pohon natal

Keistimewaan Cemara sebagai Pohon Natal: Bagaimana Merawatnya?

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pohon Natal menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Natal di berbagai belahan dunia. Menjelang 25 Desember, hampir tiap rumah umat Kristiani berhias pohon Natal lengkap dengan kerlipan lampu dan ornamen-ornamen khasnya. Cemara atau Pinus sering kali dijadikan sebagai pohon Natal.

Lalu, bagaimana sejarah pohon cemara dijadikan sebagai simbol Natal? Dilansir dari laman Michigan State University, pohon cemara yang hijau selalu digunakan untuk merayakan festival musim dingin selama ribuan tahun, jauh sebelum kedatangan agama Kristen.

Orang-orang Eropa menggunakan ranting-ranting untuk menghiasi rumah mereka selama titik balik matahari musim dingin, karena itu membuat mereka memikirkan musim semi yang akan datang. Orang Romawi juga mendekorasi rumah mereka dengan pohon cemara untuk Tahun Baru.

Mereka memaknai cemara sebagai tanda kehidupan abadi dengan Tuhan. Pohon cemara pertama kali digunakan sebagai pohon Natal sekitar 1.000 tahun yang lalu di Eropa Utara. Orang-orang di Eropa Utara juga menanam pepohonan dalam kotak di dalam rumah mereka saat musim dingin. 

Orang pertama yang membawa pohon Natal ke rumah mungkin adalah pengkhotbah Jerman abad ke-16 Martin Luther. Bagi orang Kristen, Pohon Natal adalah simbol harapan yang selalu dipajang untuk menyambut kelahiran Yesus. 

Dilansir dari ABC.net.au, bangsa Romawi awal menggunakan pepohonan untuk menghiasi kuil-kuil mereka di festival Saturnalia, sementara orang Mesir kuno menggunakan pohon palem hijau sebagai bagian dari pemujaan mereka terhadap Dewa Ra. 

“Gagasan membawa pohon cemara ke dalam rumah melambangkan kesuburan dan kehidupan baru dalam kegelapan musim dingin, yang lebih merupakan tema pagan,” kata Dr Dominique Wilson dari University of Sydney. 

Di situlah juga ide holly dan ivy dan mistletoe berasal karena mereka adalah beberapa tanaman berbunga di musim dingin sehingga mereka memiliki makna khusus. Jadi ide membawa pepohonan hijau ke rumah dimulai di sana dan akhirnya berevolusi menjadi pohon Natal.

Fakta-fakta Unik Tentang Pohon Cemara

Pohon cemara merupakan kelompok tumbuhan Evergreen, sehingga daun-daunnya senantiasa terlihat hijau, tidak mudah mengering dan rontok. Pohon ini mirip pinus atau tusam, dengan ciri-ciri di antaranya memiliki ranting yang beruas pada bagian dahan besarnya, serta menghasilkan buah yang menyerupai runjung kecil. 

Pohon cemara natal

Selain beberapa ciri di atas, cemara juga memiliki keunikan lain yang dapat membantu kita dalam mengidentifikasi tumbuhan tersebut.

  1. Daunnya berbentuk ramping dan runcing.
  2. Pohon bisa tumbuh cukup tinggi dan semakin meruncing di bagian atasnya.
  3. Warna pohon biasanya hijau gelap atau terang sesuai habitatnya.
  4. Tahan cuaca ekstrim dan bisa tumbuh di mana saja, baik Kawasan tinggi maupun rendah.
  5. Pohon mudanya memiliki kontur kayu yang halus dan berwarna coklat kehijauan, sedang yang tua umumnya berkontur lebih tebal, terlihat retak serta berwarna coklat gelap.
  6. Cabang pohon berbentuk spiral, semakin tinggi pertumbuhan pohon maka cabangnya aka semakin pendek hingga membentuk seperti kerucut.
  7. Tergolong sebagai Gymnospermae, Casuarinaceae betina mempunyai bunga yang tampak seperti berkas rambut, berukuran kecil serta berwarna kemerahan.
  8. Buah pohon cemara sebenarnya berupa kerucut kayu atau biasa disebut runjung cemara.
  9. Umumnya, orang-orang tidak memetik buahnya untuk dikonsumsi. Kerucut kayu justru berguna sebagai organ reproduksi untuk perkembangbiakan tumbuhan tersebut.

Cara Tumbuh dan Budidaya Pohon Cemara di Indonesia

Pohon cemara merupakan tanaman yang cukup mudah untuk dibudidayakan secara mandiri. Cemara merupakan tanaman memiliki nilai artistik untuk menjadi bagian dari penataan taman.

Cemara biasanya dibentuk sedemikian rupa seperti gaya seni dari Jepang yang bernama Bonsai. Jenis cemara dari Indonesia yang cocok untuk dibuat bonsai adalah cemara udang, yang berasal dari Madura provinsi Jawa Timur yang banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Pohon cemara termasuk dalam suku Casuarinaceae atau suku cemara-cemaraan yang memiliki sekitar 70 jenis tumbuhan. Cemara merupakan tumbuhan hijau abadi yang sepintas dapat terlihat sebagai tusam.

Sebagian besar dari suku cemara-cemaraan ini tumbuh di belahan bumi selatan, terutama di wilayah tropis termasuk Indonesia, Malaysia, Australia, dan Kepulauan Pasifik.

Penyebaran pohon cemara pertama kali terjadi di Benua Amerika kemudian Siberia hingga ke negara Filipina. Namun kini, pohon cemara hampir dapat ditemukan di seluruh penjuru belahan dunia mulai dari daerah panas dan kering seperti Afrika Selatan dan Australia hingga ke daerah khatulistiwa seperti Indonesia.

Pada dasarnya habitat dari pohon cemara ada di seluruh belahan dunia. Hal itu dikarenakan pohon cemara adalah tanaman yang kokoh dan mampu bertahan di segala kondisi cuaca sehingga dapat ditanam dimanapun.

Lalu bagaimana cara budidaya pohon cemara?

1. Pemilihan benih pohon cemara

Pemilihan benih perlu dilakukan untuk mencari benih unggul. Hal ini dapat dilakukan dengan mencari bunga cemara kering yang memiliki warna kulit kecoklatan dan bintik hitam.

2. Penyemaian benih cemara

Tahapan berikutnya yaitu mulai menyemaikan benih di media tanah dan pasir dengan perbandingan 2:1. Media tanam yang akan digunakan sebelumnya harus dipanaskan dan dijemur dibawah terik matahari selama kurang lebih 4-6 jam.

Tebar benih ke dalam media tanam dan simpan benih di tempat yang aman, teduh, serta terhindar dari hujan dan panas. Setelah masa penyemaian, biasanya selama 10-15 hari akan mulai tumbuh bibit. 

Teknik lain yang dapat digunakan untuk budidaya cemara selain penyemaian benih yaitu teknik cangkok dan teknik stek.

3. Perawatan benih tanaman cemara

Perawatan dapat dilakukan dengan cukup menyiram tanaman tiap pagi dan sore dan memberikan pupuk NPK sebanyak 2 minggu sekali. Pupuk NPK Pelangi produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) merupakan pupuk berkualitas yang cocok digunakan untuk perawatan benih tanaman cemara. 

NPK Pelangi merupakan jenis pupuk majemuk produksi PKT yang mengandung unsur hara Nitrogen, Phospor, dan Kalium. Pupuk ini membuat tanaman lebih kokoh, tidak mudah rebah, dan daunnya hijau lebih lama.

4. Persiapan lahan cemara

Lahan tanam yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu untuk memastikan kondisinya sesuai dengan kebutuhan tanaman cemara. Hal terpenting pada proses ini adalah menabur kompos di lahan tanam selama 3-4 minggu sebelum pemindahan tanaman.

5. Pemeliharaan tanaman cemara

Pemeliharaan pohon cemara memiliki cara yang relatif mudah. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan obat terhadap tanaman yang sakit, membersihkan gulma atau tanaman pengganggu yang tumbuh di sekitar pohon cemara. Dengan demikian tanaman akan tumbuh dengan subur.

6. Panen cemara

Untuk memperoleh hasil yang maksimal, masa panen yang dimiliki pohon cemara cenderung lama hingga bertahun-tahun.

Dibutuhkan waktu sekitar 10 tahun untuk dapat memanen pohon cemara bahkan ada yang mencapai 30 tahun untuk mendapatkan hasil yang sempurna.

Penulis: Tyo