rekomendasi-tanaman-musim-kemarau

Rekomendasi Tanaman Musim Kemarau untuk Kebun Mini di Rumah

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Pertumbuhan dan perkembangan tanaman sangat ditentukan oleh unsur-unsur iklim seperti suhu udara. Suhu udara memengaruhi aktivitas kehidupan tanaman antara lain pada proses fotosintesis, respirasi, transpirasi, penyerbukan, pembuahan, dan pertumbuhan. Besar kecilnya pengaruh ini terkait dengan faktor lain, yaitu kelembapan udara, ketersediaan air, dan jenis tanaman.

Karena pentingnya pengaruh iklim terhadap perkembangan tanaman, dalam bidang pertanian terdapat istilah musim tanam, yaitu waktu tertentu berdasarkan kondisi iklim yang dijadikan sebagai tahap permulaan menanam komoditas pangan.

Musim tanam di Indonesia dibagi menjadi tiga dalam satu tahunnya, yakni musim tanam utama, musim tanam gadu, dan musim tanam kemarau.

Musim tanam kerap mengalami perubahan, untuk membantu petani dalam menentukan waktu tanam yang tepat, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitklimat) secara reguler telah membuat prediksi tanam komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale) berdasarkan prediksi curah hujan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Prediksi yang diunggah melalui Sistem Informasi Kalender Tanam terpadu tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko gagal panen karena kekeringan, kebanjiran, maupun potensi kerusakan karena Organisme Pengganggu Tanaman (OPT).

Tanaman Memiliki Cuaca Idealnya Masing-Masing untuk Tumbuh

Secara umum, musim di Indonesia dibagi menjadi tiga, yaitu musim hujan, pancaroba (peralihan), dan kemarau.

Pada musim penghujan, kelembapan udara di sebagian besar wilayah Indonesia akan tinggi sehingga mulailah turun hujan. Musim hujan di Indonesia terjadi antara September–Maret.

Musim kemarau ditandai dengan kelembapan udara sangat minim. Namun, pada saat kemarau suhu udara akan terasa sangat dingin di malam hari. Musim kemarau berlangsung April–Agustus.

Sedangkan musim pancaroba berlangsung cukup singkat. Untuk peralihan dari musim kemarau ke musim hujan berlangsung pada September–November, sedangkan untuk peralihan dari musim hujan ke musim kemarau terjadi pada Maret–Mei.

Bagi Anda penghobi bercocok tanam atau baru memulainya, ada baiknya mengenal jenis tanaman yang cocok dibudidayakan pada setiap musim tersebut. Sebab tanaman memiliki cuaca idealnya masing-masing agar bisa tumbuh dengan optimal.

Rekomendasi Tanaman Adaptif di Musim Kemarau

Mengenali jenis tanaman yang sesuai dengan musim tertentu tidak hanya berlaku bagi petani yang memiliki kebun atau lahan yang besar. Anda yang memiliki kebun mini di rumah pun harus memahaminya. Dengan begitu tanaman Anda memiliki kemampuan beradaptasi dengan baik.

Ketika musim kemarau, intensitas hujan berkurang drastis bahkan tidak hujan sama sekali. Maka suplai air pada tanaman bergantung pada pengairan atau penyiraman yang Anda lakukan.

Beberapa tanaman memang cocok untuk ditanam di lahan kering, sehingga meski kemarau, Anda masih bisa membudidayakannya dengan baik. Dirangkum dari berbagai sumber, berikut tujuh jenis tanaman yang Adaptif di musim kemarau.

1. Tomat

Tomat adalah salah satu tanaman sayur yang tahan banting untuk ditanam saat musim kemarau karena tidak memerlukan banyak air untuk tumbuh. Sebab, di tanah kering pun mereka masih bisa tumbuh.

Walaupun demikian, Anda harus tetap menyiramnya secara berkala agar tanaman tomat tidak kehilangan kelembapannya. Jangan lupa juga untuk menanam tumbuhan lain di dekat tomat agar terlindungi dari paparan sinar matahari langsung.

2. Kecipir

Beberapa daerah di Indonesia menyebutnya dengan nama yang berbeda-beda, misalnya kacang botol, kelongkang, jaat, dan sebagainya. Di Indonesia, sayuran ini umumnya direbus untuk dijadikan lalap atau sebagai campuran urap.

Tanaman ini tumbuh dengan baik di negara-negara tropis Asia Selatan dan Asia Tenggara. Lebih-lebih lagi jika musim kemarau datang, tanaman ini akan berbuah sangat lebat.

3. Terong

Selain tomat, terong juga menjadi salah satu tanaman pilihan yang tepat untuk dibudidayakan saat musim kemarau. Pasalnya, tanaman terong dapat hidup dengan baik walaupun dengan keterbatasan air. Akan tetapi, Anda tetap harus menyiraminya agar buah yang dihasilkan pun maksimal.

4. Mentimun

Keistimewaan mentimun ialah dapat tumbuh di lingkungan dengan suhu hangat cenderung panas. Tanaman mentimun akan menghasilkan buah yang baik serta mengandung banyak air jika tumbuh di lahan kering dan suhu hangat.

5. Labu

Sama halnya dengan mentimun, jika ditanam di suhu tinggi, tanaman labu akan cepat tumbuh. Rasa buah yang dihasilkannya pun sangat manis ketimbang labu yang tumbuh di daerah dingin.

6. Jagung

Menurut pengalaman para petani, menanam jagung tidak serumit padi. Anda hanya cukup memberinya air sesekali, maka jagung akan tumbuh dan berproduksi dengan baik. Asalkan, Anda juga memperhatikan hama dan penyakit yang kemungkinan bisa merusak tanaman jagung Anda. Beri pupuk yang cukup, maka Anda akan mendapatkan hasil yang baik.

7. Kacang Panjang

Tanaman dari suku Fabaceae ini tumbuhnya melilit dan buahnya berwujud panjang menjuntai, sesuai dengan namanya. Sebenarnya, kacang panjang dapat ditanam di segala musim, inilah yang menjadi alasan di balik banyaknya petani yang membudidayakan tanaman ini. Namun, kacang panjang akan lebih menguntungkan jika ditanam di musim kemarau karena akan berbuah lebih lebat. 

Antisipasi Hama di Musim Kemarau 

Meski tanaman-tanaman di atas mampu beradaptasi dengan baik di udara kering, perlu diingat bahwa saat musim kemarau, hama tanaman akan lebih banyak menyerang.

Dikutip dari Beritajatim.com, Kamis (10/6/2021), memasuki musim kemarau, petani hidroponik di Kota Kediri mulai mewaspadai keberadaan hama penggorok daun (leaf miner) dan kutu daun (aphids). Seperti yang ditemui oleh petani hidroponik di green house Hidroponik Bersinar, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri.

Iwang Candrayana, Penyuluh Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, di wilayah Kelurahan Ngronggo mengatakan di musim kemarau, para petani sayuran memang perlu mewaspadai keberadaan hama seperti penggorok daun dan kutu daun, juga penyakit seperti busuk daun.

Iwang mengatakan ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi permasalahan akibat hama atau penyakit tanaman ini. Jika kerusakan akibat hama dan penyakit tergolong parah, sebaiknya langsung mengganti semua tempat dan disterilkan sebelum melakukan penanaman kembali.

Namun jika serangan hama dan penyakit masih tergolong ringan, bisa dilakukan penyortiran dan mengambili daun atau tanaman yang terserang hama dan penyakit tersebut.

Sekarang Anda tidak perlu lagi bercocok tanam di musim kemarau. Pilih jenis tanaman yang cocok serta lakukan antisipasi terhadap hama dan penyakit. Selamat mencoba, ya! (*)