Cara memanen rambutan yang benar

Musim Rambutan dan Cara Memanen yang Benar

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Indonesia sebagai daerah beriklim tropis menjadikannya memiliki berbagai jenis buah. Buah yang ada di Indonesia sangat beragam, dan biasanya memiliki musimnya tersendiri. Rambutan adalah salah satu buah di Indonesia yang hanya dapat dijumpai pada musim rambutan. Musim rambutan di Indonesia akan terjadi pada saat pergantian musim yaitu berkisar pada bulan November- Februari. 

Buah rambutan sangat berpengaruh pada pergantian musim. Curah hujan sangat berpengaruh terhadap kualitas rambutan. apabila pada tahun tertentu iklim mengalami curah hujan yang tinggi namun musim kemarau yang tidak normal, maka kualitas rambutan akan menurun. Bila masa kering pada musim kemarau jarang terjadi, maka rangsangan pada bunga tidak akan terjadi, sehingga kualitas rambutan akan menurun, hal ini juga mengakibatkan pada tahun- tahun dengan iklim kemarau basah ini rambutan tidak musim.

Jenis- jenis Rambutan

Rambutan yang ada di Indonesia memiliki beberapa jenis, tergantung dari daerah tumbuhnya. Menurut Kementerian Pertanian Indonesia, rambutan memiliki 12 jenis, yaitu :

  • Rambutan Binjai

Rambutan Binjai merupakan salah satu jenis rambutan yang sangat terkenal. Memiliki cita rasa manis, buah yang berukuran sedang, tidak lengket di kulit, dan daging yang cukup tebal, berbentuk bulat dan sedikit lonjong. Buah rambutan binjai biasanya hidup di daerah sumatera seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau. 

  • Rambutan Cimacan

Rambutan jenis ini berasal dari daerah Cianjur Jawa Barat. Memiliki tekstur daging yang lembut saat dikunyah. Rambutan jenis ini juga memiliki kulit buah yang tipis dan rambut yang lebih sedikit.

  • Rambutan Lebak Bulus

Rambutan jenis ini sering kali dicari oleh masyarakat karena kadar airnya yang tinggi. Cita rasa rambutan jenis ini adalah sedikit asam dan menyegarkan dan cocok untuk melepas dahaga. Rambutan ini berasal dari daerah Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

  • Rambutan Si Bongkok

Rambutan yang berasal dari Kalimantan Selatan ini memiliki ukuran buah yang cukup besar dari rambutan jenis lainnya. Jika sudah tua dan matang, rambutan ini memiliki warna merah tua kecoklatan dengan bentuk lonjong dan rambut yang halus. Buah rambutan si bongkok ini memiliki warna putih bening dan tekstur agak kering dengan daging yang mudah lepas dari bijinya.

  • Rambutan si Nyonya

Rambutan ini memiliki warna merah menyala dengan rambut yang cukup tebal. Rasa dari rambutan si Nyonya terbilang agak masam, namun menyegarkan. 

  • Rambutan si Batuk Ganal

Rambutan ini berasal dari daerah Sungai Andai Kalimantan Selatan. Memiliki ukuran besar, cita rasa manis, kadar air banyak dan warnanya yang merah kekuningan.

  • Rambutan Antalagi

Berasal dari daerah yang sama dengan rambutan si Batuk Ganal, buah ini memiliki cita rasa manis dan aroma wangi. Rambutan ini memiliki bentuk bulat memanjang dengan sedikit pipih.

  • Rambutan Rapiah

Rambutan jenis ini adalah salah satu rambutan yang digemari oleh masyarakat Indonesia. Memiliki cita rasa manis, ukuran yang tidak begitu besar, memiliki perpaduan warna merah, kuning dan hijau.

  • Rambutan Narmada

Berasal dari Nusa Tenggara Barat Lombok, rambutan ini memiliki tekstur yang cenderung kenyal tidak lembek, memiliki cita rasa sangat manis dengan warna kuning dan merah. 

  • Rambutan Garuda

Rambutan jenis ini juga berasal dari daerah Sungai Andai Kalimantan Selatan. Memiliki cita rasa yang sangat manis dengan daging buah yang cukup tebal dan juga memiliki sedikit rasa gurih yang tidak dapat ditemukan pada jenis rambutan lain.

  • Rambutan Kapulasan

Rambutan yang memiliki ciri khas dari rambutnya yang sangat pendek dan tebal. Berwarna merah kecoklatan.

  • Rambutan Brahrang

Rambutan ini berasal dari daerah Langkat, Sumatera Utara. Memiliki ukuran buah yang lebih panjang, rasa yang sangat manis dengan warna kulit agak kekuningan.

Jika musim rambutan telah tiba, banyak masyarakat yang membeli meski dengan harga mahal. Harga satu kilo rambutan berkisar antara Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-. Namun jika panen buah rambutan melimpah harga rambutan pun bisa menjadi Rp. 5.000,- perkilonya. Tergantung dari jenis ketersediaan barangnya.

Tips Memanen Rambutan

Ketika rambutan sudah siap panen ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika akan memanen agar buah rambutan memiliki mutu yang baik. Tips pertama adalah pastikan memanen rambutan pada waktu yang tepat. Waktu atau saat yang tepat untuk memanen rambutan adalah ketika buah sudah matang sempurna atau yang biasa disebut matang pohon. Jangan memanen rambutan yang masih setengah matang, karena rambutan tidak akan bertambah matang setelah dipetik. Selanjutnya adalah cara yang tepat dalam memanen. Cara yang tepat dalam memanen rambutan adalah memanjat pohon, memetik buah yang sudah matang dengan menyertakan tangkainya. 

Jangan memanen rambutan dengan cara meluruh dan menggoyang- goyangkan pohon dan dahan, karena ini akan merusak buah lainnya. Petiklah rambutan yang sudah matang sempurna saja. Penyertaan tangkai dalam memetik buah agar menjadikan bagian dahan yang terpotong akan bertunas kembali. Apabila bagian buah jauh, maka dapat menggunakan alat berupa gala yang sudah diberi cabang agar dapat memutus ranting dan tangkai pohon.

Penanganan Rambutan Pasca Panen

Setelah buah rambutan di petik, penanganannya haruslah baik agar buah rambutan tetap memiliki kualitas yang baik. Ada teknik yang digunakan agar rambutan tetap dapat tumbuh dengan kualitas baik.

Pertama yang harus dilakukan adalah menyortir buah rambutan berdasarkan ukurannya. Kemudian sortir buah berdasarkan tingkat kematangan yang sama, dan kualitas yang baik. Dengan demikian harga jual rambutan juga bisa tinggi. Lalu dalam melakukan pengepakan dengan cara diikat berdasarkan sotirannya.

Penulis: Fitri