Free cookie consent management tool by TermsFeedPeningkatan Dosis Pemupukan Tak Selalu Meningkatkan Produktivitas, Kok Bisa? - Demfarm
logo-demfarm

Peningkatan Dosis Pemupukan Tak Selalu Meningkatkan Produktivitas, Kok Bisa?

·
<p>Manfaat pemupukan</p>

Manfaat pemupukan

(Istimewa)

Pupuk merupakan salah satu unsur penting yang berperan dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Meski begitu peningkatan dosis pupuk tidak selalu meningkatkan hasil tanaman. Mengapa demikian?

Pengaruh pemupukan sangat dipengaruhi oleh status hara tanah, kemasaman tanah, sifat fisik dan biologi tanah, serta jenis tanaman dan varietas. Efek pemupukan pada tanah sangat spesifik dan berbeda di setiap lokasi. Oleh karena itu, perlu adanya analisis tanah untuk memberikan rekomendasi pemupukan sesuai dengan status hara tanah dan kebutuhan tanaman.

Peningkatan dosis pemupukan yang tidak tepat, justru dapat mengakibatkan terjadinya pemborosan pupuk, pendapatan petani menurun, menghambat kematangan tanaman (terlalu banyak pertumbuhan vegetatif), batang-batang lemah dan mudah roboh, mengurangi daya tahan terhadap penyakit, tanaman mudah terserang penyakit seperti blast, sheath blight (hawar pelepah), dan bercak daun.

Kementan melalui Badan Litbang Pertanian menjawab tantangan dan permasalahan tersebut melalui pemanfaatan teknologi pertanian dengan menerapkan penggunaan pupuk berimbang spesifikasi lokal.

Kepala Balai Penelitian Tanah, Kementerian Pertanian, Ladiyani Retno Widowati, menjelaskan pemupukan berimbang memiliki beberapa manfaat, antara lain dapat meningkatkan produksi dan mutu hasil, meningkatkan efisiensi pemupukan. Kemudian meningkatkan kesuburan tanah serta dapat menghindari pencemaran lingkungan.

“Penggunaan pupuk berimbang dilakukan dengan pemberian pupuk ke dalam tanah untuk mencapai status semua hara esensial seimbang dan optimum dalam tanah,” jelas Ladiyani saat memberikan materi dalam Webinar Forwatan 2021 yang bertajuk Peningkatan Produksi Pertanian Dengan Pemupukan Berimbang, Selasa, 11 Maret 2021 lalu.

Selain itu, Kementerian Pertanian juga telah meluncurkan aplikasi Pemupukan Hara Spesifik Lokasi (PHSL) yang ditujukan kepada penyuluh sebagai pedoman pemupukan yang tepat sesuai kondisi tanah.

PHSL adalah aplikasi internet melalui website IRRI https://webapps.irri.org/nm/id dan ponsel pintar yang ditujukan bagi para penyuluh pertanian lapangan dan petani sebagai pedoman dalam menentukan takaran/dosis pupuk dan waktu pemberian pupuk untuk padi di lahan sawah.

PHSL merupakan suatu aplikasi dan pengelolaan hara secara dinamis disesuaikan dengan kebutuhan tanaman menurut lokasi dan musim serta bertujuan untuk meningkatkan keuntungan petani melalui peningkatan hasil padi per unit pupuk yang digunakan, hasil padi yang lebih tinggi, dan berkurangnya kerusakan oleh hama dan penyakit.

PHSL juga dapat menjadi acuan bagi pemerintah provinsi dan kabupaten  serta pemangku kepentingan lainnya guna merekomendasikan teknologi pemupukan spesifik lokasi untuk tanaman padi sawah sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas padi dan dapat memberikan sumbangan kepada Kementerian Pertanian  terhadap penyediaan pangan nasional.

Kenali Kondisi Tanah untuk Bertani

Sebelum melakukan usaha tani, penting bagi petani untuk mengenali kondisi tanah yang akan digarap. Sebab kondisi tanah merupakan salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan tanaman. Bagi tanaman, tanah berfungsi sebagai:

  • Tempat tumbuhnya tanaman.
  • Tempat persediaan udara bagi pernafasan akar tanaman dan kehidupan mikroorganisme.
  • Tempat persediaan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman, baik berupa zat organik maupun anorganik.
  • Tempat persediaan air untuk melarutkan unsur hara agar bisa diserap tanaman

Berdasarkan fungsi di atas, maka tanah yang menunjang kesuburan tanaman adalah tanah yang mengandung zat organik, anorganik, air, dan udara dalam keadaan cukup dan tersedia sesuai dengan pertumbuhan tanaman.

Zat organik merupakan zat yang terbentuk dari hasil pelapukan atau pembusukan sisa-sisa tanaman dan hewan. Biasanya zat organik terdapat pada lapisan tanah paling atas (top soil) hingga kedalaman kurang lebih 15 cm dan berwarna kehitaman. 

Sedangkan zat anorganik ialah zat yang berasal dari hancuran bebatuan dan mineral, biasanya tersebar pada lapisan tanah bawah pada kedalaman lebih dari 15 cm.

Tanah dikatakan subur apabila mengandung bahan-bahan tersebut dengan komposisi 45% bahan organik, 5% zat anorganik, 25% air dan 25% udara.

Selain dipengaruhi oleh kandungan unsur dalam tanah, pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh struktur tanah atau gumpalan partikel-partikel penyusun tanah.

Berdasarkan strukturnya, tanah digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:

  • Tanah gembur, merupakan jenis tanah yang paling baik bagi tanaman karena memiliki rongga-rongga yang cukup untuk menyimpan unsur hara, air dan udara serta sesuai bagi kehidupan mikroorganisme.
  • Tanah liat, tidak sesuai bagi tanaman karena partikel-partikel tanah terlalu rapat sehingga sirkulasi air dan udara tidak berlangsung lancar dan perakaran tanaman juga sulit menembusnya.
  • Tanah pasir, juga kurang baik bagi tanaman karena partikel-partikel tanah terlalu berongga sehingga sulit untuk menyimpan air dan unsur hara.

Kesuburan tanah dari tahun ke tahun selalu berubah. Kesuburan tanah juga dapat berkurang, bahkan hilang  jika tidak dipelihara dengan baik. Beberapa faktor penyebab turunnya kesuburan tanah adalah:

  • Tanah ditanami terus-menerus, sehingga banyak unsur hara yang diserap tanaman dan terangkut saat panen.
  • Tanah digunakan untuk menggembala ternak secara terus-menerus, sehingga tanah yang terinjak-injak menjadi padat dan rerumputan tidak tumbuh lagi.
  • Adanya bencana alam seperti banjir, erosi, tanah longsor, dan gunung meletus, sehingga menyebabkan pengikisan atau hilangnya lapisan top soil.
  • Musim kemarau yang panjang, sehingga menyebabkan tumbuhan dan beberapa organisme tidak dapat hidup, akibatnya tanah tidak menerima bahan organik yang cukup.
  • Pencemaran lingkungan, sehingga menyebabkan mikroorganisme pengurai bahan organik mengalami keracunan dan tanah tidak produktif lagi.

Untuk mengembalikan kesuburan tanah, maka perlu dilakukan berbagai upaya antara lain:

  • Pengolahan tanah secara minimal.
  • Memberi kesempatan pada tanah untuk istirahat.
  • Pemberian pupuk tambahan, terutama pupuk organik.
  • Mengadakan pergiliran tanaman.
  • Menghindari penggembalaan ternak secara terus-menerus pada lahan yang sama.
  • Mengadakan penghijauan dan reboisasi.
  • Membangun pematang, parit dan terasering.

Cari Pupuk yang Tepat dan Kaya Manfaat

Pemberian pupuk menjadi salah satu upaya yang ditempuh pelaku usaha tani untuk meningkatkan hasil pertanian. Pemilihan pupuk yang tepat dan kaya manfaat akan memberikan hasil yang optimal bagi pertumbuhan tanaman. Beberapa cara memilih pupuk yang tepat, di antaranya:

1. Pilih Pupuk Berkualitas tinggi

Pastikan membeli pupuk dengan kualitas yang baik dan tinggi. Tujuannya agar tanaman Anda tumbuh dengan baik. Cari tahu kandungan pupuk yang Anda inginkan sebelum membeli. Pastikan pupuk tersebut memiliki kandungan terbaik untuk tanaman.

2. Pilih yang Sesuai dengan Tanaman

Pastikan Anda memilih dan membeli pupuk yang tepat untuk jenis tanaman yang Anda budidayakan. Jangan salah pilih, karena hasilnya pasti akan berbeda.

3. Pilih Pupuk yang Tersertifikasi

Pilih pupuk yang telah tersertifikasi dan telah dipastikan terpercaya dan aman untuk digunakan. Legalitas ini sangat penting karena pupuk tersebut telah lolos dari pengujian oleh para ahli terpercaya.

Penulis: Eva

Topik
Artikel Terbaru