cara menggunakan pupuk NPK

Pupuk NPK: Kenali Cara Penggunaan yang Tepat dan Kandungan di Dalamnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pupuk NPK merupakan salah satu pupuk tanaman yang cukup familiar dan dikenal oleh masyarakat, khususnya para pecinta tanaman hias. Pupuk NPK sendiri merupakan jenis pupuk majemuk yang paling banyak digunakan dan mengandung beberapa jenis unsur hara makro dan mikro. 

Pupuk ini memiliki kandungan unsur hara berupa Nitrogen (N), Phosphate (P) dan Kalium (K), sehingga digabungkan menjadi NPK. Ketiga unsur dalam pupuk NPK membantu pertumbuhan tanaman, di mana nitrogen membantu pertumbuhan vegetatif, terutama daun. Sementara itu, unsur fosfor pada pupuk NPK membantu pertumbuhan akar dan tunas tanaman. Sedangkan kalium membantu pembungaan dan pembuahan. 

Ada beberapa jenis pupuk NPK yang bisa ditemukan di pasaran. Apa saja?

  1. Pupuk NPK Pelangi 16-16-16 

Jenis pupuk NPK Pelangi adalah pupuk majemuk yang memiliki banyak variasi berdasarkan permintaan serta kebutuhan tanaman. NPK Pelangi merupakan salah satu produk pupuk majemuk NPK dari Pupuk Kaltim. NPK Pelangi 16-16-16 diprioritaskan untuk segmen tanaman hortikultura, namun bisa juga diaplikasikan untuk semua jenis tanaman.   

  1. Pupuk NPK Phonska 15-15-15 

Pupuk NPK Phonska salah satu pupuk yang disubsidi oleh pemerintah sehingga harganya jauh lebih murah dan terjangkau. NPK Phonska tidak dijual bebas dan didistribusikan secara tertutup, sehingga hanya dijual ke petani yang tergabung dalam kelompok tani yang telah terdaftar. 

Komposisi kandungan hara pupuk NPK Phonska antara lain nitrogen 15 persen, fosfat 15 persen, kalium 15 persen dan sulfur 10 persen. NPK Phonska 15-15-15 berbentuk butiran atau granul berwarna merah jambu atau merah bata serta berukuran 1-4 milimeter yang bersifat higroskopis atau mudah larut, sehingga mudah diserap oleh akar tanaman. 

  1. NPK Phonska Plus 15-15-15 

Meskipun memiliki nama yang mirip, pupuk NPK Phonska Plus berbeda dengan pupuk NPK. Bentuk pupuk ini adalah butiran granul berwarna putih yang dapat larut dengan mudah di dalam air. 

  1. Pupuk NPK 30-6-8 

NPK ini merupakan salah satu produk pupuk majemuk NPK dari Pupuk Kujang dengan kandungan unsur hara nitrogen 30 persen, fosfat 6 persen dan kalium 8 persen.

  1. Pupuk NPK Mutiara 16-16-16 

Pupuk ini memiliki bentuk butiran granular berwarna biru pudar yang biasanya dikemas dalam kemasan plastik. Pupuk NPK Mutiara mengandung 5 unsur hara yakni 16 persen nitrogen, 16 persen P2 o5 atau fosfat, 16 persen K2O atau kalium, 0,5 persen MgO atau magnesium dan 6 persen CaO atau kalsium. 

Bisa dikatakan pupuk NPK Mutiara 16-16-16 adalah pupuk yang paling sering ditemukan di kalangan pengoleksi tanaman hias. Pupuk ini diketahui memiliki manfaat yang sangat baik untuk pertumbuhan tanaman dengan cepat. 

  1. NPK Pak Tani 16-16-16 

Pupuk NPK jenis ini merupakan produk dari Rusia berkualitas tinggi yang berguna meningkatkan pertumbuhan tunas, menghijaukan daun, serta hasil panen meningkat. Pupuk ini mengandung unsur hara diantaranya adalah nitrogen sebanyak 16 persen dari Nitrat Nitrogen sebanyak 6,4 persen dan Amonium Nitrogen sebanyak 9,6 persen. 

Selanjutnya terdapat kandungan phospate, sebanyak 16 persen, potassium Oxide sebanyak 16 persen, Calcium Oxide 5 persen, Magnesium Oxide 1 persen. Pupuk merek ini juga cukup sering ditemukan. 

Lalu, bagaimana cara menggunakan pupuk NPK? Ditabur atau dilarutkan? Penggunaan pupuk NPK bisa dilakukan dengan dua cara, yakni dengan ditabur atau ditanam ke tanah dan sistem kocor atau pelarutan dengan air. Dari dua cara ini, mana yang lebih baik?

Hal yang perlu diketahui adalah pupuk NPK memiliki bentuk yang padat sehingga ketika dilarutkan dengan air akan mempermudah proses penyerapan akar tanaman. Dengan penyerapan yang optimal akan membuat tanaman lebih baik untuk berkembang. Selain itu, pemupukan dengan sistem kocor dapat dilakukan kapan saja dan tidak harus menunggu musim.

Namun berbeda dengan sistem tabur, pemberiannya lebih efektif pada saat musim hujan karena untuk membantu melarutkan pupuknya atau bisa dengan cara disiram dengan air untuk proses pelarutannya. Kemudian, dari segi pengaplikasiannya, pemberian pupuk dengan sistem kocor lebih mudah dan akan lebih fokus ke tanaman yang diberikan pupuk, tidak seperti cara pemberian tabur yang akan menyebar kemana-mana.

Kelebihan lainnya adalah lebih hemat serta optimal daripada sistem tabur yang kurang merata. Selain itu, dengan pengaplikasian sistem kocor, semua akar tanaman akan menerima pupuk dengan merata sehingga akan lebih banyak pupuk yang dapat diserap oleh tanaman. Sehingga sistem kocor ini lebih baik daripada pengaplikasian dengan sistem tabur. 

Cara Melarutkan Pupuk NPK yang Tepat

Pupuk NPK merupakan pupuk yang banyak digunakan untuk menunjang kesuburan tanaman. Salah satu jenis pupuk NPK yang kerap dipakai adalah NPK Pelangi 16-16-16 produksi PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). 

Pupuk ini merupakan pupuk dengan kandungan unsur hara yang seimbang, yakni 16 persen Nitrogen, 16 persen Phospor dan 16 persen Kalium. Terkait pemberian pupuk NPK Pelangi 16-16-16 dengan cara dilarutkan, tidak sedikit orang masih ada yang merasa bingung mengenai takaran atau dosis yang sesuai. Lantas, bagaimana caranya?

Satu sendok makan pupuk NPK Pelangi 16-16-16 perlu dicairkan ke dalam 3 liter air. Jumlah yang disebutkan di atas adalah takaran yang pas untuk melarutkan atau mencairkan pupuk NPK Pelangi 16-16-16. Namun, jika Anda memiliki tanaman yang banyak dan penggunaan 3 liter air larutan pupuk NPK 16-16-16 dirasa tidak cukup, maka Anda bisa menggandakannya. Dalam arti, 2 sendok makan pupuk NPK Pelangi 16-16-16 bisa dilarutkan dengan 6 liter air, 3 sendok makan pupuk dengan 9 liter air, dan seterusnya. 

Namun, jangka waktu pemberian pupuk NPK Pelangi 16-16-16 yang dilarutkan harus dilakukan 1 minggu sekali, berbeda dengan cara pemberian pupuk secara langsung atau ditabur yang harus diberi jeda waktu 2 minggu sekali. 

Tanaman yang Cocok Diberikan Pupuk NPK

Hampir semua jenis tanaman butuh pupuk. Tetapi jenis pupuk untuk tanaman-tanaman tersebut bisa berbeda-beda. Pupuk NPK misalnya, sangat cocok digunakan berbagai jenis tanaman hias.

Tanaman hias dominan membutuhkan Nitrogen yang berperan penting dalam pembentukan klorofil daun, pertumbuhan tunas, sehingga daun sehat dan indah. Nitrogen juga merangsang pertumbuhan vegetatif, memproduksi pigmen hijau, atau klorofil yang membuat tanaman lebih hijau. Dengan pasokan Nitrogen yang cukup, pertumbuhan tanaman akan kuat.

Untuk tanaman yang berfokus pada akar dan batang, unsur hara Fosfat sangat dibutuhkan karena berperan dalam pembentukan akar yang sehat, sehingga vigor tanaman menjadi kuat, serta bisa menopang tanaman dengan baik. 

Sementara untuk tanaman hias jenis bunga, Kalium berperan penting dalam menentukan panjang malai bunga pada anggrek, jumlah kuntum bunga mawar, jumlah kelopak, tebal tipisnya, hingga kontrasitas warna. (*)