peringatan hari krida pertanian

Rekomendasi Teknologi Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Topik Pembahasan

Salah satu faktor yang menentukan kesuksesan dalam bercocok tanam, yaitu ketersediaan alat pertanian baik dalam ukuran yang kecil maupun besar. Seiring perkembangan teknologi, terciptalah alat pertanian modern yang memudahkan para petani untuk melakukan tugasnya.

Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bertani. Meskipun sebagian petani masih menggunakan alat-alat pertanian tradisional, ada baiknya untuk mengetahui alat pertanian modern agar mampu bersaing dengan negara lainnya. 

Lalu, apa saja alat pertanian modern yang bisa digunakan oleh para petani masa kini untuk meningkatkan hasil panen mereka? Yuk, kenali beberapa di antaranya berikut ini

Alat Pertanian Modern

Berikut beberapa alat pertanian modern yang telah dihimpun dari berbagai sumber:

  1. Bajak Singkal dan Bajak Subsoil

Fungsi utama dari bajak singkal adalah membolak-balikkan tanah. Di dunia pertanian, ada dua jenis bajak singkal, yakni bajak singkal satu arah dan dua arah. 

Ada pula alat pertanian modern bernama bajak subsoil yang mampu memecahkan tanah hingga kedalaman 20-36 inci. Umumnya, bajak subsoil dimanfaatkan untuk pembuatan parit pada media tanam.

  1. Garu Piring dan Garu Sisir

Garu piring berfungsi untuk membersihkan rumput pada tanah sebelum penanaman dimulai. Ada juga petani yang memanfaatkan garu piring untuk menutupi tanah setelah benih disebar.

Sementara garu sisir digunakan setelah proses pengolahan bajak singkal. Penggunaan garu sisir dilakukan saat lahan sawah masih dalam keadaan basah. Jadi, dari yang semula masih berupa tanah bongkah, garu sisir membuatnya lebih gembur.

  1. Traktor

Agar pengolahan tanah bisa menghasilkan tanah yang sesuai keinginan petani, maka dibutuhkan traktor untuk mendorong atau menarik tanah tersebut. Ada dua jenis tractor, yaitu traktor roda dua dan traktor roda rantai. 

Traktor roda biasa umumnya digunakan pada kondisi tanah cenderung kering, sementara traktor roda rantai digunakan untuk tanah yang cenderung berlumpur.

  1. Rotavator

Alat pertanian modern satu ini memiliki fungsi yang agak mirip dengan traktor, yaitu untuk mengolah tanah. Namun, biasanya rotavator digunakan pada dua tahap pengolahan.

Untuk tahap pertama, rotavator membantu petani ‘mencacah’ dan membolak-balikkan tanah. Selanjutnya, rotavator juga bisa digunakan untuk merapikan tanah sekaligus menghancurkan tanaman pengganggu yang muncul pada calon lahan pertanian.

  1. Mesin Penanam dan Pemanen Modern

Mesin penanam modern yang telah beredar di pasaran sejauh ini adalah yang dapat digunakan untuk menanam jagung, padi, dan kentang.

Sementara itu, alat pemanen modern hadir dalam bentuk pemanen kacang tanah, tebu, dan kentang. Berkat berbagai alat penanam dan pemanen modern ini, para petani Indonesia jadi bisa menghemat lebih banyak tenaga dan waktu.

Sebelum ditemukannya alat-alat pertanian modern, para petani menggunakan alat pertanian tradisional. Ada beragam alat pertanian tradisional yang kita kenal. Apa saja?

  1.  Cangkul

Fungsi utama cangkul adalah untuk membelah, membalik, memecah, dan juga menggemburkan tanah.

  1.  Garu

Tahap kedua dalam mengolah tanah dilakukan dengan menggunakan garu. Hasilnya, tanah akan menjadi jauh lebih gembur dan rata, tata kelola air menjadi jauh lebih baik, tanaman liar yang mengganggu dan berpotensi merusak hasil pertanian juga hancur.

  1.  Arit

Arit berbentuk lengkungan tajam. Dengan memanfaatkan bagian lengkungan yang tajam, petani menggunakannya untuk memotong tumbuhan.

  1.  Alat semprot (spryer)

Sprayer adalah alat yang berfungsi untuk memecah suspense atau larutan agar menjadi butiran cair. Hal ini untuk menyesuaikan dengan dosis pestisida atau pupuk yang akan diaplikasikan ke tanaman. 

  1. Penancap atau penanam benih

Menggunakan alat manual untuk menanam benih memang memudahkan daripada tak menggunakan alat sama sekali. Namun, Anda harus pandai pandai mengatur irama putaran tangan dan kaki agar dapat bekerja secara serempak.

Selain lima alat pertanian tradisional di atas, masih banyak lagi alat-alat pertanian tradisional yang sering digunakan petani seperti ani-ani (ketam), gerejag (gebotan), gepyok padi, hingga gasrok (gosrok).

Rekomendasi Teknologi Pertanian dan Manfaatnya

Saat ini teknologi semakin dibutuhkan di sektor pertanian. Dengan adanya sejumlah teknologi pertanian yang berdampak positif bagi sektor nasional ini, petani juga bisa meningkatkan produktivitas dengan sejumlah bantuan teknologi.

Berikut ini adalah rekomendasi teknologi pertanian dan manfaatnya.

  1. Transplanter

Teknologi ini direkomendasikan oleh Litbang Kementan RI untuk hal penanaman padi. Teknologi ini meningkatkan produksi padi hingga 30 persen.

  1. Indo Combine Harvester

Indo Combine Harvester adalah alat untuk panen padi yang memudahkan dalam proses pemotongan hingga pengantongan padi.

  1. Mesin Pemilih Bibit Unggul

Mesin tersebut banyak digunakan perusahaan pembibitan untuk tahap seleksi bibit unggul. Misalnya digunakan pada pemilihan bibit unggul Jagung Hibrida.

  1. Alat Pengering Kedelai

Alat pengering kedelai ini mampu mempersingkat waktu pengeringan yang biasanya dilakukan selama delapan hari dipersingkat menjadi satu hari.

  1. Instalasi Pengolah Limbah

Dengan menerapkan teknologi instalasi pengolah limbah ini, limbah ternak dapat diubah menjadi pupuk organik. Ini menjadi nilai tambah bagi peternakan.

Precipalm PKT Bantu Petani Sawit

PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui anak usahanya PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) mengembangkan inovasi penerapan pertanian presisi sebagai langkah antisipasi disrupsi industri, berupa pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi yang dinamakan PerciPalm (Precision Agriculture Platform for Oil Palm) ini berguna untuk menentukan rekomendasi pemupukan presisi dengan menggunakan teknologi satelit untuk mengidentifikasi, menganalisis, serta mengolah informasi keragaman spasial dan temporal pada lahan kebun kelapa sawit.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan, Precipalm dapat menyediakan informasi mengenai kondisi nutrisi unsur makro lahan kelapa sawit secara cepat dan presisi dalam bentuk peta digital lahan, yang diolah dari citra satelit dan model matematis. Informasi karakteristik lahan ini kemudian digunakan untuk menjadi dasar dalam menghasilkan rekomendasi pemupukan N (Nitrogen), P (Phosphor), K (Kalium) dan Mg (Magnesium), serta dapat digunakan untuk pemantauan kondisi nutrisi lahan perkebunan pasca pemupukan secara realtime.

“PreciPalm merupakan solusi pertanian presisi berbasis satelit pertama di Indonesia untuk perkebunan kelapa sawit. PreciPalm dapat memberikan manfaat dalam mendukung efektifitas manajemen pemeliharaan kebun kelapa sawit di Indonesia,” kata Bakir.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) Rahmad Pribadi mengatakan inovasi dan penerapan sistem pertanian modern mulai dari pemasaran digital, operasional, serta proses pertanian, menjadi salah satu solusi meningkatkan produktivitas pertanian terlebih di tengah tantangan pandemi saat ini. 

“PKT telah mengerahkan sejumlah inovasi termutakhir di lini pangan perusahaan, khususnya dalam program pembinaan agro-solution dan bidang teknologi pemupukan PreciPalm,” kata Rahmad.

Penulis: Tyo