamu bisa membeli bibit dari toko pertanian, atau jika kamu sudah memiliki satu pohon daun mint dewasa, kamu juga bisa memperbanyak bibit.

Kamu bisa memperbanyak bibit dengan memotong daun bagian atas sepanjang 1 cm yang terletak dekat dengan cabang. Bagian yang sudah dipotong kamu letakkan ke dalam gelas berisi air untuk mempercepat pertumbuhannya. Letakkan gelas di tempat yang hangat hingga akarnya muncul. Ketika akarnya muncul artinya bibit kamu sudah siap untuk di tanam.

  1. Menanam daun mint

Kamu bisa menanam bibit daun mint ke dalam polybag ata pot. Sebelumnya kamu harus mengisinya dengan campuran tanah dan pupuk kandang. Selanjutnya kamu bisa menanam bibit dalam pot dengan kedalaman ¾ . setelah itu diamkan selama 4- 5 hari.

Melakukan perawatan dan pemeliharaan

Setelah daun mint kamu tanam, langkah selanjutnya adalah merawat dan memelihara tanaman kamu agar dapat tumbuh subur dan sehat. Dalam merawat daun mint kamu perlu memperhatikan penyiraman. Untuk daun mint kamu hanya perlu menyiramnya sebanyak 1 kali dalam satu hari. Perhatikan juga kondisi tanah saat menyiram, jangan terlalu banyak atau sedikit. Berikutnya adalah pemupukan. Untuk mendapat tanaman yang berkualitas kamu harus memperhatikan betul cara pemberian pupuk. Kamu bisa memberikan pupuk organik atau anorganik. 

Untuk pemberian pupuk organik kamu bisa menggunakan pupuk kandang dengan dosis 30 ton/ha. Kamu bisa mengaplikasikan pupuk organik sekali dalam seminggu. Untuk penggunaan pupuk anorganik, kamu bisa menggunakan pupuk urea dengan memperhatikan dosis di tiap usia tanaman. 

Selain itu, menanam daun mint mengharuskan kamu untuk melakukan penyiangan. Kamu bisa melakukan penyiangan rumput liar dan gulma dan tumbuh di daerah tanaman sebanyak sekali dalam seminggu.

Beberapa jenis hama juga bisa merusak tanaman daun mint, seperti ulat pemakan daun dan tungau merah. Untuk mengantisipasinya kamu bisa melakukan penyemprotan insektisida nabati. Setelah melakukan perawatan kamu akan bisa memanen daun mint dalam bulan ke 3 atau 4. Kamu bisa melakukan panen apabila tanaman sudah 50-70 persen berbunga. Kegiatan panen sebaiknya kamu lakukan pada jam 08.00-10.00 pagi.

Tidak sulit tentu untuk menanam daun mint di rumah kesukaan bias kamu? Kamu bisa memanfaatkan hasil panen dan bisa melakukan kegiatan positif selama di rumah. Selamat mencoba!