Kenalan dengan Pupuk Phonska yang Kaya Manfaat YukDok. Humas Kementerian Pertanian RI

Jelang Musim Tanam 2, Intip Cara Dapatkan Stok Pupuk Agar Panen Melimpah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Musim hujan telah tiba. Saatnya musim tanam dimulai. Tapi sebelum menyambut musim tanam ini, ada beberapa hal yang harus disiapkan oleh para petani, termasuk soal pupuk.

Persiapan untuk menghadapi musim tanam memang harus dilakukan. Tujuannya agar nantinya tanaman bisa menghasilkan panen yang berkualitas.

Lalu, apa saja persiapan yang harus dilakukan petani menjelang musim tanam ini? Setidaknya ada 3 hal yang bisa dilakukan oleh para petani, yaitu:

  1. Persiapan diri

Persiapan diri merupakan hal yang terpenting dalam memulai segalah hal tidak terkecuali persiapan dalam kegiatan pertanian, persiapan diri ini meliputi kesehatan, keyakinan, serta mental siap menerima apapun yang terjadi.

  1. Persiapan modal

Tidak bisa dipungkiri, modal dalam sektor pertanian terutama dalam bidang budidaya sangatlah besar. Sebagai contoh, untuk budidaya padi saja modal yang harus disiapkan rata-rata Rp6-7 juta per hektar. Jumlah ini bisa kurang atau lebih tergantung tempat dan perlakuan yang diberikan

  1. Persiapan Sarana dan Prasarana

Persiapan yang ketiga adalah persiapan sarana dan prasarana. Persiapan ini tidak kalah penting dari 2 persiapan di atas, diantaranya meliputi benih, pupuk, pestisida, dan lain sebagainya.

Perhatikan Kondisi Cuaca dan Tanah

Datangnya musim penghujan membawa berkah bagi pertanian Indonesia. Namun di sisi lain juga bisa membawa musibah dengan kemungkinan meledaknya hama dan penyakit tanaman (HPT) dan perubahan cuaca mendadak. Karena itu, Kementerian Pertanian tengah mempersiapkan beragam strategi.

Tahun lalu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pernah mengatakan sektor pertanian pertanian juga dihadapkan pada sejumlah masalah seperti gagal panen akibat perubahan iklim, banjir, serta serangan hama penyakit.

“Untuk menghindarkan petani dari keadaan tersebut, pemerintah memberikan Asuransi Usaha Tani Padi. Ini diharapkan memberikan perlindungan terhadap risiko ketidakpastian dengan menjamin petani mendapatkan modal kerja untuk berusaha tani dari klaim asuransi,” tuturnya, Rabu (27/5/2020).

Untuk mendapatkan program ini, petani bisa bergabung dalam sebuah kelompok tani. Setelah memahami manfaat jaminan kerugian yang didapat dari program asuransi pertanian, petani dipersilakan mendaftarkan diri.

Dalam beberapa tahun terakhir, Kementerian Pertanian (Kementan) juga rutin melakukan koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk melakukan pengamatan dini terhadap Dampak Perubahan Iklim (DPI) di musim penghujan.

Cara Mendapatkan Stok Pupuk untuk Musim Tanam

Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional, pemerintah memberikan pupuk bersubsidi kepada para petani. Namun pemberian pupuk bersubsidi ini harus memenuhi enam prinsip utama yang sudah dicanangkan yakni jenis, jumlah, harga, tempat, waktu, dan mutu. 

Pupuk bersubsidi ini diatur dalam Surat Keputusan Menperindag Nomor 70/MPP/Kep/2/2003 tanggal 11 Februari 2003, tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian.

Dalam Pasal 1 peraturan tersebut dijelaskan, pupuk bersubsidi, pengadaan, dan penyalurannya mendapatkan subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan petani yang dilaksanakan atas dasar program pemerintah. 

Untuk mendapatkan pupuk bersubsidi ini, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh para petani. Salah satu syaratnya, petani harus tergabung lebih dulu dengan kelompok tani yang ada di desa atau wilayahnya. 

Selain itu, para petani juga wajib memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam Rencana Defiintif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Kartu tani tersebut berisi kuota yang sesuai dengan kebutuhan petani. Untuk jumlah kuota tergantung dari luas lahan yang dimiliki setiap petani. Namun kartu tani ini tidak bisa diuangkan dan hanya bisa dilakukan untuk penukaran pupuk saja.

Rekomendasi Pupuk untuk Tanaman Padi

Penggunaan pupuk untuk tanaman padi mutlak diperlukan untuk menghasilkan panen yang berkualitas. Tapi pupuk yang digunakan harus tepat. 

Salah satu pupuk berkualitas untuk tanaman padi adalah Urea Granul Daun Buah. Pupuk produksi Pupuk Kaltim ini memiliki kandungan nitrogen 46 persen, berwarna putih, dan ukuran butirannya 2-4,75 mm. 

Pupuk Urea Granul Daun Buah ini bermanfaat meningkatkan kualitas tanaman penghasil daun-daunan. Selain itu, pupuk ini sebagai penyusun protein, klorofil, dan berperan dalam proses fotosintesis. Tak hanya itu, Urea Granul Daun Buah juga berfungsi dalam pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif, seperti daun, batang, dan akar. 

Pupuk produksi Pupuk Kaltim ini juga berperan meningkatkan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah yang sangat penting untuk pelapukan bahan organik. Pupuk Urea Granul Daun Buah mudah larut dalam tanah sehingga mudah diserap tanaman. Uniknya lagi, butiran pupuk urea ini diber perlakuan anti-caking agar tidak mudah menggumpal. 

Pupuk Urea Granul Daun Buah sebaiknya digunakan tiga kali. Pertama, pupuk ini digunakan 7-14 hari setelah tanam (HST). Gunakan 50 kg pupuk urea jenis ini untuk setiap hektarnya. 

Selanjutnya pupuk bisa ditaburkan pada masa susulan pertama, yaitu 21-25 HST dengan pemberian 50 kg perhektar. Pemberian pupuk pada padi bisa dilanjutkan pada susulan kedua, tepatnya 35-40 HST dengan komposisi 100 kg perhektar. (*)