cara menanam bawang merah di rumah

Jelang Iduladha, Intip Harga Bawang Merah di Pasaran Yuk!

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Menjelang hari besar keagamaan, kerap terjadi kenaikan harga beberapa komoditas pangan. Kenaikan harga tersebut biasanya disebabkan permintaan yang tinggi, namun persediaan di pasar semakin terbatas.

Bawang merah merupakan salah satu komoditas pangan dengan harga yang cenderung fluktuatif. Bawang merah termasuk bumbu dapur utama yang digunakan masyarakat Indonesia. Hampir semua masakan menggunakan bumbu ini. Tak heran kenaikan harga bawang merah juga sering kali memberikan kontribusi terhadap inflasi.

Sebentar lagi umat muslim akan merayakan hari raya Iduladha yang jatuh pada 20 Juli 2021. Kali ini Demfarm.id akan menyajikan pantauan harga bawang merah selama bulan Juli 2021 hingga tips menanam bawang di rumah agar Anda tidak kehabisan persediaan. Simak ulasannya, ya!

Harga Bawang Merah Juli 2021

Berdasarkan data yang diperoleh dari aplikasi Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional. Secara rata-rata nasional, harga bawang merah di pasar tradisional mengalami kenaikan selama pekan pertama bulan Juli 2021. Pada 1 Juli 2021 harga rata-rata bawang merah masih berada di angka Rp31.750 per kg. Sementara pada 8 Juli 2021 mencapai Rp32.300 per kg.

Khusus wilayah DKI Jakarta, PIHPS Nasional juga menunjukkan terjadi kenaikan harga bawang merah selama bulan Juli 2021. Pada 1 Juli 2021 harga bawang merah masih Rp35.850 per kg dan terus mengalami kenaikan hingga di angka Rp37.150 per kg pada 8 Juli 2021.

Harga Pangan Lain Jelang Iduladha

Selain bawang merah. Beberapa komoditas lain yang terpantau mengalami kenaikan harga menjelang hari raya Iduladha, yaitu cabai merah dan cabai rawit.

Sejak 1 Juli hingga 8 Juli 2021, secara rata-rata nasional harga cabai merah mengalami peningkatan dari Rp34.850 per kg menjadi Rp37.050 kg. Meski begitu untuk wilayah DKI Jakarta harga cabai merah di pasar tradisional mengalami penurunan dari Rp33.750 menjadi Rp32.100.

Untuk cabai rawit, kenaikan yang terjadi cukup signifikan, secara rata-rata nasional terjadi kenaikan dari Rp56.700 per kg menjadi Rp58.700. Sementara di wilayah DKI Jakarta naik dari Rp50.000 per kg menjadi Rp58.350 per kg.

Harga komoditas pangan lainnya seperti beras, daging ayam, daging sapi, telur ayam, minyak goreng, dan gula pasir secara rata-rata nasional terpantau relatif stabil. Namun kondisi ini bisa saja berbeda dengan realita yang ada di masing-masing wilayah, kenaikan harga bisa saja terjadi di wilayah-wilayah tertentu.

Tips Menanam Bawang Merah di Rumah

Harga bawang merah yang cenderung merangkak naik, khususnya jelang hari besar keagamaan, membuat tidak sedikit orang menjadi pusing dengan pengeluaran yang ikut meningkat.

Oleh karena itu, menanam bawang merah bisa menjadi solusi hemat pengeluaran. Anda dapat langsung memanen bawang merah yang Anda tanam saat membutuhkannya tanpa perlu khawatir dengan harga yang terus naik turun.

Bawang merah termasuk jenis bumbu yang dapat dibudidayakan dengan mudah di rumah. Selain dapat ditanam langsung di atas lahan pekarangan rumah, bawang merah juga bisa ditanam di polybag. Berikut cara menanam bawang merah di rumah menggunakan polybag:

1. Persiapkan Polybag dan Media Tanam

– Siapkan polybag ukuran 25 cm.

– Masukkan media tanam ke dalam polybag. Media tanam yang digunakan adalah campuran tanah, sekam, pupuk kandang, dan arang kayu dengan perbandingan 2:1:1:1.

– Setelah polybag diisi media tanam, beri sedikit pupuk TSP untuk merangsang pertumbuhan akar, kira-kira 15-20 granular pupuk TSP.

– Setelah diberi pupuk TSP, siram media tanam di polybag sampai basah.

2. Tanam Bawang Merah

– Pilih bawang merah yang sudah lama, kurang lebih 2-3 bulan.

– Sebelum melakukan penanaman, potong bawang merah menjadi dua bagian terlebih dahulu. Lakukan pemotongan jadi sepertiga bagian, bukan setengah.

– Jadi, bagian atas bawang merah disingkirkan dan gunakan bagian bawahnya. Tujuan pemotongan berfungsi agar mempercepat pertumbuhan.

– Setelah bawang merah dipotong, tanam ke dalam media tanam. Satu polybag berukuran 25 cm perlu ditanam 2 buah potongan bawang merah. Tanam di bagian tengah media tanam.

– Setelah potongan bawang merah ditanam ke dalam media tanam, diamkan sampai 8 hari hingga muncul kecambah. Siramkan air secukupnya sehari sekali.

– Letakkan polybag berisi bawang merah di tempat yang terbuka yang mendapatkan pancaran sinar matahari yang utuh.

– Penempatan tanaman bawang merah di polybag di tempat teduh atau kurang sinar matahari membuat pertumbuhannya kurang bagus.

3. Siram Tanaman

– Siramkan air secukupnya sekitar 240 ml ke tanaman bawang merah berusia 8 hari.

– Jangan siram tanaman bawang merah terlalu banyak agar tidak terjadi pembusukan. Lakukan penyiraman sehari sekali hingga masa panen.

4. Pemupukan

-Saat tanaman bawang merah berusia 15 hari, proses pemupukan sudah bisa dilakukan.

– Berikan tanaman bawang merah pupuk NPK 16-16-16 dengan cara dikucurkan atau disiram.

– Caranya campurkan 1 sendok makan pupuk NPK 16-16-16 dengan 3 liter air lalu larutkan sampai tercampur merata.

– Siramkan setengah gelas minum (120 ml) larutan pupuk NPK 16-16-16 ke 1 polybag bawang merah.

– Selain larutan pupuk NPK 16-16-16, pemupukan tanaman bawang merah usia 15 hari bisa diberikan pupuk kandang atau kompos.

– Satu polybag tanaman bawang merah bisa diberi satu genggam pupuk kandang atau kompos. Setelah itu siram dengan sedikit air.

– Lakukan pemupukan kembali pada tanaman bawang merah saat mencapai usia 30 dan 45 hari.

5. Pemupukan saat Usia 30 hari

Cara pemupukan tanaman bawang merah usia 30 hari sama seperti usia 15 hari, dapat menggunakan pupuk NPK maupun pupuk kandang atau kompos, pilih salah satu.

6. Pemupukan Ketika Usia 45 hari

Untuk pemupukan tanaman bawang merah usia 45 hari, lakukan pemupukan kombinasi antara pupuk NPK dan pupuk kandang atau kompos dengan cara yang sama seperti yang dijelaskan sebelumnya 

7. Panen

Pada usia 62 hari, tanaman bawang merah sudah bisa kamu panen. (*)