Mengenal Green Hydrogen

Mengenal Green Hydrogen dan Komitmen Industri Pupuk Terapkan ESG

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

PT PUPUK Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) yang berlokasi di Bontang, Kalimantan Timur, merupakan salah satu anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) yang memproduksi pupuk urea, pupuk amonia, dan pupuk NPK. Pupuk Kaltim memiliki sejumlah pabrik, di antaranya lima pabrik pupuk urea dengan jumlah produksi 3,4 juta ton per tahun, lima pabrik ammonia dengan jumlah produksi 2,7 juta ton per tahun, dan pabrik NPK dengan jumlah produksi 350 ribu ton per tahun.

Sepanjang pertumbuhannya, perusahaan ini sudah menerapkan berbagai strategi dan inovasi green company secara konsisten dengan menerapkan PKT Management System yang merupakan sistem manajemen terintegrasi dan terdiri dari 11 sistem manajemen, termasuk Sistem Manajemen Lingkungan (ISO 14001:2015) dan Sistem Manajemen Energi (ISO 50001:2011). Pupuk Kaltim juga secara konsisten menerapkan green purchasing, green office (kantor dan pabrik), serta sebagai pelabuhan pertama di Indonesia yang mendapat penghargaan green port dari Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI pada 2018. 

Direktur Operasi dan Produksi Pupuk Kaltim Hanggara Patrianta menjelaskan langkah-langkah konkret yang sudah dilakukan Pupuk Kaltim sepanjang 2019 terkait lingkungan hidup. Pertama, menghemat energi sampai 6 juta GJ dari 18 program. Kedua, mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca sebanyak 707 ribu lebih ton CO2 ekuivalen dari 23 program, dan mengurangi Emisi Gas Konvensional sebanyak 873 ton dari satu program. Ketiga, mengurangi Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) sebanyak 211,73 ton dari delapan program. Terbaru, PT Pupuk Kalimantan Timur menerapkan praktik environment, social, governance (ESG) atau prinsip keberlanjutan usaha dengan memerhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik dalam proses produksi salah satunya dengan kontribusi pengurangan lapisan ozon. 

Hanggara Patrianta menerangkan Pupuk Kaltim secara bertahap telah mengurangi penggunaan refrigerant yang mengandung bahan perusak ozon pada air conditioner (AC) dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan perusahaan. Perlindungan lapisan ozon menjadi salah satu perhatian Pupuk Kaltim dengan sejumlah kiat yang dilaksanakan untuk menjaga dan meningkatkan kontribusi dalam mengurangi penipisan ozon. Bahkan turut berkontribusi mengurangi penggunaan bahan yang mengandung Ozone Depleting Substance (ODS), sebagai bentuk kesadaran perusahaan dalam menjaga bumi dan lapisan ozon secara berkesinambungan.

Lebih lanjut Hanggara mengatakan seluruh unit APAR telah diganti menggunakan bahan ramah lingkungan. Selain itu refrigerant yang digunakan Pupuk Kaltim di area pabrik, perkantoran maupun perumahan dinas karyawan, kini 100 persen tidak mengandung ODS. Pupuk Kaltim juga melakukan perawatan rutin seluruh AC maupun APAR setiap tahun. 

Unit yang sudah tidak layak pakai diganti dengan unit yang menggunakan bahan yang ramah lingkungan serta tidak mengandung ODS. Ditambah dengan melakukan berbagai upaya pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Pada 2020 terdapat 31 program mitigasi emisi gas rumah kaca dengan total nilai pengurangan emisi sebesar 758.234,58 ton CO2 equivalen.

Nilai ini didapatkan dari program efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan pengelolaan limbah. Pupuk Kaltim juga mengimbau karyawan Perusahaan untuk menekan penggunaan bahan yang mengandung ODS dan beralih pada bahan ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, seperti bahan pelarut, lemari es sampai pengharum ruangan. 

PI dan Pertamina Kembangkan Green Hydrogen

Sejumlah perusahaan pelat merah menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Dekarbonisasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).  Dengan penandatanganan kerja sama tersebut, diharapkan target pemerintah dalam mengejar Net Zero Emission (NZE) pada 2060 akan tercapai.

PT Pupuk Indonesia (Persero) menyambut positif kerja sama dengan Pertamina dan PLN mewujudkan green industry cluster melalui penyediaan energi dalam pengembangan green hydrogen dan green ammonia. Bakir Pasaman, Direktur Utama Pupuk Indonesia mengatakan sinergi ini akan mengintegrasikan upaya BUMN dalam melakukan dekarbonisasi secara lebih terintegrasi.

“Apa pun rencana industri hijau pasti akan melibatkan Pupuk Indonesia karena harus melalui green ammonia dan blue ammonia,” ucap Bakir saat penandatanganan nota kesepahaman dengan PLN dan Pertamina terkait sinergi BUMN untuk mewujudkan green industry cluster melalui penyediaan energi dalam pengembangan green hydrogen dan green ammonia, yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (23/02/2022).

Bakir menjelaskan amonia merupakan bahan baku utama untuk memproduksi pupuk. Sedangkan green ammonia dan blue ammonia merupakan amonia yang diproses dan dihasilkan dari sumber energi yang terbarukan. Kata Bakir, amonia jenis ini memiliki kandungan karbon rendah sehingga lebih ramah lingkungan dan dapat menjadi bahan baku pupuk di masa yang akan datang. 

Menurutnya, produksi blue ammonia menggunakan blue hydrogen yang berasal dari sumber energi fosil. Bakir menyampaikan karbon yang terbentuk dari proses produksi blue ammonia yaitu CO2 harus diinjeksikan kembali ke dalam perut bumi, dan terkait hal ini dikenal sebagai Carbon Capture Utility Storage (CCUS) Technology.

Menurut Bakir, jika CO2 dapat diinjeksikan ke dalam reservoir minyak ataupun gas yang sudah tidak digunakan di lokasi berdekatan dengan pabrik pupuk, akan menjadi lebih efisien. Sedangkan green ammonia, dapat diproduksi dengan menggunakan green hydrogen yang berasal dari sumber energi bersih seperti energi panas bumi. 

“Kami sebelumnya sudah MoU dengan PT Pertamina Power Indonesia untuk membangun green dan blue ammonia. Hari ini dipayungi supaya lebih besar lagi dengan MoU bersama Pertamina dan PLN,” ucap Bakir. 

PKT Optimistis Jamin Keberlanjutan Perusahaan Melalui Prinsip ESG

Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rahmad Pribadi optimistis pihaknya menjamin keberlanjutan perusahaan melalui prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance).

“Saat ini PKT telah memiliki roadmap ESG yang berfokus pada pilar keberlanjutan dengan mengusung nilai pertanian, sirkuler ekonomi, pemberdayaan dan governance,” ujar Rahmad, Jumat (25/3/2022).

Melalui roadmap tersebut, kata Rahmad, perusahaan optimistis dapat menciptakan nilai tambah yang signifikan dan berkesinambungan antara perusahaan, lingkungan, dan masyarakat.

PKT juga akan terus fokus pada penerapan konsep CSV (Creating Shared Value) dalam pemberdayaan masyarakat Bontang dan Indonesia Timur. 

“Melalui growth strategy dan roadmap ESG yang solid, serta didukung oleh capaian kinerja positif perusahaan dan kapasitas perusahaan dalam hal produksi, kami optimistis dapat menjamin keberlanjutan perusahaan dan mampu mendominasi pasar Asia Pasifik pada 5 tahun ke depan. Selain itu, ke depannya PKT juga akan terus memaksimalkan peran strategisnya mengingat peran vital pelaku industri pupuk bagi ketahanan pangan dan katalisator ekonomi,” tutup Rahmad.

Penulis: Tyo