Kenalan Yuk, Tanaman Perangkap yang Banyak Manfaatnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Dalam berkebun ataupun bertani, tentu yang paling ditunggu-tunggu adalah hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Seringkali hasil panen bisa kurang memuaskan atau bahkan gagal dikarenakan adanya hama.

Namun kini ada beberapa strategi dalam pengendalian serangga yang dapat kamu terapkan. Pengendalian hama dengan menggunakan tanaman perangkap adalah salah satunya. Strategi pengendalian hama dengan bercocok tanam menggunakan tanaman perangkap dapat membantu stabilitas ekosistem sehingga populasi hama dapat ditekan dan berada dalam kesetimbangannya. Namun tanaman perangkap harusnya bisa menjadi refugia

Refugia adalah di mana tanaman perangkap tersebut dapat menjadi tanaman yang mengundang dan menyediakan musuh alami seperti predator atau parasitoid sebagai mikrohabitatnya dengan harapan bisa mengendalikan organisme pengganggu tanaman secara alami. Dengan kata lain, refugia adalah tanaman yang sengaja ditanam di dekat tanaman budidaya sebagai pengalihan bagi hama ataupun serangga. 

Manfaat dari Refugia

Secara umum refugia bermanfaat sebagai pengalihan hama dari tanaman utama. Namun berikut beberapa manfaat lain dari refugia bagi tanaman utama, yaitu: 

  • Mengundang musuh alami tanaman utama seperti capung, laba-laba, lebah.
  • Menyediakan tepung sari sebagai alternatif makanan bagi predator 
  • Sebagai mikrohabitat bagi predator dan parasitoid
  • Memaksimalkan pemanfaatan pematang
  • Membantu melestarikan lingkungan
  • Memperindah dan mempercantik lahan pertanian

Begitu pentingnya refugia bagi lahan pertanian. Meski begitu tidak semua tanaman yang bisa dijadikan sebagai tanaman refugia atau tanaman perangkap.

Ada beberapa syarat yang harus dimiliki tanaman tersebut. Tanaman perangkap harus memiliki warna bunga yang mencolok, seperti warna kuning ataupun merah. Bibit dan benih refugia juga harus mudah dicari. Memiliki regenerasi yang cepat dan berkelanjutan. Mudah untuk ditanam. Dan yang terakhir adalah refugia harus bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lainnya refugia lainnya.

Jenis tanaman perangkap

Setelah mengetahui manfaat dan apa saja syarat yang bisa menjadikan sebuah tanaman perangkap sebagai refugia, berikut beberapa tanaman yang bisa kamu jadikan sebagai refugia.

  1. Tanaman hias. Beberapa tanaman hias bisa kamu jadikan sebagai refugia. Bunga matahari bisa kamu jadikan refugia karena memiliki warna bunga yang mencolok. Memiliki tepung sari sebagai pengalihan predator seperti lebah. Bunga kertas dan bunga kenikir juga bisa menjadi pilihan kamu. Ketiga bunga ini bisa menjadi rumah bagi para predator alami. Selain itu beberapa bunga ini juga bisa memberikan kesan indah pada lahan pertanian kamu.
  2. Tanaman sayuran. Kamu bisa menjadikan sayuran sebagai refugia bagi lahan pertanian. Sayuran yang bisa kamu tanam adalah kacang panjang, bayam, dan jagung. Bila kamu memilih untuk menggunakan sayuran sebagai refugia, waktu penanaman adalah hal yang harus kamu perhatikan. Kamu bisa menanam refugia sebelum masa tanam dari tanaman utama. Dan pastikan refugia sejajar dengan sinar matahari sehingga tidak menghalangi sinar matahari pada tanaman utama.
  3. Gulma. Ternyata tanaman yang selama ini dianggap sebagai pengganggu juga dapat bermanfaat apabila dijadikan refugia. Jenis gulma yang bisa kamu gunakan adalah babadotan dan ajeran. Gulma ini memiliki manfaat sebagai habitat yang nyaman bagi berkembangnya musuh alami dalam agroekosistem.
  4. Tanaman liar yang ditanam, atau tumbuh sendiri di area pertanian. Beberapa tanaman liar yang bisa kamu tanam adalah, pegagan, bunga lagetan, rumput setaria, rumput kancing ungu, dan kacang hias atau kacang pentoi.

Refugia atau tanaman perangkap berfungsi sebagai pengalihan secara alami untuk predator atau parasitoid dari tanaman utama. Akan lebih baik jika kamu membuat model rekayasa ekosistem dalam lahan pertanian. Penerapan refugia yang bisa kamu lakukan seperti menyediakan lahan untuk tanaman liar berbunga dengan cara tidak menyemprotkan herbisida diluar lahan pertanian. Lalu kamu bisa membiarkan batas antara pematang lahan dan tepian ditumbuhi oleh bunga liar. 

Untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan, tidak hanya tanaman perangkap yang harus kamu perhatikan. Pemberian pupuk juga merupakan kegiatan yang sangat krusial yang harus kamu lakukan. Pastikan kamu memberikan pupuk secara teratur, dengan dosis dan porsi yang pas. Sesuaikan waktu dan dosis pemberian pupuk dengan karakteristik tanaman yang kamu tanam.