Pupuk Perangsang Daun dan Buah

Lagi Nyari Pupuk Perangsang Daun dan Buah? Ini Solusinya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Melihat tanaman yang kita budidayakan tumbuh subur dengan daun yang sehat dan buah yang lebat tentu menjadi impian semua orang yang bergelut di bidang pertanian. Selain memberikan rasa puas, tanaman yang tumbuh sehat juga menarik dipandang mata.

Namun terkadang, meski telah melakukan perawatan yang maksimal, kita tidak sadar tanaman yang kita miliki kekurangan asupan nutrisi yang menyebabkan daun menguning dan buah tak kunjung lebat. Jika tanaman Anda mengalami hal tersebut, segera berikan nutrisi tambahan melalui pupuk.

Rekomendasi Pupuk

Agar tanaman Anda memiliki pertumbuhan daun dan buah yang optimal, pastikan untuk menggunakan pupuk berkualitas dengan dosis yang tepat. Salah satu rekomendasi pupuk dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) yang telah teruji mampu merangsang pertumbuhan daun dan buah adalah pupuk NPK Pelangi.

Peningkatan produktivitas pertanian dengan menggunakan pupuk NPK Pelangi telah dibuktikan melalui Program Makmur PKT untuk komoditas melon dan semangka di Desa Sebuntal Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Produktivitas dua komoditas hortikultura tersebut mampu mencapai 120 persen per hektare untuk satu kali masa panen. Keberhasilan itu ditandai dengan panen raya oleh jajaran Direksi dan Manajemen PKT bersama Pemerintah Kecamatan Marangkayu dan stakeholder terkait pada 26 Oktober 2021 lalu.

Pemilik lahan binaan Program Makmur Pupuk Kaltim Rudi Prambudi mengungkapkan penggunaan pupuk NPK Pelangi 16-16-16 dan pupuk hayati Ecofert mampu meningkatkan produktivitas melon dan semangka hingga 40-50 ton per hektare di atas lahan garapan seluas 5 hektare, dari sebelumnya hanya 30 ton per hektare.

Peningkatan hasil produksi juga terjadi pada program demplot PKT untuk komoditas tomat jenis Servo F1 yang dibudidaya Kelompok Tani Agro Lestari Kelurahan Bontang Lestari Kota Bontang di atas lahan seluas 3/4 hektare. Memasuki panen kelima, produktivitas mampu mencapai 1 ton tomat, dengan rata-rata 1,2 kg per batang. Jumlah tersebut di luar hasil 2,1 ton pada empat kali panen sebelumnya. Terjadi peningkatan sekitar 40% lebih tinggi dari sebelum menggunakan NPK Pelangi. Meski harga lebih tinggi dari pupuk subsidi, pemakaian NPK Pelangi jauh lebih hemat dan hasil pun meningkat signifikan.

Pupuk NPK Pelangi sangat direkomendasikan untuk semua jenis tanaman pangan, hortikultura dan tanaman perkebunan. Pupuk ini dibuat dengan teknik pencampuran secara fisik menggunakan bahan baku berkualitas.

Adapun kandungan Pupuk NPK Pelangi (blending), sebagai berikut:

  • Urea granul sebagai sumber nitrogen.
  • DAP (Diammonium Phospate) granul sebagai sumber nitrogen dan fosfor.
  • KCL granul sebagai sumber kalium.
  • Filler MgO granul sebagai sumber magnesium dan oksigen.
  • Filler P granul sebagai sumber fosfor.
  • TE (Trace Element) granul sebagai sumber B2O3 (boron trioksida), CuO (tembaga II oksida/kupri oksida), ZnO (seng oksida), S (sulfur).

Penggunaan NPK Pelangi memberikan banyak manfaat bagi tanaman. Kandungan nitrogen (P) pada pupuk NPK Pelangi berguna untuk menjadikan tanaman lebih hijau; sebagai penyusun protein, klorofil dan berperan dalam proses fotosintesis; merangsang pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif, seperti daun, batang, dan akar; serta mempercepat pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, kandungan fosfor (P) pada pupuk NPK Pelangi berfungsi untuk memperkuat akar dan tunas; mempercepat pembentukan bunga dan pematangan buah/biji, sehingga mempercepat masa panen; memperbesar persentase terbentuknya bunga menjadi buah; menyusun dan menstabilkan dinding sel, sehingga menambah daya tahan tanaman terhadap serangan hama penyakit.

Sedangkan kandungan kalium berfungsi sebagai aktivator enzim, sekitar 80 jenis enzim yang aktivasinya memerlukan unsur K; membantu penyerapan air dan unsur hara dari tanah oleh tanaman; membantu transportasi hasil asimilasi dari daun ke jaringan tanaman; serta memperkuat daya tahan (resistensi) tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Keunggulan NPK Pelangi di antaranya melepaskan unsur hara sesuai karakteristik atau sifat asli bahan baku, karena urea granul merupakan slow release nitrogen fertilizer yang lebih efisien diserap tanaman; mudah saat aplikasi sehingga pemupukan lebih efektif dan efisien. Selain itu komposisi NPK produksi PKT dapat dibuat sesuai dengan permintaan.

Cara Pemupukan yang Benar

Selain penggunaan pupuk yang berkualitas, cara pemupukan juga menjadi faktor penting keberhasilan usaha pertanian. Untuk hasil maksimal, tata cara pemupukan harus dilakukan dengan prinsip 5 Tepat, yaitu Tepat Jenis, Tepat Dosis, Tepat Waktu, Tepat Tempat, dan Tepat Cara.

Tepat jenis, yaitu pada saat pemupukan haruslah tepat dalam menentukan jenis pupuk apa yang dibutuhkan oleh tanaman. Jika pupuk yang digunakan salah, tanaman tidak akan tumbuh optimal bahkan bisa menyebabkan gagal panen.

Tepat dosis, yaitu pada saat pemupukan dosis yang diberikan harus tepat atau sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tepat dosis dimaksudkan agar dosis yang diberikan kepada tanaman tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit. Jika pemberian pupuk sedikit tanaman masih kekurangan unsur yang dibutuhkan, jika terlalu banyak bisa menjadi racun bagi tanaman.

Tepat waktu, yaitu pemberian pupuk yang baik dan benar hendaknya disesuaikan kapan tanaman tersebut membutuhkan asupan lebih unsur hara atau pada waktu yang tepat. Hal ini agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Tepat tempat, yaitu pada saat pemupukan harus memperhatikan tempat atau lokasi tanaman sehingga dapat mengaplikasikan pemupukan secara tepat. Misal lokasi pemupukan berada pada ketinggian dan kecepatan angin besar, maka tidak disarankan menggunakan pupuk yang berbentuk cair dan disemprotkan. Pemupukan juga memperhatikan cara peletakan pupuk pada tanaman. Hal ini mempengaruhi hasil penyerapan tanaman akan asupan pupuk.

Tepat cara, yaitu pemupukan harus dilakukan dengan cara yang benar. Cara pemberian pupuk yang salah akan membuat pupuk terbuang sia-sia ataupun tercuci oleh air sehingga tidak dapat diserap atau ditangkap langsung oleh tanaman. Untuk itu cara pemupukan harus benar dan tepat sasaran.

Penulis: Eva