cara mudah bercocok tanam

Lazy Gardening, Konsep Bercocok Tanam Ala Rara Sekar yang Cocok untuk Kaum Rebahan

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Selama masa pandemi, bercocok tanam atau berkebun menjadi salah satu alternatif kegiatan yang dapat dilakukan banyak orang untuk menghabiskan waktu di rumah. Tak terkecuali para public figure.

Rara Sekar misalnya, seorang musikus, aktivis, dan juga kakak kandung dari penyanyi Isyana Sarasvati ini ternyata juga memiliki hobi berkebun. Rara Sekar bersama suaminya Ben Laksana telah memulai aktivitas berkebun sejak mereka masih berada di Selandia Baru ketika Rara melanjutkan pendidikan S2 di Victoria University of Wellington dengan jurusan Cultural Anthropology pada 2016.

Di Selandia Baru siapa saja bisa melakukan aktivitas berkebun. Baik dari kalangan pendidik, pekerja, maupun chef. Bahkan bagi mereka yang tidak memiliki lahan akan disediakan lahan untuk disewa sehingga bisa digunakan untuk berkebun.

Rara dan Ben mulai berkebun dengan memanfaatkan lahan yang ada di kontrakan mereka di Selandia Baru. Awalnya, mereka memulai dengan home garden. Mulai dari membuat bedeng dengan alat seadanya, menanam benih, memupuk, merawat hingga memanen hasil kebun sendiri.

Setelah pulang ke Indonesia hobi ini dilanjutkan dengan membuat home garden di rumah sendiri. Kegiatan berkebun dua pasangan muda ini seringkali dibagikan dalam bentuk foto dan video yang diunggah di media sosial mereka.  

Lazy Gardening sebagai Konsep Bercocok Tanam

Berkebun tak selalu identik dengan kerja capek. Bagi kaum mageran, kamu bisa mengadopsi cara Rara Sekar dan suaminya berkebun di rumah. 

sumber foto: Instagram @rarasekar

Kedua pasangan muda ini mengusung konsep Lazy gardening karena dianggap cocok bagi mereka yang juga memiliki kegiatan lain selain berkebun. Lazy Gardening hanya mengharuskan pemilik kebun repot di awal-awal minggu saja, seperti menyiapkan bedeng tanaman, menyemai bibit, melakukan trimming, dan penyiraman tanaman. Setelahnya, kamu hanya mengandalkan keadaan alam. Dengan konsep lazy gardening ini, Rara dan Ben merasa tidak perlu menyiram tanaman setiap waktu.

Meskipun menganut konsep Lazy Gardening, kamu tetap harus memperhatikan kebun dengan teliti. Rara dan Ben biasanya mempelajari seluk beluk kebun, bahkan mereka juga menyempatkan waktu untuk berbincang dengan para petani.

Kebun dengan konsep Lazy Gardening milik Rara dan Ben didominasi dengan tanaman yang bisa mereka konsumsi sehari hari. Ini memang menjadi tujuan Rara berkebun di rumah. Adapun tanaman di kebun Rara, di antaranya bayam, kangkung, terong cabai, dan masih banyak lagi. Mereka juga terlihat sempat memanen semangka.

Di kebunnya, Rara memilih menggunakan produk-produk organik untuk tanaman, menyuburkan dan memperbaiki unsur hara tanah pada tanah di kebunnya, Rara menggunakan kompos organik hasil dari penumpukan sampah- sampah organik yang ada di rumah mereka. Hal ini juga dilakukannya di lingkungan di sekitar rumahnya. Di mana tetangga- tetangga mereka pun bisa melakukan dan mengambil kompos organik tersebut. 

Tapi, jika kamu tidak begitu paham cara pengomposan, ada banyak cara yang tetap bisa kamu lakukan untuk kebun dengan konsep lazy gardening ini. Kamu bisa menggunakan produk-produk pupuk yang sudah banyak disediakan di pasaran.

Misalnya saja produk-produk dari Pupuk Kaltim, salah satu produsen pupuk di Indonesia yang kualitas pupuknya sudah banyak dibuktikan. Salah satu produk Pupuk Kaltim yang bisa kamu manfaatkan adalah pupuk Ecofert. Pupuk ini merupakan jenis pupuk hayati yang diperkaya dengan mikroorganisme unggulan yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah. Pupuk ini juga dapat meningkatkan unsur N dan P pada tanah. Sehingga dapat membantu mempercepat pertumbuhan tanaman, dan meningkatkan penyerapan unsur hara pada tanah. 

Menjadikan Berkebun Sebagai Bentuk Relasi

Berkebun bagi Rara dan Ben tidak hanya sekadar nyaman, merawat, dan memanen tanaman saja. Banyak hal yang mereka dapatkan dari aktivitas berkebun, seperti, mereka dapat membangun relasi dengan cara berkebun.

sumber foto: Instagram @rarasekar

Rara pernah memiliki pengalaman di mana saat ia melakukan bimbingan dengan dosennya, dosen tersebut memberikannya hasil panen dari kebunnya. Di sini Rara menyadari bahwa bertukar hasil panen kebun bisa menjadikan suatu komunikasi atau hubungan lebih cair dan hangat.

Dari berkebun Rara dan Ben juga menyadari adanya interaksi antara diri mereka dengan alam. Berkebun bagi keduanya merupakan salah satu aktivitas yang meditatif bagi mereka berdua.

Mereka dapat berinteraksi dengan tetangga di sekitar rumah dengan cara membagikan hasil panen. Rara dan Ben merasa bahwa berkebun bukan hanya sebuah proses menanam dan memanen. Mereka merasa berkebun adalah sebuah siklus di mana ada kematian dan kehidupan. Dari berkebun juga Rara dan Ben menemukan filosofi dan makna kehidupan.