Kisah sukses petani milenial

Mengintip Pengalaman Petani Milenial Papua Barat yang Sukses Memanfaatkan Kulit Kayu Akway

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Kayu Akway adalah salah satu tanaman perdu yang ada di hutan- hutan primer dan sekunder dengan tinggi tanaman 1-4 meter, daun berbentuk lonjong dan bagian tepi daun agak licin. Di Indonesia, kayu akway hanya terdapat di daerah Papua Barat, yaitu di daerah perbukitan Manokwari. Kayu Akway sangat banyak dimanfaatkan oleh masyarakat Papua baik dari daun, batang, dan kayunya.

Berdasarkan hasil uji coba secara fitokimia dari ekstrak daun kulit batang dan akar pohon akway terdapat senyawa afrodisiak, seperti saponin, alkaloid, dan steroid. Masyarakat papua sering memanfaatkan kayu akway sebagai penambah stamina.

Penggunaan kayu akway oleh masyarakat papua adalah dengan dikikis dan diseduh dengan air hangat. Kayu akway juga dapat digigit selama perjalanan jauh agar dapat menjaga stamina. Selain itu kayu akway juga bermanfaat untuk meningkatkan kejantanan pria, meningkatkan kesuburan pria, mengatasi nyeri haid, mengatur kehamilan, menjaga stamina tubuh, mengurangi nyeri sendi serta mengatasi penyakit kulit.

Peran Petani Milenial dalam Memanfaatkan Potensi Papua Barat

Melihat potensi daerahnya yang kaya akan kayu akway, Malahayati seorang Petani Milenial tamatan Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari ini berusaha untuk mengolah kayu akway menjadi minuman herbal yang berkhasiat untuk menjaga daya tahan tubuh. Malahayati merupakan seorang petani milenial yang lulus dari program Penumbuhan Wirausaha Muda Petani (PWMP) di daerah Manokwari Papua Barat. Malahayati juga dikukuhkan sebagai Duta Petani Milenial (DPM) Kementan. 

Malahayati, Petani milenial asal Papua Barat. (Foto:Dok.Kementerian Pertanian RI)

Saat ini Malahayati bersama kelompok PWMP Manokwari sedang mengembangkan minuman isotonik dari kayu akway. Untuk produk isotonik ini sudah berhasil mendapatkan surat keterangan hak produk dari Kemenkumham melalui dirjen KI. NPP. saat ini mereka sedang mengusahakan izin legalitas dari BPOM, legalitas halal dan lain sebagainya.

Untuk pemasarannya, saat ini minuman isotonik kayu akway masih berada di taraf nasional, seperti Papua Barat dan Manado, dan mereka juga memiliki reseller di daerah Jawa Barat. Ke depannya Malahayati dan rekan- rekannya menginginkan minuman isotonik mereka bisa mencapai kanca internasional. 

Minuman isotonik kayu akway ini sudah mendapatkan penghargaan dalam he 1’st Millennial Indonesian Agropreneurs (MIA) expo di tahun 2019 dan The 2’nd MIA Expo di tahun 2021. Meski produk yang dihasilkan masih terbatas.

Selain ingin menghadirkan produk lokal yang berkualitas, Mala dan rekan- rekannya juga memiliki keinginan untuk mensejahterakan petani lokal dengan mengandalkan hasil hutan lokal yaitu kayu akway. Selain mengolah kayu akway, Mala dan rekan- rekannya di PWMP juga bergerak di on farm dengan membudidayakan sayuran hidroponik seperti selada dan pakcoy.

Budidaya hidroponik ini sudah dilakukannya sejak tahun 2018 sebagai upaya untuk menghadirkan smart farming di tengah masyarakat Manokwari. Pemasarannya sendiri masih untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat Manokwari. Selanjutnya Mala ingin menjadi salah satu pengisi sayuran di supermarket dengan terus meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi. 

Dorongan Kementerian Pertanian bagi Petani Milenial

Kesuksesan yang diperoleh oleh Malahayati tentu tak lepas dari dukungan dan dorongan dari pemerintah khususnya Kementerian Pertanian (Kementan). Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan penguatan peran petani milenial di seluruh Indonesia dimaksudkan untuk untuk mengkoordinasikan informasi dan program- program pembangunan di setiap kabupaten dengan cepat. 

Oleh sebab itu dipilihlah Duta Petani Milenial (DPM) dan Duta Petani Andalan (DPA). pemilihan DPM dan DPA ini bertujuan dapat mempercepat resonansi dan penguatan petani milenial. Serta mendorong regenerasi petani milenial yang adaptif terhadap teknologi, mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian yang terstandarisasi, modern dan mudah dipasarkan. 

Indonesia saat ini memiliki bonus demografi di mana usia produktif sangat dominan. Oleh sebab itu, kepala BPPSDMP melihat peluang keterlibatan generasi muda pada sektor pertanian sangat besar. Kementan telah mengukuhkan sekitar 2.000 DPM dan DPA di seluruh Indonesia.

Hal ini bermaksud dapat meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian. Malahayati dan rekan- rekannya menjadi contoh bahwa mereka menjadi perpanjangan tangan dari Kementan dalam meresonansi pertumbuhan petani millennial secara masif. Peran mereka dioptimalkan untuk memacu sektor pertanian menjadi maju lebih pesat. 

Penulis: Fitri