industri-pupuk-pupuk kaltim

Komitmen Industri Pupuk dalam Menjaga Tata Kelola Lingkungan dari Berbagai Program

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) kembali meraih penghargaan Proper Nasional Peringkat Emas ke-5 kalinya dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI. Penghargaan tersebut diraih atas komitmen Perusahaan dalam tata kelola lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat secara konsisten dan berkesinambungan. 

Direktur Utama PKT Rahmad Pribadi menerima langsung penghargaan dari Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin yang didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di Jakarta, pada Selasa (28/12/2021).

Rahmad menyebut penghargaan ini merupakan wujud komitmen PKT yang secara konsisten mengimplementasikan tata kelola lingkungan, yang diselaraskan dengan pemberdayaan masyarakat dalam aktivitas industri secara berkelanjutan. Hal itu menjadi salah satu fokus utama PKT, yang disikapi melalui berbagai kebijakan dan program strategis yang diiringi dengan beragam peningkatan serta perbaikan setiap tahun.

Peningkatan kualitas lingkungan sejauh ini diwujudkan dengan inovasi program berkelanjutan yang diintegrasikan dengan hasil kajian Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem cradle to grave, yang diintegrasikan dengan inovasi program berkelanjutan. Pada 2021, PKT menjadi Perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mempublikasikan sertifikat produk ramah lingkungan atau Environmental Product Declaration (EPD) dari EPD Southeast Asia. 

“Deretan prestasi ini membuktikan PKT terus maju dengan mengedepankan lingkungan sebagai ujung tombak keberlanjutan industri,” kata Rahmad.

Program-program PKT

PKT terus meningkatkan performa kinerja lingkungan yang selama ini berjalan, di antaranya efisiensi energi dan air, penurunan emisi, program 3R (Reduce, Reuse, Recycle) limbah B3 dan limbah non-B3, hingga perlindungan keanekaragaman hayati dan ekosistem perairan. 

Berbagai aksi nyata terus ditingkatkan setiap tahun, seperti reintroduksi ribuan anggrek hitam sebagai tanaman endemik Kalimantan ke Taman Nasional Kutai (TNK) sejak 2018, pembibitan 12.556 tanaman langka, konservasi rusa sambar, penanaman ratusan ribu mangrove, hingga penurunan 500 terumbu buatan setiap tahun di area konservasi Perusahaan. 

Tercatat, hingga 2021 PKT telah menurunkan 4.822 terumbu buatan, melalui pemberdayaan kelompok nelayan di Kelurahan Loktuan, Bontang Utara, sebagai kawasan terdekat Perusahaan. Puluhan nelayan binaan juga dibekali berbagai kemampuan mulai dari transplantasi terumbu hingga sertifikasi menyelam, agar monitoring dan perawatan terumbu berjalan optimal. Kini terdapat 38 genus karang di seluruh area rehabilitasi PKT, dengan pertumbuhan soft coral maupun hard coral relatif normal.

Sementara pengembangan budidaya mangrove, dilaksanakan PKT melalui program Diversifikasi Mangrove dan Budidaya Kepiting (Server Mang Budi) di kawasan Telok Bangko Kelurahan Loktuan, yang tahun ini mencapai 183.167 bibit. Kawasan ini merupakan pengembangan area konservasi di perairan Kedindingan Kota Bontang, yang sebelumnya telah ditanami 152 ribu bibit pada kurun 2009-2015. Dari dua area konservasi tersebut, PKT telah menanam sebanyak 335.167 bibit mangrove, dengan target minimal 25 ribu bibit per tahun.

Setelah diterbitkannya Peraturan Menteri KKP nomor 24 tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Izin Lokasi Perairan dan Izin Pengelolaan Perairan di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kawasan Telok Bangko resmi menjadi destinasi wisata Kota Bontang. Beberapa jenis mangrove yang ditanam di area ini meliputi Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, Ceriops tagal, Bruguiera gymnorrhiza, Bruguiera sexangula, Ceriops tagal dan Avicennia marina.

Program ini diikuti aspek pemberdayaan masyarakat, baik untuk pembibitan dan penanaman bibit oleh kelompok binaan maupun penjajakan peluang produk turunan seperti pembuatan sirup dan makanan ringan dari mangrove. 

“Upaya tersebut sebagai wujud perlindungan dan pelestarian sumber daya alam yang dilaksanakan PKT secara kontinyu, mengingat pelestarian lingkungan menjadi tabungan kekayaan alam yang tidak ternilai harganya bagi generasi penerus,” terang Rahmad.

PKT juga fokus terhadap peningkatan taraf hidup dan kemandirian masyarakat pada berbagai program, dengan mengangkat nilai budaya kearifan lokal yang diolah sebagai ciri khas dari keterpaduan sistem perekonomian kemasyarakatan berbasis people, profit dan planet, yang sejalan dengan misi Perusahaan. 

Produsen pupuk berkualitas ini secara nyata dan signifikan memberikan dukungan terhadap pencapaian 17 indikator tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), dibuktikan dengan diraihnya Indonesia Sustainable Development Goals Award (ISDA) dalam 5 tahun terakhir.

Salah satunya dari inovasi sosial melalui program Budidaya Tanaman Obat Keluarga (Budiman Oke) oleh kelompok Makrifah Herbal, dengan lini usaha pembibitan Toga, produksi minyak herbal, spa, eduwisata hingga chatering. Program ini dijalankan sejak 2017 hingga 2021, dengan tujuan akhir menjadi pusat edukasi Kampung Herbal di Kota Bontang.

Program ini memiliki unsur kebaruan dengan membentuk lembaga kursus dan pelatihan herbal satu-satunya di Kaltim, yang juga memiliki manfaat mencegah perubahan iklim dengan adanya penghijauan di pekarangan masyarakat dengan replikasi secara berkelanjutan. Inovasi sosial ini juga memberikan dampak positif dengan nilai Social Return on Investment (SROI) sebesar 1,39 dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs hingga meraih penghargaan Produktivitas Paramakarya 2021 dari Kemnaker RI. 

“Tata kelola lingkungan dan pemberdayaan masyarakat yang lebih optimal akan terus menjadi komitmen PKT, sehingga keseimbangan antara profit, people dan planet sebagai salah satu misi Perusahaan semakin maksimal dijalankan,” tambah Rahmad.

Pentingnya Perusahaan Menjaga Lingkungan Sekitar

Menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa tak terkecuali dunia usaha. Oleh karena itu, dunia usaha diharapkan terus melakukan praktik bisnis dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan sekitarnya. 

“Dunia usaha harus memperhatikan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan fisik, non-fisik, maupun lingkungan sosial,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat menghadiri acara Penganugerahan Penghargaan Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) 2021, di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Selatan No. 6, Jakarta Pusat, Selasa (28/12/2021).

Wapres menuturkan bahwa dunia usaha dapat menjadikan (PROPER) sebagai platform untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Menurutnya, PROPER saat ini telah bertransformasi dari kriteria sederhana, yaitu penilaian pengendalian pencemaran air, kemudian berkembang menjadi kriteria yang mengusung perbaikan berkelanjutan, hingga sekarang mencakup kriteria daya tanggap terhadap kebencanaan. 

“Berbagai kriteria tersebut diharapkan menjadi indikator bagi perusahaan untuk berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan yang berkelanjutan, bukan hanya berfokus pada pencapaian profit,” tegasnya.

Penulis: Tyo